Simpanan Deposito Februari Turun, Bagaimana Potensi Reksadana?

Potensi imbal hasil di reksadana kini semakin lebih menarik dibandingkan deposito
Abdul Malik • 08 Apr 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pasar uang yang terus berkembang di tengah gejolak pasar. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tubagus Farash Akbar Farich, Direktur Avrist Asset Management menyampaikan industri reksadana utamanya produk reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap berpotensi menyerap dana masyarakat yang selama ini disimpan di perbankan. Sebab potensi imbal hasil di reksadana kini semakin lebih menarik dibandingkan deposito.

"Likuiditas di perbankan ini yang dapat masuk ke reksadana pasar uang dan pendapatan tetap," kata Farash kepada Bareksa kemarin.

Menurut Farash, karena Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (fasbi) Rate hanya 2,75 persen, sementara pasar uang antar bank 3,5 persen, namun setelah dipotong pajak badan mungkin hanya tinggal sekitar 2,7 persen.

"Sementara potensi imbal hasil reksadana pasar uang masih sekitar 3 persen bersih. Selain itu, exchange traded fund (ETF) obligasi dan reksadana pendapatan tetap durasi pendek yield bersihnya masih sekitar 4,7 persen," ungkapnya.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan distribusi simpanan masyarakat di Februari 2021, giro terus bertumbuh secara tahunan, sementara dana deposito menurun. Data distribusi simpanan masyarakat per Februari 2021 mencapai Rp6.726 triliun.

Data yang dikumpulkan dari 107 bank umum, yang terdiri dari 95 bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah, ini naik 9,7 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari total simpanan tersebut, bila dilihat berdasarkan jenisnya, deposito menempati posisi teratas senilai Rp2.749 triliun atau 40,9 persen, disusul tabungan Rp2.114 triliun (31,4 persen), giro Rp1.787 triliun (26,6 persen), deposit on call Rp72 triliun (1,1 persen) dan sertifikat deposito Rp4 triliun (0,1 persen).

Sumber : L:PS

Menurut data LPS, simpanan deposito Februari 2021 stagnan secara bulanan, berkurang 0,7 persen jika dilihat dalam jangka 3 bulan, turun 0,3 persen dalam 6 bulan dan melemah 0,1 persen sepanjang tahun berjalan (YtD).

Jenis simpanan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah giro yang mencapai 19,8 persen (YoY), sementara sertifikat deposito mengalami penurunan terdalam yakni -77,4 persen (YoY).

Indikasi Ekspansi Bisnis

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan data distribusi simpanan Februari 2021 menjadi indikasi awal ekonomi bergerak ke arah  yang lebih baik.

"Ini mengindikasikan ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat. Pertumbuhan giro yang tinggi, yang disertai oleh penurunan deposito, memberi indikasi para pelaku ekonomi mulai siap-siap melakukan ekspansi dengan menambah dana yang siap pakai lebih banyak," ungkap Purbaya dalam keterangannya (7/4/2021). 

Menurut Purbaya penurunan deposito memperkuat indikasi perkembangan ini, karena pada saat pelaku ekonomi akan meningkatkan aktivitasnya, mereka akan menambah uang kasnya dengan mengurangi deposito mereka." ujarnya.

Farash menambahkan data tersebut mengindikasikan akan adanya ekspansi bisnis oleh pelaku bisnis. Bisa juga disebabkan persiapan pembayaran tunjangan hari raya (THR) atau bonus tahunan atau konsumsi lebaran, atau bayar dividen tahunan.

Menurut Farash jika melihat data tersebut, likuiditas masih tinggi karena simpanan bank naik di atas 13 persen, sementara pertumbuhan kredit masih stagnan.

Untuk diketahui, dana kelolaan industri reksadana pada Maret 2021 menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat Rp565,86 triliun. Jumlah dana kelolaan tersebut, lebih kecil dibandingkan posisi Februari 2021 yang tercatat Rp571,73 triliun.

Farash mengatakan pada Maret ini kelihatan sedikit ada switching ke pendapatan tetap dan sebagian masih di pasar uang oleh investor ini.

"Market obligasi juga baru mulai stabil beberapa hari terakhir, bila terus stabil rasanya dapat semakin menarik investor perbankan," kata Farash.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.