Lebih dari 50 Persen Investor Pasar Modal Punya Rekening di Fintech

Total investor reksadana di selling agent fintech mencapai 1,81 juta
Hanum Kusuma Dewi • 01 Dec 2020
cover

Ilustrasi sejumlah investor muda pemula awam generasi milenial berinvestasi di reksadana saham obligasi surat utang negara fintech lending menggunakan gadget

Bareksa.com - Sepanjang tahun berjalan, jumlah investor pasar modal telah meningkat 42,19 persen. Peningkatan ini salah satunya didukung oleh investor reksadana yang berinvestasi melalui agen penjual reksadana dengan financial technology (fintech). 

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 20 November 2020, jumlah investor pasar modal keseluruhan mencapai 3,53 juta single investor identification (SID), yang meliputi investor saham, reksadana dan obligasi negara. Angka ini naik 36,13 persen dibandingkan jumlah investor di akhir 2019. 

Pertumbuhan jumlah investor lebih banyak didorong oleh reksadana yang mencatat pertumbuhan 59,32 persen menjadi 2,83 juta investor. Sementara itu, investor surat berharga negara (SBN) tercatat sebanyak 448.147, naik 41,70 persen dari akhir tahun lalu.  

Grafik Pertumbuhan Jumlah Investor Reksadana
Sumber: KSEI

Data statistik KSEI juga mencatat bahwa lebih dari 50 persen investor pasar modal memiliki rekening di agen penjual reksadana atau selling agent fintech (SA fintech). Total investor reksadana di selling agent fintech mencapai 1,81 juta, dengan 99 persen adalah investor individu atau ritel. 

"Dukungan keberadaan SA Fintech dalam industri Reksa Dana terlihat jelas dari pertumbuhan Asset Under Management (AUM) dengan rata-rata kenaikan sekitar 200 persen per tahun, serta frekuensi transaksi yang meningkat tajam," tulis press release bersama Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia, 1 Desember 2020. 

Grafik Porsi Investor Pasar Modal Melalui Fintech
Sumber: KSEI

Adapun reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap merupakan dua jenis reksadana yang memiliki dana kelolaan terbesar dan investor terbanyak di SA Fintech. Sebagai informasi, kedua jenis reksadana tersebut memiliki risiko rendah karena reksadana pasar uang berisikan mayoritas deposito dan instrumen pasar uang, sementara reksadana pendapatan tetap berisikan efek surat utang dan atau sukuk. 

Kekuatan industri fintech tersebut juga disebabkan dominasi investor milenial yang berinvestasi di pasar modal Indonesia. Pada 19 November, tercatat lebih dari 70 persen investor berada dalam rentang usia sampai dengan 40 tahun. 

Adapun dari sisi demografi, investor didominasi oleh laki-laki (61,14 persen), pegawai swasta (52,91 persen), lulusan sarjana (44,40 persen), dan memiliki penghasilan Rp10-100 juta (58,09 persen). Sementara berdasarkan domisili, investor Pasar Modal Indonesia sebagian besar berada di Pulau Jawa (72,23 persen).


***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.