Prospek Reksadana Saham Positif Pasca Lebaran, Ini Alasannya

Indeks saham IHSG masih punya ruang naik ke level sebelum pandemi Covid-19
Hanum Kusuma Dewi • 05 May 2021
cover

ilustrasi analis manajer investasi memantau pergerakan grafik investasi reksadana saham obligasi tumpukan uang koin. (shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham diprediksi akan mulai bangkit seiring dengan pertumbuhan ekonomi pasca Lebaran 2021. Dampaknya, reksadana saham juga bisa ikut diuntungkan. 

Investment Specialist Mandiri Manajemen Investasi Gilang Fajar menjelaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini sedang berada di bawah level sebelum pandemi Covid-19. Maka, ada potensi untuk naik, bila didukung dengan pemulihan ekonomi. 

"IHSG saat ini berada di bawah level sebelum pandemi Covid-19. Dulu di kisaran 6.200-an, berarti masih ada ruang kenaikan sekitar 5 persen sebelum mencapai level penutupan di 2019," ujarnya dalam Investalk Bareksa X Mandiri Manajemen Investasi di Instagram Live, 4 Mei 2021. 

Sejak awal Puasa Ramadhan 2021 (12 April-3 Mei 2021), IHSG bergerak sideways (mendatar) di kisaran 5.900-6.000. Mayoritas reksadana saham di aplikasi investasi Bareksa juga bergerak mirip dengan IHSG. 

Grafik Pergerakan IHSG dan Indeks Reksadana Saham Bareksa Sepanjang Ramadhan

Sumber: Bareksa.com 

Meskipun terlihat mendatar saat ini, sejumlah faktor yang bisa mendorong IHSG dan pasar saham pasca Lebaran, menurut Gilang, termasuk potensi pertumbuhan ekonomi dari dorongan daya beli setelah masyarakat mendapatkan dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah cair. Meski ada larangan mudik dari pemerintah, aturan ini masih cukup longgar sehingga bisa mendorong konsumsi. 

"Orang bebas bepergian di dalam daerah, masih bisa ke mal, ke tempat wisata. Sektor pariwisata dan transportasi masih bisa menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya," jelas Gilang. 

Mandiri Investasi memperkirakan bahwa IHSG pada tahun ini bisa menyentuh level 6.600-6.800, atau tumbuh hingga 13 persen dari level saat ini. IHSG ini mencerminkan potensi pertumbuhan reksadana yang berbasis saham. 

Dengan level IHSG atau pasar saham yang sedang mendatar ini, Gilang memandang bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk masuk ke saham atau reksadana saham. Sebab, investor bisa mendapatkan harga saham atau nilai aktiva bersih reksadana yang murah dan berpotensi naik dalam jangka panjang. 

Rekomendasi Reksadana Saham

Satu reksadana saham yang menjadi rekomendasi dari Mandiri Investasi adalah Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus. Selain berinvestasi pada saham-saham bluechip di dalam negeri, reksadana saham ini bisa mengalokasikan hingga 15 persen portofolionya untuk aset di luar negeri, seperti di ASEAN, Eropa dan Amerika Serikat. 

"Contohnya saham Apple dan Microsoft yang sejak pandemi justru mengalami peningkatan penjualan. Dua saham ini juga masuk dalam portofolio reksadana saham Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus," kata Gilang. 

Reksadana saham, yang portofolionya mayoritas adalah saham, bisa berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi potensi imbal hasilnya tinggi dalam jangka panjang. Maka, reksadana saham disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan tujuan investasi jangka panjang di atas lima tahun. 

Investor yang sudah mendapatkan THR pada tahun ini, tetapi tidak mudik, bisa menyimpan dana di reksadana saham. Mumpung ada promo Investalk Bareksa X Mandiri Investasi berhadiah smartphone dan voucher reksadana. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.