BI Sebut Pelantikan Biden akan Tarik Inflow Rp269 T, Peluang Reksadana Saham

Aliran dana asing juga sudah terasa di pasar saham, sejak awal tahun hingga 21 Januari 2021 net buy asing Rp11,25 triliun
Abdul Malik • 22 Jan 2021
cover

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bank Indonesia mengungkapkan, dilantiknya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru akan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sentimen positif di pasar keuangan didorong oleh pernyataan Joe Biden terkait upaya percepatan vaksinasi Covid-19, serta kemungkinan adanya peningkatan ekspansi fiskal yang semakin mendorong pemulihan ekonomi di AS.

“Kita juga cermati statement dalam inagurasi Joe Biden, bahwa kondisi pasar keuangan global kemudian semakin positif,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (21/1) dilansir Investor Daily.

Dia memperkirakan sentimen positif juga akan mendorong aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik mencapai US$19,1 miliar atau sekitar Rp269,3 triliun. Perkiraan ini jauh lebih tinggi dibandingkan aliran masuk modal asing sepanjang 2020 yang tercatat mencapai US$11 miliar.

Dampak Terhadap Kinerja Reksadana

Seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian global, termasuk arah kebijakan fiskal pemerintah AS yang baru, serta di tengah kondisi likuiditas global yang melimpah dan suku bunga yang tetap rendah, perkembangan ini kembali mendorong aliran modal ke negara berkembang dan menopang penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Aliran dana asing juga sudah terasa di pasar saham, di mana sejak awal tahun hingga 21 Januari 2021, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp11,25 triliun. Hal tersebut sukses mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 7,27 persen tahun berjalan (YtD).

Sumber: Bareksa

Kondisi pasar saham yang terapresiasi hingga saat ini, tentu turut berdampak positif terhadap kinerja reksadana saham yang tercermin dari indeks reksadana saham di Bareksa yang naik 5,44 persen YtD, tertinggi dibandingkan jenis lainnya.

Sementara itu di pasar obligasi, kepemilikan investor asing atas Surat Berharga Negara (SBN) juga ikut terpantau naik sebesar Rp6,51 triliun dari sebelumnya Rp973,91 triliun per 30 Desember 2019, menjadi Rp980,42 triliun per 21 Januari 2021.

Namun di sisi lain, pasar obligasi saat ini justru mengalami koreksi yang tercermin dari Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang tercatat -1,12 persen YtD. Hal tersebut membuat kinerja reksadana pendapatan tetap ikut melemah dengan kinerja -1,01 persen YtD.

Melihat kondisi arus dana asing yang hingga pekan ketiga Januari 2021 ini terus masuk ke pasar keuangan dalam negeri, diharapkan ke depan masih banyak lagi capital inflow ke Tanah Air yang bisa mendorong kinerja pasar saham maupun pasar obligasi semakin positif, terlebih dengan adanya stimulus fiskal jumbo dari Presiden baru AS.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.