Reksadana Jadi Aset Terbesar Kelima Dana Pensiun, Ini Datanya

ROI dana pensiun hingga bulan Agustus 2021 mempunyai akumulasi imbal hasil 3,56 persen
Abdul Malik • 27 Oct 2021
cover

Ilustrasi menyiapkan dana pensiun dengan investasi di reksadana. (Shutterstock)

Bareksa,com - Di tengah pasar keuangan yang mulai menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, industri dana pensiun secara umum turut menorehkan pertumbuhan dalam hal return on investment (ROI).

Sekadar informasi, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang memasok atau memenuhi janji manfaat pensiun. Dana pensiun di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No.11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.

Dana pensiun terbagi atas 3 jenis, yakni dana pensiun manfaat pasti (DPPK-PPMP), dana pensiun iuran pasti (DPPK-PPIP), dan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Sumber: Statistik OJK

Secara umum, ROI dana pensiun hingga bulan Agustus 2021 mempunyai akumulasi imbal hasil (return) 3,56 persen. Adapun DPPK-PPMP menjadi juara dengan return 3,89 persen, diikuti oleh DPLK dan DPPK PPIP dengan masing-masing return 3,35 persen dan 2,72 persen.

Laporan Aset Neto Agustus 2021

No

Laporan Aset Neto

Rp miliar

Porsi

1

Tabungan

 1.267,81

0,41%

2

Deposito on call

 1.783,94

0,58%

3

Deposito berjangka

 78.652,2

25,61%

4

Sertifikat deposito

 -

0,00%

5

Surat berharga BI

 -

0,00%

6

SBN

 88.176,88

28,71%

7

Saham

 30.170,53

9,82%

8

Obligasi korporasi

 60.084,38

19,56%

9

Sukuk korporasi

 4.765,87

1,55%

10

Obligasi/Sukuk daerah

 -

0,00%

11

Reksadana

 16.220,12

5,28%

12

MTN

 327,7

0,11%

13

KIK-EBA

 732,65

0,24%

14

DIRE-KIK

 26,39

0,01%

15

DINFRA-KIK

 83,62

0,03%

16

Kontrak Opsi saham

 -

0,00%

17

REPO

 -

0,00%

18

Penyertaan langsung

 10.321,63

3,36%

19

Tanah

 4.901,62

1,60%

20

Bangunan

 1.979,08

0,64%

21

Tanah dan bangunan

 7.663,19

2,49%


Total Investasi

 307.157,61

100,00%

Sumber: Statistik OJK, diolah Bareksa

Adapun berdasarkan penempatannya, instrumen rendah risiko terlihat mendominasi aset yang dimiliki dana pensiun, hal ini cukup wajar mengingat dana pensiun harus menjaga likuiditasnya agar bisa memenuhi hak para pesertanya.

Strategi tersebut dinilai sesuai dengan risk profile dan karakteristik dana pensiun yang cenderung moderat dengan risiko yang terukur.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat menjadi aset yang terbanyak dikoleksi dana pensiun pada Agustus 2021, nilainya mencapai Rp88,18 triliun atau setara 28,71 persen dari keseluruhan  total investasi.

Kemudian di peringkat kedua ada deposito berjangka dengan nilai Rp78,65 triliun (25,61 persen), disusul obligasi korporasi senilai Rp60,08 triliun (19,56 persen), dan saham senilai Rp30,17 triliun (9,82 persen).

Adapun reksadana berada di peringkat kelima terbesar dengan nilai Rp16,22 triliun atau setara 5,28 persen. Selanjutnya aset-aset lainnya memiliki porsi di bawah 5 persen yang bisa dilihat selengkapnya pada tabel.

(K09/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.