Mau Investasi Halal? Ini MI Juara Lonjakan Kelolaan Reksadana Syariah Januari

Meski secara industri kelolaan reksadana syariah terkoreksi pada Januari 2021, namun ada beberapa MI yang mencatatkan lonjakan
Abdul Malik • 18 Feb 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana syariah. (Shutterstock)

Bareksa.com​ - ​Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report January 2021yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana kelolaan reksadana syariah terkoreksi 2 persen secara bulanan/MoM dan year to date/YtD.

Meski begitu, secara tahunan/YoY, dana kelolaan reksadana syariah melesat 31 persen. Pada bulan lalu, dana kelolaan reksadana syariah tercatat Rp73,78 triliun. Sebelumnya pada Desember 2020, dana kelolaan reksadana syariah tercatat Rp74,91 triliun.

Di sisi lain, pada bulan lalu jumlah unit penyertaan reksadana syariah naik 15 persen secara tahunan dan nol persen secara bulanan dan YtD.

Pada Januari 2021, jumlah unit penyertaan reksadana syariah 64,02 miliar unit. Sebelumnya, pada Desember 2020, jumlah unit penyertaan reksadana syariah tercatat 64,14 miliar unit.

MI Lonjakan Dana Kelolaan Reksadana Syariah Tertinggi

Di tengah koreksi dana kelolaan reksadana syariah, masih ada perusahaan manajemen investasi yang membukukan lonjakan dana kelolaan reksadana syariah, bahkan lonjakannya dibandingkan MI lainnya.

Dalam daftar top 20 manajer investasi dana kelolaan reksadana syariah, 10 MI membukukan lonjakan dana kelolaan secara MoM dan YTD, serta ada 16 MI yang kelolaan reksadana syariahnya naik secara tahunan/YoY.

Berikut daftar MI yang mengalami lonjakan pertumbuhan dana kelolaan reksadana syariah :

1. Shinhan AM

Lonjakan dana kelolaan reksadana syariah tertinggi dibukukan Shinhan Asset Management yang dana kelolaannya melesat hingga 372 persen YoY.

Secara bulanan dan YTD, dana kelolaan reksadana syariah Shinhan AM tumbuh 18 persen. Bulan lalu, dana kelolaan reksadana syariah Shinhan AM tercatat Rp1,05 triliun. Shinhan berada di peringkat 18 dan meraih market share 1 persen.

2. Sucorinvest AM

Kenaikan dana kelolaan reksadana syariah tertinggi selanjutkan oleh Sucorinvest Asset Management yang melesat 190 persen YoY dan 40 persen MoM dan YtD, jadi Rp2,37 triliun pada Januari 2021.

Perseroan berada di peringkat 12 besar dari daftar 20 MI dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada Januari 2021, dengan pangsa pasar 3 persen.

3. Bahana TCW

Kemudian dalam daftar top 3 ada Bahana TCW Investment Management yang dana kelolaan reksadana syariahnya meroket hingga 125 persen secara YoY, jadi Rp6,23 triliun.

Bahana berada di peringkat 3 besar MI dengan dana kelolaan reksadana syariah terbesar pada Januari 2021, dengan pangsa pasar 9 persen.

4. Mandiri Investasi

Mandiri Manajemen Investasi juga membukukan dana kelolaan reksadana syariah meroket 81 persen YoY pada Januari 2021, jadi Rp5,53 triliun.

Mandiri Investasi berada di peringkat ketujuh dengan market share 7 persen pada Januari 2021.

5. Henan Putihrai

Lonjakan dana kelolan reksadana syariah tertinggi berikutnya dibukukan Henan Putihrai yang meroket 75 persen YtY.

Henan Putihrai berada di peringkat terakhir pada 20 besar dalam daftar MI juara reksadana syariah pada Januari 2021, dengan market share 1 persen.

Daftar top 20 MI dana kelolaan reksadana syariah terbesar Januari 2021, sebagaimana tabel berikut :

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report January 2021

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadanaBareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report January 2021. Untuk berlangganan laporan ini sila hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.