Lima Reksadana Ini Untung Hingga 91 persen dalam 3 Tahun, Apa Isi Portofolionya?

Tercatat dalam 3 tahun terakhir per 15 Oktober 2018, Indeks Harga Saham Gabungan hanya tumbuh 26.66 persen
Bareksa • 17 Oct 2018
cover

Ilustrasi investor pria dan wanita berhijab syariah berdiskusi sambil melihat laptop membahas investasi saham reksadana obligasi surat utang

Bareksa.com - Teknologi  yang berkembang di zaman sekarang ini membuat semua orang berlomba-lomba memanfaatkannya untuk mengaplikasikan segala sesuatu dalam aspek kehidupan. Pemanfaatan teknologi kini sudah dilakukan di berbagai  kegiatan, seperti dalam bersosialisasi, berdagang bahkan untuk berinvestasi.

Kini, di era serba canggih ini, Bareksa yang merupakan platform terintegrasi pertama di Indonesia menawarkan berbagai jenis cara untuk berinvestasi secara online, termasuk berinvestasi reksadana yang memberikan keuntungan yang lebih maksimal daripada sekadar menabung.

Di marketplace Bareksa, terdapat jenis reksadana saham, pasar uang, campuran, dan pendapatan tetap serta yang bisa dipilih untuk jangka waktu yang berbeda. Untuk berinvestasi dengan jangka panjang, yakni tiga hingga lima tahun ke atas, Anda bisa mencoba reksadana saham.

Setiap jenis reksadana yang terdapat di marketplace Bareksa  mendapatkan keuntungan yang maksimal. Contohnya lima reksadana saham terbaik dari sisi imbal hasil ini bisa memberikan return 40 persen hingga 91 persen dalam tiga tahun terakhir (per 15 Oktober 2018).

Lima reksadana saham tersebut adalah Sucorinvest Equity Fund, Sucorinvest Sharia Equity Fund, Sucorinvest Maxi Fund, Simas Saham Unggulan, dan Pinnacle Strategic Equity Fund.

Keuntungan yang dibukukan oleh lima reksadana saham tersebut jauh melampaui indeks acuannya. Tercatat dalam 3 tahun terakhir per 15 Oktober 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya tumbuh 26.66 persen, indeks LQ45 naik 16,58 persen serta indeks reksadana saham hanya mencetak return 9,66 persen.

Perbandingkan Return IHSG, Indeks LQ45 dan Indeks Reksadana Saham 3 Tahun Terakhir


Sumber : Bareksa

Artinya reksadana saham yang mampu mencetak return 91,82 persen telah memberikan keuntungan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan return IHSG.

Top 5 Reksadana Saham Return Tertinggi 3 Tahun Terakhir (per 15 Oktober 2018)


Sumber :Bareksa

Apa saja isi portofolio lima reksadana saham return tertinggi dalam 3 tahun tersebut? Simak ulasan betikut.

1. Sucorinvest Equity Fund

Sucorinvest Equity Fund merupakan produk reksadana saham yang dikelola oleh PT Sucor Asset Management dengan dana kelolaan Rp915,6 miliar. Sucorinvest Equity Fund menduduki peringkat pertama dengan mencetak return 91,82 persen dalam tiga tahun terakhir.

Dana Kelolaan Sucorinvest Equity Fund


Sumber : Bareksa

Reksadana saham ini diluncurkan pada 8 Mei 2012 dengan minimum pembelian Rp100.000. Kebijakan investasinya adalah 80 persen dalam ekuitas (60 persen merupakan saham-saham LQ45) dan antara 0 persen hingga 20 persen dalam instrumen pasar uang.

Top holding portofolio investasi produk reksadana in saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

NAB per Unit Sucorinvest Equity Fund


Sumber : Bareksa

Sucorinvest Equity Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan jangka panjang dengan melakukan investasi pada saham dengan minimum 60 persen dari keseluruhan ekuitas yang diinvestasikan pada saham-saham LQ 45.

