Juara Reksadana Saham, Imbalan Manulife Saham SMC Plus Capai 70 Persen Setahun

Tingginya tingkat imbalan disebabkan oleh alokasi dana 95,6 persen di saham dan 4,4 persen di pasar uang
Abdul Malik • 16 Mar 2021
cover

Kompleks perkantoran Manulife di Ottawa, Kanada. (Shutterstock)

Bareksa.com - Reksadana saham Manulife Saham SMC Plus menjadi produk yang mencatatkan imbalan tertinggi pada periode 12 Maret 2021. Produk reksadana kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia itu mencatatkan return (imbalan) 70,74 persen dalam setahun.

Berdasarkan data dari PT Infovesta Utama, terdapat lima produk reksadanayang merajai imbalan pada periode 12 Maret 2021. Selain Manulife Saham SMC Plus, terdapat juga produk lainnya, yakni OSO Mollucas Fund yang mencatatkan imbalan 75,26 persen, Cipta Saham Unggulan Syariah 72,36 persen, Cipta Saham Unggulan 71,28 persen dan Valbury Equity I 66,26 persen.

Infovesta menilai, tingginya imbalan kelima reksadana saham tersebut seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada periode 12 Maret 2021 yang mencapai 1,59 persen dalam sepekan. Indeks reksadana sahampun juga ikut mengekor peningkatan ini, yakni 0,27 persen dalam satu pekan.

Sementara secara tahunan untuk periode 12 Maret 2021, indeks reksadana saham mampu mencatatkan peningkatan 21,66 persen. Tingkat imbalan ini merupakan tingkat imbalan tertinggi dibandingkan jenis reksadana lainnya, yakni reksadana campuran yang mencapai 18,04 persen, reksadana pendapatan tetap 8,01 persen dan reksadana pasar uang 4,41 persen.

Portofolio Investasi Manulife Saham SMC Plus

Khusus untuk Manulife Saham SMC Plus, tingginya tingkat imbalan juga disebabkan oleh alokasi dana yang menempatkan investasinya sebesar 95,6 persen di saham dan 4,4 persen di pasar uang.

Dalam menempatkan dananya, Manulife memilih saham dengan fundamental yang baik. Adapun 10 saham dengan kepemilikan terbesar di Manulife Saham SMC Plus adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Menurut catatan Bareksa, dalam setahun terakhir per 15 Maret 2021, imbalan Manulife Saham SMC Plus bahkan menembus 82,07 persen. Nilai imbalan itu jauh di atas kinerja Indeks Harga Saham Gabungan yang meningkat 34,83 persen setahun terakhir dan indeks reksadana saham naik 24,1 persen.

Sumber : Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.