CEO Trimegah AM, Antony Dirga : PPKM Darurat Bisa Dongkrak Partisipasi Investor Reksadana

Pelaku industri reksadana sudah gencar melakukan optimalisasi kanal digital dalam beberapa tahun terakhir
Abdul Malik • 06 Jul 2021
cover

President Director Trimegah Asset Management, Antony Dirga. (Martina/Bareksa)

Bareksa.com - Direktur Utama PT Trimegah Asset Management (Trimegah AM), Antony Dirga menyampaikan impelementasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali sejak Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) oleh pemerintah, memang akan berdampak pada industri reksadana.

Namun dampak tersebut dinilai tidak akan signifikan terhadap industri reksadana, seiring optimalisasi kanal digital yang sudah gencar dilakukan pelaku industri dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan Antony menilai PPKM Darurat justru bisa menjadi berkah buat industri reksadana, utamanya dalam mendongkrak partisipasi investor.

Seperti apa pandangan Antony mengenai dampak pelaksanaan PPKM Darurat terhadap industri reksadana? Berikut petikan wawancara Martina Priyanti dari Bareksa dengan Antony melalu aplikasi pesan singkat, Ahad (4/7/2021).

Menurut Bapak bagaimana dampak pelaksanaan PPKM Darurat terhadap industri reksadana?

Pelaksanaan PPKM darurat tentu saja akan berdampak negatif bagi sektor-sektor tertentu di Indonesia. Namun, dampak untuk industri reksadana lebih bersifat netral.

Selama beberapa tahun terakhir, kami dan teman-teman di industri mengedepankan otomasisasi pada proses operasional kami dan pandemi ini secara tidak langsung merupakan “crash test” di mana kami dituntut untuk dapat beroperasi secara penuh secara work from home (WFH).

Dari perspektif investor reksadana, saya kira PPKM darurat ini malah bisa saja berdampak positif untuk partisipasi investor.

Jangan lupa, bahwa justru di tengah-tengah pandemi inilah jumlah investor ritel kita di reksadana melonjak tajam melampaui angka 4,4 juta menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Bagaimana investasi di tengah pelaksanaan PPKM dan ke depan di sisa tahun ini?

Sejak awal tahun, kami di Trimegah berpendapat bahwa pada 2021 meskipun penuh tantangan, kinerja pasar saham dan pasar obligasi akan tetap positif.

View ini tetap kami pertahankan dan jika analisa kami benar, di semester kedua yang akan datang kinerja pasar saham dan obligasi kita akan mengalami rebound yang cukup berarti.

Apa yang mendasari pandangan demikian?

Faktor-faktor pendukung yang menjadi pertimbangan kami sebelumnya adalah kenaikan bond yield di Amerika Serikat yang lebih terukur (non aggressive tapering), partisipasi investor ritel mengurangi dependensi kita terhadap investor asing dan juga untuk jangka panjangnya, UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya.

Faktor terpenting untuk semester kedua adalah kesuksesan negara kita dalam menanggulangi situasi pandemi Covid-19 yang memburuk akhir-akhir ini.

Kami di Trimegah AM percaya bahwa dengan adanya kenaikan kasus Covid 19 yang cukup agresif, sebenarnya masyarakat pasti dengan sendirinya akan mengurangi kegiatan-kegiatan non essensial.

Namun, dengan adanya tindakan tegas dari pemerintah yang memberlakukan PPKM Darurat pada 3 hingga 20 Juli, kami bertambah yakin bahwa kenaikan jumlah kasus covid19 akan mencapai puncaknya dalam waktu 2-3 minggu ini.

Selain itu, rencana distribusi vaksin yang juga semakin agresif juga akan berdampak positif bukan saja untuk real ekonomi, tetapi juga untuk pasar saham dan obligasi kita.

Faktor-faktor inilah yang membuat kami di Trimegah cukup yakin bahwa kinerja instrumen-instrumen reksadana di semester II akan jauh lebih baik dari semester pertama.

Jadi investor reksadana mesti bersikap seperti apa?

Saran kami untuk investor reksadana adalah untuk masuk dan menambah kepemilikan reksadana justru di tengah-tengah konsolidasi yang sedang terjadi di pasar. Dalam konteks ini, saya teringat perkataan Warren Buffett "be fearful when others are greedy, and be greedy when others are fearful."

Di tengah situasi pandemi yang mengkhawatirkan ini, sangatlah mudah untuk menjadi "fearful" dan berpendapat negatif tentang pasar saham atau obligasi kita. Namun, inilah saat yang tepat untuk melihat opportunity yang ada untuk berinvestasi dengan lebih jeli.

Tapi tentunya sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Jenis reksadana apa yang baiknya dipilih investor saat ini?

Jika kami benar bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah akan berhasil menjadi turning point dalam pertarungan kita melawan pandemi covid19, pasar saham dan obligasi yang cenderung mendahului pergerakan real ekonomi kita 6 sampai 12 bulan sebelumnya akan bergerak positif di semester kedua ini.

Dengan view seperti ini, kinerja reksadana di semester kedua ini akan berbanding terbalik dengan kinerja di semester pertama. Reksadana saham akan menghasilkan kinerja terbaik, disusul oleh reksadana campuran, lalu reksadana pendapatan tetap dan yang terakhir reksadana pasar uang.

Apa yang dilakukan Trimegah AM untuk menjaga kinerja sebagai manajer investasi?

Strategi Trimegah AM di semester kedua ini tentunya akan sejalan dengan view kami. Untuk reksadana saham tentunya kami akan membangun posisi yang lebih agresif untuk mengantisipasi rebound yang akan terjadi. Pada reksadana pendapatan tetap kami akan memperpanjang durasi portofolio pada saat yang tepat.

Untuk reksadana campuran yang kami miliki, tentunya kami akan membangun portofolio yang lebih agresif pada saat yang tepat.

Rekomendasi produk reksadana dari Trimegah AM yang dapat dipilih investor saat ini?

Investor sebaiknya berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Produk reksadana saham Trimegah AM yang kami rekomendasikan untuk paruh kedua tahun ini adalah TRAM Consumption Plus dan TRIM Kapital Plus, dan TRIM Syariah Saham untuk yang syariah.

Untuk pendapatan tetap, kami rekomendasikan TRAM Strategic Plus dan TRIM Dana Tetap 2. Terakhir, untuk investor yang mau mempercayakan timing investasinya pada tim investasi Trimegah AM, saya rasa reksadana Trimegah Balanced Absolute Strategy bisa menjadi pilihan yang tepat, dengan kinerja per Mei 2021 naik 49,2 persen sejak diluncurkan, jauh di atas kinerja IHSG yang negatif -6,7 persen di saat yang bersamaan.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.