Ini Top 10 Reksadana Campuran Juara AUM Juli dan Isi Portofolionya

Secara bulanan, mayoritas atau 7 dari top 10 reksadana campuran membukukan kenaikan AUM
Bareksa • 26 Aug 2020
cover

Ilustrasi investasi menabung digambarkan dengan pohon tanaman tumbuh dari tumpukan uang koin receh, mendapat keuntungan investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report July 2020 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyebutkan dana kelolaan reksadana campuran naik tipis 1 persen secara bulanan pada Juli 2020 menjadi Rp25,5 triliun dibandingkan Juni. Namun secara year to date asset under management (AUM) reksadana campuran masih tertekan hingga minus 17,19 persen dan secara tahunan anjlok 16 persen.

Meski nilai dana kelolaan reksadana campuran naik tipis 1 persen, namun sejatinya jumlah unit penyertaan pada Juli 2020 justru turun 1 persen, dari sebelumnya 21,2 miliar unit pada Juni jadi 21,1 miliar unit pada Juli 2020.

Nilai dana kelolaan naik sementara jumlah unit penyertaan menurun, menandakan adanya kenaikan harga nilai aktiva bersih per unit di reksadana campuran. Kondisi itu seiring kembali bergairahnya pasar modal sepanjang Juli 2020 menuju pemulihan dari dampak pandemi Covid-19. 

Tren Dana Kelolaan Reksadana Campuran

Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2020

Seiring kenaikan dana kelolaan reksadana campuran, produk reksadana campuran apa saja yang berhasil menjadi juara AUM pada Juli 2020 dan apa isi portofolionya?

Menurut laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report July 2020, dalam daftar top 10 reksadana campuran dana kelolaan terbesar Juli 2020, kesemuanya masih mencatatkan penurunan AUM secara year to date. Namun secara bulanan, mayoritas atau 7 dari 10 reksadana membukukan kenaikan, 2 satgnan dan 1 sisanya negatif. Berikut ulasannya :


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2020

1. Schroder Dana Campuran Progresif

Schroder Dana Campuran Progresif, reksadana campuran kelolaan PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) berhasil menjuara juara pada Juli 2020. Reksadana ini membukukan AUM Rp1,91 triliun pada Juli, yang secara bulanan naik 4 persen, namun YtD masih minus 8 persen.


Sumber : Bareksa

Kebijakan investasi reksadana ini 35-65 persen dalam ekuitas, dan 35-65 persen dalam efek bersifat utang. Namun sayangnya belum tersedia informasi detail mengenai isi portofolionya.

2.Schroder Dana Terpadu II

Juara dua kembali ditempati reksadana campuran kelolaan Schroders Indonesia, yakni Schroder Dana Terpadu II dengan AUM per Juli 2020 senilai Rp1,16 triliun, yang naik 2 persen secara MoM dan minus 21 persen YtD.


Sumber : Bareksa

Reksadana yang diluncurkan pada Mei 2006 tersebut menggandeng Deutsche Bank AG sebagai bank kustodian. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal dan penjualan kembali Rp100.000.

Tujuan investasi Schroder Dana Terpadu II untuk memperoleh pertumbuhan modal dalam jangka panjang dengan pengelolaan portofolio secara aktif pada saham, obligasi dan pasar uang.

Kebijakan investasinya minimum 35 persen dan maksimum 65 persen pada efek bersifat ekuitas serta minimum 35 persen dan maksimum 65 persen pada efek pendapatan tetap dan instrumen pasar uang.

Top portofolio investasinya berdasarkan fund fact sheet Juli 2020 yakni saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Obligasi Negara Th. 2006 Seri FR0047, Obligasi Negara RI Seri FR0064, Obligasi Negara Seri FR0070 dan Obligasi Negara Seri FR0071.

3. Schroder Dana Kombinasi

Posisi ketiga lagi diisi reksadana campuran kelolaan Schroders Indonesia yakni Schroder Dana Kombinasi dengan dana kelolaan Rp1,15 triliun per Juli 2020, yang melonjak 17 persen MoM namun masih minus 5 persen YtD.

Reksadana yang diluncurkan pada Desember 2004 menggandeng The Hongkong And Shanghai Banking Corporation (HSBC) sebagai bank kustodian. Schroder Dana Kombinasi bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal dan penjualan kembali Rp100.000.


Sumber : Bareksa

Tujuan investasi Schroder Dana Kombinasi untuk memperoleh pertumbuhan penghasilan melalui pengelolaan portofolio secara aktif pada efek ekuitas dan/atau efek pendapatan tetap termasuk obligasi dan instrumen pasar uang, sesuai dengan kondisi perekonomian Indonesia dengan tetap memperhatikan risiko investasi.

