Jumlah Investor Reksadana Meroket 55 Persen Jadi 4,93 Juta pada Juni 2021

Jumlah investor pasar modal secara keseluruhan per Juni 2021 mencapai 5,59 juta orang atau melesat 44,24 persen
Abdul Malik • 06 Jul 2021
cover

Ilustrasi minat masyarakat untuk berinvetasi di pasar modal terus meningkat saat pandemi Covid-19, termasuk investasi di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Gejolak pasar modal akibat pandemi Covid-19 ternyata memang tidak menghalangi niat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, termasuk di reksadana. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2021, jumlah investor reksadana meroket 55 persen menjadi 4,93 juta orang atau hampir menembus 5 juta investor.

Lonjakan tersebut menunjukkan pandemi Covid-19 justru mengakselerasi jumlah investor reksadana seiring optimalisasi kanal digital yang dilakukan oleh para pelaku industri. Dibandingkan akhir 2018 yang sebanyak 995.510 investor, maka jumlah investor reksadana pada Juni 2021 sudah naik lebih dari 4 kali lipat.

Sejak 2019, jumlah investor reksadana telah menembus di atas 1,7 juta orag atau melesat 78 persen dibandingkan 2018. Lonjakan hingga di atas 78 persen tersebut berlanjut di 2020 jadi 3,17 juta investor reksadana.

Jika peningkatan jumlah investor reksadana ini terus berlanjut hingga akhir 2021, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di masa pandemi, maka jumlahnya bisa jauh di atas 5 juta investor.

Kenaikan jumlah masyarakat yang berinvestasi di reksadana utamanya karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya menyiapkan dana darurat, terutama untuk menghadapi masa sulit seperti ketika pandemi saat ini.

Sumber : KSEI

Data KSEI menyebutkan jumlah investor pasar modal secara keseluruhan per Juni 2021 mencapai 5,59 juta orang atau melesat 44,24 persen dibandingkan akhir 2020 yang sebanyak 3,88 juta investor.

Dari jumlah itu, jumlah investor C-Best atau investor saham mencapai 2,51 juta per Juni 2021 atau melesat 48 persen dibandingkan Desember 2020 yang sebanyak 1,69 juta investor.

Sumber : KSEI

Kenaikan juga dibukukan jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) yang naik 17,03 persen jadi 538.781 per Juni 2021 dibandingkan Desember 2020 sebanyak 460.372 investor.

Dibandingkan 2018 yang saat itu jumlah investor SBN sebanyak 195.277, maka jumlah investor per Juni 2021 meningkat lebih dari 2 kali lipat. Pada 2019, jumlah investor SBN melesat 61,9 persen jadi 316.263 investor dibandingkan 2018. Kemudian pada 2020, jumlah investor SBN meroket 45,57 persen jadi 460.372 investor.

Lonjakan jumlah investor SBN salah satu penyebabnya karena pemerintah gencar memasarkan SBN Ritel secara online yang bekerja sama dengan mitra distribusi yang juga mengoptimalisasi kanal digitalnya untuk menggaet lebih banyak jumlah nasabah.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.