BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Pasar Saham Anjlok, Investor Alihkan Dana ke Reksa Dana Pasar Uang

Bareksa07 September 2015
Tags:
Pasar Saham Anjlok, Investor Alihkan Dana ke Reksa Dana Pasar Uang
A woman holds Indonesian rupiah notes at a money changer in Jakarta, March 23, 2015. REUTERS/Beawiharta

Saat dana kelolaan jenis reksa dana lain turun, dana kelolaan reksa dana pasar uang justru naik 3,9 persen

Bareksa.com - Makin anjloknya pasar saham pada Agustus 2015 ternyata tidak mengurangi minat investor untuk berinvestasi pada reksa dana, meskipun memang investor kini lebih selektif melakukan pembelian instrumen investasi tersebut. Hal tersebut tampak dari meningkatnya dana kelolaan reksa dana pasar uang bulan lalu.

Dana kelolaan mencerminkan jumlah dana yang dikelola oleh Manajer Investasi terhadap suatu jenis reksa dana. Biasanya semakin besar dana kelolaan reksa dana menandakan semakin besarnya kepercayaan investor untuk menginvestasikan dananya pada produk investasi tersebut.

Dana kelolaan reksa dana pasar uang pada bulan lalu naik 3,9 persen menjadi Rp31,2 triliun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Padahal dana kelolaan reksa dana jenis lainnya justru menurun.

Promo Terbaru di Bareksa

Gambar: Pangsa Pasar Industri Reksa Dana Agustus 2015

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Dana kelolaan industri reksa dana secara keseluruhan pada Agustus 2015 turun 3,5 persen menjadi Rp252,5 triliun dibanding bulan sebelumnya. Turunnya dana kelolaan industri reksa dana didorong oleh penurunan tajam pada dana kelolaan reksa dana saham yang merupakan jenis reksa dana dengan pangsa pasar terbesar dalam industri.

Imbas dari penurunan pasar saham akibat sentimen luar negeri, pangsa pasar reksa dana saham turun 5,7 persen menjadi 39,87 persen dari 40,79 persen pada bulan sebelumnya.

Adanya devaluasi mata uang China, Yuan, dan juga terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menjadi salah satu faktor yang membuat pasar saham tertekan. Akibatnya investor memilih menarik dananya atau memindahkan sementara dana miliknya ke investasi lainnya yang relatif aman.

Peluang ini pun ditangkap sejumlah perusahaan aset manajemen untuk merilis reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang lebih menarik dibanding deposito karena dapat dicairkan sewaktu-waktu dan return yang dihasilkan pun relatif lebih besar dibandingkan deposito. (Baca juga: 'Menabung' di Reksa Dana Pasar Uang: Minim Risiko, Lebih Menarik dari Deposito)

Dengan kondisi pasar saham yang sedang mengalami penurunan ini sebagian investor memindahkan dana investasinya sementara ke reksa dana pasar uang. Saat kondisi pasar saham sudah pulih, maka investor akan kembali masuk ke pasar saham.

Tingginya minat investor pada reksa dana pasar uang dapat terlihat pada kenaikan dana kelolaannya, terutama reksa dana yang baru saja diterbitkan.

Tabel: Kenaikan Dana Kelolaan Reksa Dana Pasar Uang Tertinggi pada Agustus 2015

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Dana kelolaan reksa dana PNM Dana Tunai naik secara drastis. Pada Agustus lalu, dana kelolaan reksa dana milik PNM Investment Management yang baru dirilis pada Maret 20150, melonjak 410,27 persen menjadi Rp605,6 miliar.

Sama seperti reksa dana PNM, reksa dana kelolaan PT Maybank Asset Management, yaitu Maybank GMT Syariah Money Market Fund, mengalami kenaikan dana kelolaan sekitar 291,23 persen menjadi Rp102,4 miliar. Padahal reksa dana ini juga baru saja dipasarkan Maret lalu.

Dana kelolaan Danareksa Seruni Pasar Uang VI naik 149,45 persen menjadi Rp251,4 miliar pada Agustus lalu. Reksa dana kelolaan PT Danareksa Investment Management ini mulai dipasarkan sejak awal tahun ini.

Namun, perlu diperhatikan, kenaikan dana kelolaan yang sangat drastis pada beberapa reksa dana belum tentu akibat pembelian (subscription) oleh investor. Ada kalanya kenaikan dana kelolaan reksa dana yang baru saja dipasarkan karena perusahaanlah yang menyuntik dana pada reksa dana tersebut agar manajer investasi lebih leluasa mengelolanya.

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,07

Down- 0,08%
Up1,42%
Up0,63%
Up7,51%
Up19,89%
Up14,23%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.170,32

Down- 0,06%
Up2,00%
Up1,31%
Up7,13%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.202,42

Up0,40%
Up2,22%
Up1,49%
Up7,69%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045

Down- 0,51%
Up1,03%
Down- 0,25%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua