Imbal Hasil 10 Reksadana Ini Tertinggi pada Juli, Saham dan Indeks Mendominasi

10 reksadana tersebut membukukan imbal hasil 6,3 persen hingga 9,3 persen sebulan
Bareksa • 03 Aug 2020
cover

Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham dan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Bareksa.com - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara bulanan tercatat naik mengencang pada bulan lalu dibandingkan Juni. IHSG sepanjang Juli tercatat melonjak 4,98 persen ditutup di 5.150, naik lebih kencang dibandingkan sepanjang Juni 2020 yang secara bulanan menguat 3,19 persen ditutup di 4.905.

Seiring bergairahnya pasar saham sepanjang Juli 2020, kinerja mayoritas indeks reksadana turut cemerlang. Tarcatat berdasarkan data Bareksa, 6 dari 8 indeks reksadana membukukan kinerja positif sepanjang bulan lalu.

Kenaikan tertinggi dibukukan indeks reksadana saham yang naik 3,45 persen sebulan pada Juli. Kemudian diikuti reksadana saham syariah yang naik 2,52 persen, indeks reksadana campuran (2,43 persen), indeks reksadana campuran syariah (1,84 persen), indeks reksadana pendapatan tetap (1,73 persen) dan indeks reksadana reksadana pendapatan tetap syariah (0,7 persen).

Sementara dua indeks lainnya yakni indeks reksadana pasar uang dan pasar uang syariah masing-masing mencatatkan minus 0,05 persen dan negatif 0,12 persen.


Sumber : Bareksa

Tren terus naiknya IHSG sepanjang bulan lalu, menurut Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee seiring dibukanya kembali aktivitas ekonomi. Bahkan pada Juli IHSG akhirnya menembus level 5.000 meski masih dibayangi volatilitas.Sepanjang Juli 2020, kinerja pasar saham masih ditopang oleh optimisme kenormalan baru, tidak adanya gelombang kedua, kemajuan pembuatan vaksin Covid-19, serta sentimen positif dari laporan keuangan perusahaan khususnya di bursa Amerika Serikat.

"Namun, jelang akhir bulan sentimen positif tersebut mulai pudar dan mulai tertekan oleh sejumlah sentimen negatif seperti meningkatnya tensi antara AS dan China serta kurang mulusnya stimulus perekonomian AS," ujar Hans dalam keterangannya (2/8/2020).

Top 10 Reksadana Juara Return Juli 2020

Kinerja IHSG dan mayoritas indeks reksadana yang positif sepanjang Juli 2020, apa saja produk reksadana yang membukukan return tertinggi pada bulan lalu? Berdasarkan daftar reksadana yang dijual di Bareksa, top 10 reksadana return tertinggi sepanjang bulan lalu diisi oleh reksadana saham dan reksadana indeks & ETF. 10 reksadana tersebut membukukan imbal hasil 6,3 persen hingga 9,3 persen sebulan.

Dalam daftar 10 reksadana tersebut, Manulife Aset Manajemen Indonesia menempatkan empat produk reksadana sahamnya. Enam lainnya diisi oleh produk reksadana dari masing-masing manajer investasi yang berbeda.

Posisi pertama ditempati reksadana saham Aurora Dana Ekuitas dengan return 9,2 persen sebulan. Kedua ditempati reksadana saham Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS dengan imbal hasil 9,06 persen. Peringkat ketiga ditempati reksadana indeks besutan Syailendra Capital yakni Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund dengan imbal hasil 8,28 persen.

Peringkat empat hingga tujuh kembali ditempati reksadana saham yakni Manulife Saham Andalan dengan imbal hasil 7,55 persen, Manulife Dana Saham Kelas A (7,01 persen), Mega Asset Maxima (6,97 persen), dan Manulife Saham SMC Plus (6,97 persen).

Posisi 8 dan 9 diisi oleh reksadana indeks yakni RHB SRI KEHATI Index Fund dengan return 6,75 persen dan Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati dan imbalan 6,65 persen. Terakhir di posisi 10 ditempati reksadana saham Eastspring Investments Value Discovery Kelas A dengan imbal hasil 6,3 persen. 


Sumber : Bareksa

Daftar top 10 reksdana dengan return tertinggi pada Juli 2020 sedikit berbeda dibandingkan Juni. Berdasarkan daftar reksadana yang dijual di Bareksa, top 10 reksadana return tertinggi sebulan pada Juni 2020, diisi oleh 9 produk reksadana saham dan 1 reksadana campuran. 10 produk reksadana tersebut membukukan imbal hasil 7,91 persen hingga 10,17 persen.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.