Dana Kelolaan Tumbuh Tertinggi, Ini 5 Reksadana Pasar Uang AUM Terbesar Juli

Per Juli 2020 reksadana pasar uang menjadi satu-satunya jenis reksadana yang mengalami pertumbuhan AUM double digit
Bareksa • 13 Aug 2020
cover

Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara secara online digital yang ditampilkan dengan uang rupiah kertas lembaran Rp100 ribu dengan layar handphone smartphone. shutterstock

Bareksa.com - Melewati periode Juli 2020, industri reksadana di Indonesia kembali berhasil bangkit setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Hal itu tercermin dari meningkatnya nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) yang terbilang cukup besar.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksadana tercatat Rp503,26 triliun per Juli 2020, atau naik Rp20,71 triliun (4,29 persen) dibandingkan bulan Juni 2020 yang sebesar Rp482,55 triliun.

Sekadar informasi, kenaikan dana kelolaan yang dicatatkan pada Juli 2020, merupakan yang kedua kali beruntun sejak bulan Juni 2020.

NAB Reksadana per Jenis Juni-Juli 2020

Sumber: OJK, diolah Bareksa

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, per Juli 2020 reksadana pasar uang menjadi satu-satunya jenis reksadana yang mengalami pertumbuhan double digit dibandingkan dengan jenis lainnya, yakni 18,72 persen atau sekitar Rp11,97 triliun.

Catatan tersebut masih menggambarkan pelaku pasar masih banyak memilih atau menempatkan dananya ke jenis reksadana yang memiliki risiko rendah di tengah kondisi gejolak pasar keuangan yang cukup tinggi saat pandemi Covid-19.

Dari total AUM reksadana pasar uang yang mencapai Rp75,91 triliun tersebut, produk reksadana pasar uang mana saja yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Juli 2020?

Top 5 Reksadana Pasar Uang Dana Kelolaan Terbesar per Juli 2020


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Mengacu pada data tersebut, saat ini terdapat 5 produk reksadana pasar uang dengan AUM terbesar.

Mandiri Investa Pasar Uang merupakan reksadana yang dikelola PT Mandiri Manajemen Investasi berada di urutan pertama produk reksadana pasar uang dengan AUM terbesar yakni mencapai Rp11,31 triliun.

Berikutnya di urutan kedua Sucorinvest Money Market Fund yang dikelola PT Sucorinvest Asset Management dengan dana kelolaan Rp6,11 triliun, kemudian di urutan ketiga Eastspring Investments Cash Reserve Kelas B yang dikelola PT Eastspring Investments Indonesia dengan AUM Rp5,74 triliun.

Lalu di urutan keempat dan kelima ditempati oleh produk kelolaan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen dan PT Bahana TCW Investment Management yakni Batavia Dana Kas Maxima dengan AUM Rp4,77 triliun dan Bahana Dana Likuid dengan dana kelolaan Rp4,14 triliun.

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Selain itu, reksadana pasar uang bisa berinvestasi di efek surat utang atau obligasi. Biasanya, kupon atau imbal hasil obligasi ini juga bisa lebih tinggi daripada bunga deposito. Alhasil, ini bisa juga mendorong keuntungan reksadana pasar uang.

Reksadana pasar uang cocok untuk investor pemula yang baru mengenal investasi karena risikonya rendah. Selain itu, kinerjanya cukup stabil sehingga cocok untuk investasi jangka pendek (sekitar setahun).

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.