Kebijakan investasi minimum 1 persen dan maksimum 30 persen pada efek bersifat ekuitas, minimum 49 persen dan maksimum 79 persen pada efek bersifat utang, serta minimum 1 persen dan maksimum 50 persen pada instrumen pasar uang dan deposito.

Top portofolio investasinya pada Juli 2020 di antaranya Obligasi Negara Th. 2006 Seri FR0040, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0053, Obligasi Negara RI Seri FR0061, ORI0015, dan ORI016. 

4. Capital Balanced Fund

Reksadana campuran Capital Balanced Fund kelolaan PT Capital Asset Management berada di peringkat 4 dengan AUM Rp9678 miliar, atau turun 5 persen secara bulanan dan minus 27 persen secara YtD.


Sumber : Bareksa

Capital Balanced Fund bertujuan untuk mendapatkan peningkatan modal melalui alokasi aset yang fleksibel dengan melakukan investasi pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, instrumen pasar uang dan atau deposito.

Kebijakan investasinya yakni 0-79 persen pada efek bersifat ekuitas, 0-79 persen pada efek bersifat utang serta 0-79 persen di pasar uang dan deposito. Sayangnya belum ada informasi terbaru mengenai isi portofolionya.

5. Insight Benefit Balanced Fund

Reksadana campuran Insight Benefit Balanced Fund kelolaan PT Insight Investments Management berada di urutan kelima dengan A dengan AUM Rp864,6 miliar, yang stagnan secara bulanan dan masih minus 3 persen YtD.


Sumber : Bareksa

Reksadana ini diluncurkan pada September 2019 dengan menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank kustodian. Namun sayangnya tidak tersedia informasi lebih lanjut mengenai reksadana ini.

6. Panin Dana Berimbang

Reksadana kelolaan PT Panin Asset Management berada di urutan keenam dengan AUM Rp819 miliar, atau naik 3 persen secara bulanan. Reksadana yang diluncurkan pada Februari 2020 ini menggandeng Deutsche Bank AG sebagai bank kustodian. Sayangnya belum tersedia informasi detail mengenai isi portofolio reksadana ini.


Sumber : Bareksa

7. Syailendra Dana Investasi Dinamis

Reksadana campuran Syailendra Dana Investasi Dinamis kelolaan PT Syailendra Capital berada di posisi ketujuh dengan AUM Rp770 miliar, atau naik 3 persen secara bulanan dan melesat 89 persen YtD. Reksadana yang diluncurkan pada Juli 2015 ini menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank kustodian. Reksadana ini juga tidak menyediakan detail informasi portofolionya.


Sumber : Bareksa

8. Syailendra Indo Balance Fund

Produk reksadana campuran Syailendra Capital kembali menempati daftar top 10 AUM terbesar. Syailendra Indo Balance Fund berada di posisi 8 dengan dana kelolaan Rp751,1 miliar atau naik 3 persen secara bulanan dan minus 9 persen YtD. Reksadana ini diluncurkan pada Maret 2011 dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai bank kustodian. Detail informasi isi portofolio reksadana ini juga belum tersedia.


Sumber : Bareksa

9. Insight Tunas Bangsa Balanced Fund 2

Posisi 9 kembali ditempati produk reksadana campuran kelolaan PT Insight Investments Management, yakni Insight Tunas Bangsa Balanced Fund 2. Reksadana ini membukukan AUM Rp710,7 miliar pada Juli 2020, atau stagnan secara bulanan dan masih minus 7 persen YtD. Diluncurkan pada Oktober 2018, reksadana ini menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank kustodian. Namun juga tidak tersedia informasi detail mengenai isi portofolio reksadana ini.


Sumber : Bareksa

10. Manulife Dana Campuran II

Posisi 10 ditempati Manulife Dana Campuran II, reksadana kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan AUM Rp691,8 miliar, atau naik 3 persen secara bulanan dan minus 15 persen YtD. Reksadana ini diluncurkan pada Januari 2009 dengan menggandeng The Hongkong And Shanghai Banking Corporation (HSBC) sebagai bank kustodian. Reksadana ini bisa dibeli di Bareksa dengan minimum pembelian awal Rp100.000.


Sumber : Bareksa

Manulife Dana Campuran II memiliki tujuan investasi untuk mendapatkan peningkatan modal dan aliran pendapatan yang menarik. Kebijakan investasinya minimum 40 persen dan maksimum 60 persen pada efek bersifat ekuitas, minimum 40 persen dan maksimum 60 persen pada efek bersifat utang, serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Top portofolio investasinya menurut fund fact sheet Juli 2020 di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), obligasi ADMFIJ 7,5 persen 03/21/23, BNIIIJ 7,15 persen 03/15/23, INDOGB 7,5 persen 06/15/35 dan PLBIVJ 9,15 persen 07/04/25.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report July 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.