Indeks Melaju di Atas 6.000, Apakah Sekarang Waktunya Investasi Reksadana Saham?

Meski begitu, perlu diingat reksadana saham bisa membukukan kinerja optimal dalam jangka panjang
Abdul Malik • 07 Jun 2021
cover

Ilustrasi manajer investasi sedang memantau pergerakan IHSG dan dampaknya terhadap kinerja reksadana saham dan campuran, serta pengaruhnya ke SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,41 persen pada perdagangan Rabu (2/6) ke level 6.031,57. Sementara itu Sepanjang pagi ini, Kamis (3/6) indeks bergerak di rentang 6.005,64-6.050,69.

Seiring dengan menguatnya IHSG, di aplikasi marketplace reksadana Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 3,12 persen dan 3,09 persen dalam sehari pada perdagangan 02 June 2021. Reksadana itu adalah BNP Paribas Solaris dan Manulife Saham SMC Plus.

Apakah saat ini waktu yang tepat untuk investasi reksadana saham?

"Iya, kalau saya rekomendasi terutama sejak market turun tahun ini karena saham-saham big caps banyak yang belum naik tapi kinerja bisnis ada tanda pemulihan walau baru sedikit," kata Direktur Avrist Asset Management, Farash Farich kepada Bareksa, Kamis pagi (3/6/2021).

Farash melanjutkan kondisi itu menyebabkan valuasi sahamsm-saham tersebut tidak mahal jadi cocok memilih reksadana indeks LQ45 atau IDX30. "Namun memang karena ini reksadana saham, kinerja optimal baru akan terlihat dalam jangka panjang misal 5 tahun ke atas," ucapnya.

Dia menjelaskan reksadana berbasis indeks saham, cocok untuk kebutuhan jangka panjang. "Kalau naik dalam jangka pendek setelah kita investasi, itu bonus saja," imbuh Farash.

Sementara itu Analis Artha Sekuritas, Dennies Christopher Jordan menjelaskan, pergerakan pasar saham kemarin ditutup menguat signifikan didorong penguatan bursa saham secara global serta data ekonomi yang membaik.

"Antara lain data manufaktur dan data inflasi per Mei 2021 yang sedikit lebih baik dibanding konsensus," jelas Dennies dilansir Kontan.

Pada perdagangan Kamis (3/6), IHSG diprediksi kembali menguat. Secara teknikal, lanjut Dennies, terlihat ada potensi penguatan jangka pendek didukung indikator MACD yang mulai mengindikasikan tren akumulasi dan stochastic yang melebar setelah membentuk golden cross.

Investor akan berfokus pada saham yang akan membagikan dividen dalam jangka waktu dekat. IHSG pada perdagangan Kamis (3/6) diprediksi menguat, bergerak di rentang support 5.977-6.004 dan resistance 6.044-6.057.

Apa Itu Reksadana Saham

Sesuai namanya, reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas atau saham. Karena mayoritas portofolionya ada di efek saham, maka sifat dan pergerakan reksadana ini mirip dengan sifat dan pergerakan saham.Reksadana saham ini memiliki fluktuasi tinggi, artinya bisa naik dan turun dalam jangka waktu cepat.

Akan tetapi, dalam jangka waktu panjang, reksadana jenis ini berpotensi tumbuh lebih tinggi dibandingkan jenis produk lain. Tujuan investasi reksadana saham adalah untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang.

Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, tetapi memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi (high risk high return). Mengingat sifatnya yang high risk high return, reksadana ini cocok untuk investor yang memiliki profil risiko tinggi atau agresif.

Pemilik profil risiko agresif sangat siap untung dan juga siap rugi (risk taker). Orang dengan profil risiko agresif siap kehilangan sebagian besar bahkan seluruh dana investasinya demi imbal hasil yang besar.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.