Right Issue di Pasar Modal Marak, Peluang Bagi Reksadana Saham

Terdapat 6 perusahaan tercatat yang telah melakukan rights issue dengan total penghimpunan dana Rp12,1 triliun
Abdul Malik • 21 Apr 2021
cover

Ilustrasi pergerakan pasar saham yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berdampak pada kinerja reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa,com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan penggalangan dana di pasar modal melalui rights issue dan private placement akan ramai tahun ini. Penggalangan dana itu bisa menjadi sentimen positif bagi produk reksadana saham.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan sampai dengan saat ini, terdapat 18 perusahaan tercatat yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk melaksanakan rights issue.

Sebanyak 11 dari 18 perusahaan tersebut sudah menginformasikan harga pelaksanaan rights issue-nya dengan potensi dana yang bisa diraih sekitar Rp11,37 triliun.

"Di samping itu, terdapat 7 perusahaan tercatat yang telah memperoleh persetujuan RUPS untuk melaksanakan private placement. Sebanyak 4 dari 7 perusahaan tercatat tersebut telah menginformasikan harga pelaksanaan private placement dengan potensi total nilai penghimpunan dana Rp761 miliar," kata dia dalam keterangan resmi (18/4).

Nyoman menjelaskan, banyaknya pipeline yang masuk tersebut menunjukkan tingginya antusiasme perusahaan tercatat dalam melakukan penggalangan dana di pasar modal pada tahun ini. Tingginya antusiasme tersebut disebabkan adanya kebutuhan penambahan modal kerja, ekspansi usaha dan kebutuhan refinancing utang perusahaan tercatat.

Selain itu, tingginya penggalangan dana dari pasar modal tahun ini juga disebabkan oleh ekspektasi mulai pulihnya perekonomian domestik pasca vaksinasi Covid-19. Pasalnya, hal ini berdampak pada kegiatan perusahaan yang membutuhkan modal untuk bertumbuh. "Berdasarkan kondisi tersebut, bursa mengharapkan penggalangan dana melalui penerbitan ekuitas akan mengalami peningkatan pada tahun 2021," terang dia.

Dilihat dari sektornya, Nyoman melihat penggalangan dana melalui ekuitas akan banyak berasal dari sektor perbankan. Emiten dari sektor ini berencana menggunakan dana dari penerbitan ekuitas untuk memperkuat modal inti dan melakukan ekspansi usaha sesuai strategi bisnisnya.

Nyoman menjelaskan antusiasme penggalangan dana melalui penerbitan ekuitas ini sudah terlihat pada kuartal I 2021. Pada periode tersebut, terdapat 6 perusahaan tercatat yang telah melakukan rights issue dengan total penghimpunan dana Rp12,1 triliun. Selain itu, terdapat pula 6 perusahaan tercatat yang telah menggelar private placement dengan total penghimpunan dana Rp12,48 triliun.

Melalui aksi rights issue dan private placement itu, total penghimpunan dana hingga kuartal I 2021 mencapai Rp24,57 triliun. Nilai ini meningkat sekitar 8 kali lipat dibandingkan kuartal I 2020 yang mencapai Rp2,96 triliun.

Dampak ke Reksadana

Banyaknya penggalangan dana dari pasar modal itu bisa berpengaruh positif bagi perkembangan bursa Tanah Air. Selain itu, hal ini juga bisa mendorong pergerakan instrumen investasi berbasis saham, yakni reksadana saham.

Bareksa, platform reksadana online menyediakan 47 produk reksadana saham. Di antara 47 produk itu, ada beberapa produk yang memiliki portofolio emiten yang akan melakukan rights issue tahun ini. Seperti misalnya Eastspring Value Discovery Kelas A yang memiliki portofolio di saham PT Bank Jago Tbk (ARTO).

Adapun Bank Jago tahun ini berencana menerbitkan rights issue Rp7,05 triliun. Aksi ini dilakukan dengan melepas 3 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp2.350 per saham.

Dari sisi kinerja, reksadana Eastspring Value Discovery Kelas A membukukan kinerja yang cukup baik dalam setahun terakhir, yakni mencetak return 43,88 persen. Namun kinerja reksadana saham dari PT Eastspring Investments Indonesia ini masih tercatat negatif 4,11 persen dalam tiga tahun terakhir.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.