Arah Kebijakan The Fed Dorong Indeks Saham Melesat, Reksadana Ini Fantastis

Indeks Harga Saham Gabungan melesat hingga 1,7 persen ditutup di level 6.144 pada perdagangan kemarin
Abdul Malik • 31 Aug 2021
cover

Ilustrasi investor yang memantau kinerja investasinya di reksadana dan SBN, yang terpengaruh oleh arah kebijakan The Fed. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat hingga 1,7 persen ditutup di level 6.144 pada perdagangan kemarin (30/8/2021). Menurut analisis Bareksa, lonjakan indeks saham Tanah Air didorong oleh sentimen arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang dinilai sudah jelas dan berpotensi mendorong aliran dana asing membanjiri pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Moncernya kinerja pasar saham nasional kemarin turut mendongkrak penguatan kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana campuran. Apalagi kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah guna mengatasi pandemi Covid-19 kini diterapkan dengan beberapa pelonggaran.

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 6 September dengan penerapan lebih longgar.

Senada, pasar obligasi kemarin juga tercatat menguat ditandai dengan kenaikan sejumlah harga obligasi yang mendorong penguatan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 30/08/2021 pukul 17.00 WIB), benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,2 persen pada 30 Agustus 2021.

Investor lebih optimistis setelah The Fed menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan AS (Fed Rate) tahun ini. Selain itu, rencana pengurangan bertahap dari program pembelian obligasi di AS (tapering off) juga dinilai lebih positif sehingga tidak memicu aksi jual masif di pasar keuangan global.

Seiring positifnya kinerja pasar saham dan obligasi, kinerja reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap di Bareksa juga tercatat positif. Bahkan dalam setahun terakhir, salah satu reksadana berhasil membukukan imbalan fantastis yakni hingga 94,05 persen.

Investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana yang membukukan kinerja mantap berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 30 Agustus 2021)

Reksadana Saham

Manulife Saham SMC Plus : 21,33 persen
BNP Paribas Solaris : 7,86 persen

Reksadana Campuran

Jarvis Balanced Fund : 94,05 persen
Schroder Dynamic Balanced Fund : 4,28 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Kehati Lestari Kelas G : 7,77 persen
Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A : 7,23 persen

(Sigma Kinasih/AM)

​***

​​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.