BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

IHSG Turun, Saatnya Beli Reksa Dana Saham

09 Juni 2015
Tags:
IHSG Turun, Saatnya Beli Reksa Dana Saham
A teller counts Indonesian Rupiah notes inside a money changer in Jakarta, Indonesia, June 4, 2015. REUTERS/Nyimas Laula

Sejak awal tahun, IHSG sudah merosot 4,55 persen

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan hari ini ditutup turun 1,68 persen ke level 5.014,99. Bahkan, bila dihitung sejak awal tahun, IHSG sudah merosot 4,55 persen. Seiring dengan kinerja IHSG, indeks reksa dana saham juga menurun lebih dalam. Indeks reksa dana saham sudah turun 5,08 persen secara year-to-date. Sebagai investor reksa dana, perlukah kita khawatir dengan situasi ini?

Ratih D. Item, Presiden Direktur PT Sucorinvest Central Gani menjelaskan bahwa investor jangka panjang tidak perlu panik. Seharusnya, momen seperti ini dimanfaatkan investor untuk membeli reksa dana lebih banyak dengan nilai aset bersih (NAB) yang lebih murah.

"Dengan kondisi ini nilai NAB justru lebih murah untuk average down. Dengan average down, yaitu membeli saat nilai turun produk yang dibeli saat harga tinggi, investor akan mendapat return lebih tinggi kalau kondisi kembali lagi. Average down memang dilakukan untuk mengurangi kerugian," katanya ketika ditemui di sela-sela penandatanganan kerja sama Sucorinvest dengan Bank BRI di Jakarta, 8 Juni 2015.

Promo Terbaru di Bareksa

Grafik Pergerakan IHSG vs Reksa Dana Saham Sejak Awal 2015 (YTD)

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Selain itu, kata dia, nasabah reksa dana juga disarankan untuk berinvestasi rutin untuk memaksimalkan imbal hasilnya. Meskipun dana investasi sedikit, bila diangsur tidak akan terasa berat.

"Reksa dana itu lebih untuk investasi tiap bulan. Asal konsisten walau IHSG lagi naik atau turun, tetap investasi. Itu yang paling banyak menikmati return," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Investasi PT Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul mengatakan secara siklusnya, periode Mei biasanya terjadi koreksi di saham. "Kondisi ini diperparah dengan jeleknya kinerja laba bersih kuartal pertama. Makanya investor sell off."

Menurut dia, kondisi turun ini merupakan peluang para investor untuk masuk. Level 5.000 di IHSG merupakan momen yang baik untuk membeli, meskipun secara teknikal ada kemungkinan penurunan lebih dalam.

"Mudah-mudahan balik ke 5.250 dalam waktu 1 hingga 2 bulan ke depan sebelum kita lihat dampak proyek infrastruktur pemerintah. Akhir tahun IHSG seperti diprediksikan 5.700-5.800 tentu saja masih mungkin," katanya.

Sebagai manajer investasi, Jemmy pun harus memilah sektor yang cocok untuk menjadi targetnya. Fokus utamanya saham dalam indeks LQ45 alias saham-saham blue chip.

"Kami akan pilih blue chip saat indeks balik arah. Termasuk Astra, sektor bank, telko, konsumer akan cepat naik saat indeks pulih. Maka kita fokus ke saham dalam LQ45."

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,17

Up0,29%
Up4,81%
Up0,46%
Up9,43%
Up19,39%
Up10,37%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.191,16

Up0,44%
Up3,96%
Up0,52%
Up8,80%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.163,36

Up0,59%
Up4,39%
Up0,69%
Up8,73%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.047,21

Down- 0,58%
-
Up0,24%
---
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua