Ini 5 Manajer Investasi Juara Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap Januari

Ashmore membukukan pertumbuhan kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar YoY mencapai 229 persen
Abdul Malik • 11 Feb 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap (Shutterstock)

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report January 2021, menyebutkan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada Januari 2021 minus 1 persen sepanjang tahun berjalan atau secara year to date (YtD) dan bulanan (MoM) menjadi Rp139,56 triliun.

Koreksi pertumbuhan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap secara industri pada Januari 2021, karena ada 14 dari top 20 MI dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar mengalami penurunan dana kelolaan secara year to date (YTD) dan bulanan (MoM).

Tercatat, hanya 6 perusahaan manajemen investasi (MI) dari top 20 MI, yang membukukan kenaikan AUM reksadana pendapatan tetap (YtD dan YoY).

Kenaikan AUM reksadana pendapatan tetap 6 MI tersebut mulai 1 persen hingga 36 persen YtD dan MoM. Adapun dana kelolaan reksadana pendapatan tetap 14 MI minus antara 1 persen hingga 16 persen.

Meski begitu, secara tahunan (YOY), mayoritas yakni 12 dari Top 20 MI menorehkan kinerja positif. Yakni, dana kelolaan reksadana pendapatan tetapnya tumbuh dari 4 persen hingga 229 persen.

Secara tahunan atau YOY, hanya 8 MI dana kelolaan reksadana pendapatan tetapnya minus 8-34 persen.

Top 5 MI dana kelolaan reksadana pendapatan tetap

Berikut manajer investasi yang berada di peringkat 5 besar dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada Januari 2021.

1. Manulife AM Indonesia

Seperti posisi Desember 2020, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia kembali berada di posisi pertama MI dengan perolehan dana reksadana pendapatan tetap terbesar pada Januari 2021.

Pada bulan lalu, AUM reksadana pendapatan tetap Manulife AM tercatat Rp20,4 triliun, dengan market share 15 persen.

Manulife mencetak kenaikan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap 1 persen secara YtD dan MoM, serta secara tahunan (YoY) meroket 82 persen.

2. Bahana TCW

Posisi Kedua MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada Januari 2021, juga masih ditempati Bahana TCW Investment Management. Dana kelolaan yang dihimpun Bahana TCW Rp12,84 triliun.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Bahana TCW pada Januari 2021, tercatat tumbuh 1 persen secara bulanan (MoM) dan year to date, serta 6 persen secara YoY. Bahana TCW menguasai 9 persen market share reksadana pendapatan tetap.

3. Sinarmas AM

Posisi ketiga dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar Januari 2021, pun masih ditempati oleh Sinarmas AM seperti Desember 2020.

Sinar AM mengantongi dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Rp12,25 triliun dan menguasai market share 9 persen.

4. Batavia PAM

Dibandingkan posisi Desember 2020, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia PAM) naik satu peringkat menjadi peringkat keempat, perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar di Januari 2021.

Nilai dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Batavia PAM Rp11,35 triliun. Market share reksadana pendapatan tetap yang dikuasai Batavia PAM 8 persen.

5. Ashmore AM

Bak bertukar posisi dengan Batavia PAM, pada Januari 2021, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk berada di posisi kelima MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore pada Januari 2021 senilai Rp10,21 triliun dengan market share 7 persen.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore pada bulan lalu minus 16 persen secara MoM dan YTD, namun secara tahunan/YoY tumbuh melesat hingga 229 persen.

Pertumbuhan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore secara tahunan, merupakan yang terbesar.

Daftar peringkat 6 hingga 20 MI dengan kolaan reksadana pendapatan tetap terbesar, sebagaimana tertera dalam tabel berikut :

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report January 2021

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah. Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

Risiko reksadana jenis ini relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun. Reksadana ini cocok untuk investor bertipe konservatif (risk averse).

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report January 2021. Untuk berlangganan laporan ini sila hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.