Tokoh Reksadana 2021, Putut Endro A : MI Dituntut Lebih Kreatif Beri Solusi Bagi Investor

Pemilihan tokoh reksadana di antaranya sudah bekerja di industri minimal 15 tahun, memiliki integritas dan melakukan inovasi
Abdul Malik • 26 Oct 2021
cover

Putut Endro Andanawarih, CEO BNI AM. (Foto: bni-am.co.id)

Bareksa.comPlatform e-investasi terbesar di Indonesia, Bareksa (PT Bareksa Portal Investasi) bersama media bisnis dan investasi papan atas Tanah Air, Kontan, kembali menyelenggarakan perhelatan penghargaan akbar industri reksadana Tanah Air, Bareksa-Kontan 5th Fund Awards 2021.

Pengumuman dan penganugerahan pemenang Bareksa-Kontan 5th Fund Awards 2021 digelar Senin malam, (25/10/2021). Seperti tahun lalu, Bareksa-Kontan 5th Fund Awards 2021 juga digelar secara virtual melalui akun media sosial resmi Bareksa dan Kontan di kanal Youtube, Facebook dan Instagram, guna mendukung program pemerintah menganggulangi penyebaran Covid-19. Tahun ini, merupakan tahun kelima penghargaan paling bergensi ini diselenggarakan.

Bareksa-Kontan Fund Awards merupakan penghargaan tahunan bagi produk Reksadana Terbaik dan Manajer Investasi (MI) Juara yang menunjukkan performa terbaik setahun terakhir. Serta, Tokoh Reksadana yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi bagi pertumbuhan industri reksadana di Indonesia.

Bareksa-Kontan 5th Fund Awards 2021mengumumkan pada tahun ini Tokoh Reksadana yang terpilih adalah Putut Endro Andanawarih, Presiden Direktur BNI Asset Management.

Pemilihan Tokoh Reksadana memiliki kriteria harus sudah bekerja di industri reksadana minimal 15 tahun dan masih aktif bekerja hingga 30 Juni 2021. Kemudian, berperan penting di industri reksadana dengan indikator melakukan inovasi produk dan pemasaran.

Selanjutnya tokoh tersebut juga memiliki integritas yang tinggi serta tidak pernah tersangkut kasus hukum dan etika.

"Serta diakui ketokohannya oleh masyarakat pelaku industri reksadana," ungkap Lukas Setia Atmadja, salah satu Dewan Juri Bareksa-Kontan 5th Fund Awards 2021.

Bersama Lukas Setia Atmadja, Ph.D. (Universitas Prasetiya Mulya), dua Dewan Juri Bareksa-Kontan 5th Fund Awards 2021 lainnya adalah Mas Achmad Daniri (Direktur Utama BEI Periode 1999-2002) dan Ardian Taufik Gesuri (Pemimpin Redaksi Kontan).

Peluang Reksadana dan Tantangan Manajer Investasi

Putut Endro Andanawarih, Presiden Direktur BNI Asset Management menyampaikan potensi pertumbuhan industri reksadana maupun manajer investasi di dalamnya masih sangat besar.

"Peluang pertumbuhan masih besar, kalau dilihat dari penetrasinya masih rendah walau memang kenaikannya tahunan/YoY tinggi. Ke depan manajer investasi makin dituntut untuk tidak saja memberikan produk terbaik tetapi juga harus dapat memberikan solusi bagi para investor dan hal ini akan membuat para manajer investasi hasil lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi," kata Putut kepada Bareksa, Senin malam (25/10/2021).

Dia menyampaikan perubahan itu membuat para manajer investasi dituntut untuk lebih kreatif dan lebih dekat dengan investor agar dapat memberikan solusi investasi terbaik untuk investor.

"Selain itu transparansi, kehati- hatian dalam mengelola dana investor juga menjadi perhatian manajer investasi karena mendapatkan mandat dari para investor untuk mengelola dana investor," kata Putut.

Mengutip dari laman resmi BNI-AM, Putut Endro Andanawarih sebelumnya menjabat sebagai Direktur di PT BNI Asset Management sejak penunjukan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Juni 2017.

Sebelum bergabung di BNI-AM, Putut pernah menjabat berbagai posisi senior di antaranya Direktur Pengembangan Bisnis PT Manulife Aset Manajemen Indonesia tahun 2011-2017. Kala itu, Putut mensupervisi tim investasi, pengembangan produk dan komunikasi pemasaran termasuk bidang literasi keuangan bagi investor ritel dan institusi.

Kemudian pada 2003-2011, Putut menjabat sebagai Direktur di PT First State Investment Indonesia membawahi investasi dan marketing. Lalu pada 1994–2003, ditunjuk sebagai sebagai direktur di PT Bahana TCW Investment Management yang tugas khususnya mensupervisi tim investasi dan marketing.

Putut memulai karirnya sebagai fund manager di Bank Niaga pada 1989- 1992. Putut meraih Sarjana Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1987 dan Master Keuangan dan Pasar Modal dari University of San Fransisco - USA tahun 1994.

Putut juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII) periode 2016-2019 dan periode 2019 - 2022.

Keahlian dan pengalamannya di bidang pasar modal telah dimulai sejak tahun 1989. Saat ini, Putut telah memiliki izin perorangan sebagai Wakil Manajer Investasi (WMI) dari Otoritas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan No KEP - 1002/PM.211/PJ-WMI/1996 serta izin perpanjangan melalui Surat Keputusan OJK No KEP-49/PM.211/PJ-WMI/2019 tahun 2019.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.