Reksadana Mana Paling Diminati Investor pada Mei 2021?

Kontribusi unit penyertaan reksadana saham mencapai 24 persen pada Mei 2021, terbesar dibandingkan jenis reksadana lainnya
Abdul Malik • 28 Jun 2021
cover

Ilustrasi unit penyertaan reksadana yang naik turun akibat gejolak pasar di tengah pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Bareksa.com - Reksadana jenis apa yang paling diminati investor dilihat dari jumlah unit penyertaannya? Jawabannya adalah reksadana saham merupakan kontributor terbesar unit penyertaan reksadana pada Mei 2021.

Untuk diketahui, jumlah unit penyertaan reksadana bisa dijadikan tolok ukur untuk melihat sedikit banyaknya investor membeli suatu produk reksadana. Sebab dari sisi nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM), nilainya bisa naik turun tergantung kondisi pasar modal yang berakibat pada naik turunnya nilai aset dalam portofolio reksadana bersangkutan. 

Laporan Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report May 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah unit penyertaan reksadana pada Mei 2021 sebanyak 397,6 miliar unit yang menurun 8,63 persen sepanjang tahun berjalan atau secara year to date (YtD) dibandingkan Desember 2020 yang sebanyak 435,1 miliar.

Jumlah unit penyertaan reksadana pada Mei 2021 juga lebih rendah dari Desember 2019 yang sebanyak 424,8 miliar unit. Juga turun dalam dibandingkan kuartal I 2021 yang sebanyak 433,6 miliar unit.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021

Anjloknya jumlah unit penyertaan reksadana Mei utamanya akibat turunnya unit penyertaan reksadana terproteksi. Tercatat kontribusi reksadana terproteksi anjlok dalam menjadi hanya 23 persen pada Mei 2021. Padahal di Desember 2020, kontribusi unit penyertaan reksadana terproteksi merupakan penyumbang terbesar atau mencapai 31 persen dan reksadana saham hanya 22 persen.

Kontribusi unit penyertaan reksadana terproteksi kalah oleh reksadana saham yang mencapai 24 persen pada Mei 2021. Artinya pada Mei 2021, jumlah unit penyertaan reksadana saham adalah yang terbesar dibandingkan jenis reksadana lainnya. Kondisi itu menunjukkan reksadana saham kini telah menggeser posisi reksadana terproteksi menjadi reksadana yang terbanyak dibeli atau paling diminati investor Indonesia.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021​

Kontribusi terbesar selanjutnya atau di posisi tiga adalah reksadana pendapatan tetap yang unit penyertaannya menyumbang 22 persen pada Mei 2021. Kemudian disusul reksadana pasar uang 18 persen, serta reksadana campuran dan exchange traded fund (ETF) yang masing-masing menyumbang 5 persen. 

Jumlah Unit Penyertaan

Jumlah unit penyertaan reksadana saham pada Mei 2021 tercatat sebanyak 97,5 miliar unit yang menurun 0,17 persen dibandingkan Desember 2020 yang sebanyak 97,7 miliar unit. Jumlah unit penyertaan reksadana saham pernah menembus 100,2 miliar unit pada Desember 2019.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021​

Adapun jumlah unit penyertaan reksadana terproteksi tercatat 90 miliar unit pada Mei 2021 atau anjlok signifikan hingga 33,04 persen dibandingkan Desember 2020 yang sebanyak 134,4 miliar unit. Pada Desember 2019 jumlah unit penyertaan reksadana terproteksi juga menembus 140,1 miliar unit.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021​​

Sedangkan jumlah unit penyertaan reksadana pendapatan tetap mencapai 88,7 miliar unit pada Mei 2021, yang naik 6,59 persen secara YtD dibandingkan Desember 2020 yang sebanyak 83,2 miliar unit.

Tren jumlah unit penyertaan reksadana pendapatan tetap memang terus naik, di mana pada 2016 baru 48,3 miliar unit. Setelah itu terus melesat hingga mencapai 79 miliar unit pada Desember 2019 dan pada Kuartal I 2021 sebanyak 87,2 miliar unit.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021​​​

Prestasi reksadana saham di mana unit penyertaannya terbanyak dibeli investor mengalahkan reksadana terproteksi di tengah kondisi pandemi saat ini, tentu cukup menggembirakan. Meski begitu, reksadana pendapatan tetap yang ketat berada di belakangnya, tentunya sangat berpeluang menggeser reksadana saham.

Adapun penurunan unit penyertaan reksadana terproteksi yang anjlok signifikan akibat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menarik dana mereka dari reksadana terproteksi syariah. BPKH yang merupakan investor institusi raksasa dengan dana jumbo, akan sangat berpengaruh apabila mencairkan investasinya di reksadana.

Sebagian artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report May 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Tim Data/Abdul Malik)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.