Dana Kelolaan Reksadana Syariah Diprediksi Meningkat Hingga Akhir Tahun

Potensi reksadana syariah tetap baik dan meningkat didukung oleh pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung
Abdul Malik • 10 Aug 2021
cover

Ilustrasi seorang investor Muslimah yang senang karena imbal hasil dari investasinya di reksadana syariah dan SBN syariah terus bertumbuh. (Shutterstock)

Bareksa.com - Asset under management/AUM atau dana kelolaan reksadana syariah berpotensi tumbuh di sisa tahun ini, meski pada bulan lalu tercatat ada penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Head of Investment Avrist Asset Management, Ika Pratiwi Rahayu menyampaikan dana kelolaan reksadana syariah pada penutupan bulan Juli 2021 tercatat sedikit menurun ke Rp42 triliun, dari Rp42,8 triliun di bulan sebelumnya.

"Penurunan akibat turunnya AUM di reksadana pasar uang syariah karena redemption nasabah. Namun, potensi reksadana syariah pada sepanjang sisa tahun ini akan tetap baik dan meningkat didukung oleh tema pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung," kata Ika kepada Bareksa, Senin (9/8/2021).

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan reksadana syariah kembali mengalami koreksi baik dari sisi dana kelolaan maupun unit penyertaan.

Pada bulan lalu atau Juni 2021, dana kelolaan reksadana syariah terkoreksi 1 persen secara bulanan/MoM, minus 46 persen secara tahun berjalan/YtD, dan minus 30 persen secara tahunan/YoY menjadi Rp40,76 triliun. Sebelumnya pada Mei 2021, dana kelolaan reksadana syariah mencapai Rp41,18 triliun dan pada April 2021 tercatat Rp78,01 triliun.

Di sisi lain, pada bulan lalu jumlah unit penyertaan reksadana syariah juga terkoreksi yakni minus 1 persen secara MoM, minus 57 persen secara YtD, dan minus 50 persen secara YoY.

Pada bulan lalu, jumlah unit penyertaan reksadana syariah juga anjlok menjadi 27,33 miliar unit. Sebelumnya pada Mei 2021, jumlah unit reksadana syariah tercatat 27,62 miliar unit.

Meski reksadana syariah terkoreksi baik dari sisi dana kelolaan dan unit penyertaan, namun masih ada perusahaan manajemen investasi (MI) yang mengalami lonjakan kelolaan reksadana syariah.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.