KSEI : Peserta Tapera Masuk, Jumlah Investor Tembus 9,33 Juta Orang

Peserta Tapera masuk kategori investor produk keuangan lain di luar pasar modal
Abdul Malik • 02 Jul 2021
cover

Ilustrasi dana Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera yang dikelola oleh manajer investasi. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor atau single investor identification (SID) saat ini sudah mencapai 9,33 juta orang. Pertumbuhan jumlah investor ini ditopang oleh masuknya peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebanyak 3,91 juta orang.

"Konsep identitas tunggal yang telah digunakan KSEI untuk mengembangkan nomor SID terbukti mampu menjadi identifikasi investor di pasar modal dimanfaatkan juga untuk produk keuangan lain di luar pasar modal," jelas Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7).

Dengan begitu peserta Tapera masuk kategori investor produk keuangan lain di luar pasar modal. Adapun untuk jumlah investor pasar modal, KSEI mencatat sudah menembus 5,5 juta orang hingga 15 Juni 2021. Nilai ini meningkat 41,8 persen dibandingkan akhir 2020 yang sebanyak 3,88 juta orang.

Pertumbuhan jumlah investor ini ditopang oleh investor reksadana yang mencapai 4,82 juta orang, investor saham 2,43 juta orang dan investor surat berharga negara (SBN) 531,46 ribu orang.

Investor reksadana, saham dan SBN ini masing-masing meningkat 51,96 persen, 43,66 persen dan 15,44 persen dibandingkan akhir 2020.

Sumber : KSEI

Dilihat dari jenis kelaminnya, investor laki-laki mendominasi investor pasar modal sebanyak 61,99 persen. Kemudian, investor dengan jenjang pendidikan SMA menjadi investor pasar modal terbanyak, yakni sebesar 49,38 persen.

Lalu, pegawai negeri dan pegawai swasta mendominasi jumlah investor dengan persentase 35,83 persen. Selanjutnya, investor pasar modal atau sebanyak 54,01 persen memiliki rata-rata penghasilan Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Sumber : KSEI

Terkait dengan program Tapera, Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam hal ini menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Pasar modal pun terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan BP Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dalam menyukseskan kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menjelaskan, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam program Tapera yang menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menghimpun dan menyediakan dana pembiayaan perumahan.

Pertama, kondisi pasar modal atau sektor keuangan Indonesia. Kedua, strategi investasi BP Tapera dalam mengembangkan sektor perumahan di Indonesia.

Jika dilihat dari kondisi pasar modal Indonesia, tahun 2020 adalah tahun yang berat. Namun, sejak awal tahun ini, pasar modal Indonesia sudah mulai membaik. Pasalnya, modal asing sudah masuk ke Indonesia. Bahkan, terdapat sejumlah unicorn yang berencana go public.

“Itulah sebabnya ancang-ancang modal masuk ke Indonesia itu ada,” kata Poltak dalam keterangan tertulis.

Ditinjau dari transaksi pasar modal Indonesia, transaksi saham di BEI sebutnya, nilainya mencapai Rp13,6 triliun per hari. Angka tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan bisa dikategorikan cukup likuid.

Sejauh ini, jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI sebanyak 728. Di bursa global, Thailand dan Malaysia memang berada di atas Indonesia.

"Namun, Indonesia masih lebih baik jika dikomparasikan dengan Singapura dan Jerman," ujarnya.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.