2. Sucorinvest  Sharia Equity Fund

Reksadana saham yang dirilis pada 8 November 2013 ini memiliki dana kelolaan sebesar Rp193 miliar. Sucorinvest  Sharia Equity Fund juga dikelola oleh PT Sucor Asset Management dan mendapatkan keuntungan 79,88 persen dalam tiga tahun terakhir. Produk dari Sucorinvest AM ini dapat dibeli dengan minimum pembelian Rp100.000.

Sucorinvest Sharia Equity Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan dalam jangka panjang pada saham berbasis syariah dengan melakukan investasi minimum 25 persen dari net asset value (NAV) diinvestasikan pada saham-saham berkapitalisasi kecil – menengah yang memiliki pertumbuhan bisnis yang baik.

NAB per Unit Sucorinvest Sharia Equity Fund


Sumber : Bareksa

Kebijakan investasi produk reksadana saham ini adalah minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas, syariah serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Beberapa saham yang menjadi top holding dalam portofolio reksadana Sucorinvest Sharia Equity Fund antara lain saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bisi International Tbk (BISI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI) dan PT Samindo Resources Tbk (MYOH).

Dana Kelolaan Sucorinvest Sharia Equity Fund


Sumber : Bareksa

3. Sucorinvest Maxi Fund

Produk reksadana saham yang menempati posisi ketiga ini juga dikelola oleh PT Sucorinvest AM. Berdasarkan fund fact sheet per September 2018, portofolio investasi produk reksadana saham ini PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), money market, dan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).

NAB per Unit Sucorinvest Maxi Fund

Sumber :Bareksa

Reksadana saham Sucorinvest Maxi Fund yang dapat dibeli dengan minimum pembelian Rp100.000 ini mencetak return 78,42 persen dalam tiga tahun terakhir.

Sucorinvest Maxi Fund bertujuan untuk memberikan apresiasi modal dan tingkat keuntungan yang optimal dalam jangka panjang dengan mengkapitalisasi pasar modal Indonesia.

Produk yang memiliki dana kelolaan sebesar Rp271,04 miliar ini memiliki kebijakan investasi minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat saham serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Dana Kelolaan Sucorinvest Maxi Fund

Sumber :Bareksa

4. Simas Saham Unggulan

Reksadana yang dirilis 18 Desember  2012 dan memiliki dana kelolaan Rp1,96 triliun per Agustus 2018. Produk kelolaan PT Sinarmas Asset Management ini bertujuan memperoleh pendapatan yang optimal dalam jangka panjang dengan tingkat fleksibilitas investasi yang cukup tinggi serta mengurangi risiko dengan berbagai jenis investasi portofolio efek yang terdiri dari efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang dan/atau efek beragun asset serta instrumen pasar uang sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku.

NAB per Unit Simas Saham Unggulan


Sumber :Bareksa

Produk dari Sinarmas AM ini memberikan return 48,74  persen dalam 3 tahun dengan nilai minimum pembelian awal Rp200.000.

Beberapa saham yang menjadi top holding dalam portofolio reksadana Sinarmas Saham Unggulan antara lain saham  PT Bank Bri syariah Tbk (BRIS), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sumber : Bareksa

5. Pinnacle Strategic  Equity Fund

Reksadana Pinnacle Strategic Equity Fund dikelola oleh PT Pinnacle Persada Investama. Berdasarkan fund fact sheet Agustus 2018, reksadana ini membenamkan portofolio investasinya di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Reksadana yang diluncurkan sejak 15 Oktober 2015 kini telah memiliki dana kelolaan Rp113,7 miliar dengan return selama 3 tahun 40,21 persen.

NAB per Unit Pinnacle Strategic Equity Fund


Sumber : Bareksa

Pinnacle Strategic Equity Fund bertujuan untuk memberikan tingkat pengembalian yang optimal atas nilai investasi jangka panjang yang menarik dengan investasi pokok pada efek bersifat ekuitas atau saham.

Produk reksadana saham ini memiliki kebijakan investasi minimum 80 persen dan maksimal 100 persen dari nilai aktiva bersih (NAB) pada efek bersifat ekuitas atau saham serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen dari NAB pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau efek bersifat utang.

Sumber : Bareksa

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.