Sentimen The Fed Tekan Pasar Saham, Investor Bisa Pantau Reksadana Ini
Investor menanti hasil rapat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada akhir pekan ini terkait pengetatan kebijakan moneter

Investor menanti hasil rapat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada akhir pekan ini terkait pengetatan kebijakan moneter
Bareksa.com - Faktor eksternal masih membayangi pergerakan pasar keuangan Indonesia. Kondisi itu menyebabkan fluktuasi cukup besar di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Akibatnya indeks saham Tanah Air pada perdagangan kemarin (26/8/2021), melemah 0,9 persen ke level 6.058,08.
Menurut analis Bareksa, investor menanti hasil rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pada akhir pekan ini terkait pengetatan kebijakan moneter. Rencana kebijakan Bank Sentral Negara Paman Sam tersebut diperkirakan oleh pelaku pasar akan mendorong aliran dana keluar (outflow) dari pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sentimen negatif ini yang membuat IHSG tertekan dan turut menekan pelemahan kinerja indeks reksadana saham dan reksadana campuran.
Promo Terbaru di Bareksa
Meskipun pasar saham fluktuatif, namun kabar menggembirakan datang dari indeks reksadana pendapatan tetap yang berhasil membukukan kenaikan 0,7 persen sepanjang bulan ini hingga 26 Agustus 2021. Mayoritas harga obligasi naik dan mendorong kinerja positif sejumlah reksadana pendapatan tetap, terutama berbasis obligasi pemerintah (Surat Berharga Negara/SBN).
Beberapa kebijakan Bank Indonesia seperti suku bunga acuan yang rendah serta rencana pembelian SBN, diproyeksikan mendorong kinerja obligasi semakin membaik. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 26/08/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 6,2 persen pada 26Agustus 2021.
Di tengah pelemahan indeks saham dan penguatan pasar obligasi, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa memantau perkembangan kinerja beberapa reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap yang tersedia di Bareksa yang berhasil membukukan kinerja memuaskan.
Beberapa produk reksadana tersebut adalah :
Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun
Reksadana Saham
Sucorinvest Equity Fund : 10,96 persen
Manulife Saham SMC Plus : 19,27 persen
Reksadana Campuran
Schroder Dana Kombinasi : 4,52 persen
Manulife Dana Campuran II : 8,38 persen
Reksadana Pendapatan Tetap
TRAM Strategic Plus : 8,94 persen
Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II : 7,14 persen
Perlu diingat, apapun instrumen investasi pilihan kamu, selalu sesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu ya!
(Sigma Kinasih/AM)
***
Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS
DISCLAIMER
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.205,01 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.164,3 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,82 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045,49 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
