BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

Saham Tambang Ini Beri Return 485% Selama 2016, Bagaimana Analisisnya?

Bareksa10 Oktober 2016
Tags:
Saham Tambang Ini Beri Return 485% Selama 2016, Bagaimana Analisisnya?
Seorang karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

DOID membukukan keuntungan di triwulan dua yang utamanya dikontibusikan dari laba selisih kurs

Bareksa.com – Emiten tambang batu bara sedang dilanda euphoria seiring dengan tren kenaikan harga batu bara global. Salah satunya adalah PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Saham DOID telah melonjak 463 persen sepanjang 2016 ini. Apakah kenaikan ini didukung fundamentalnya? Berikut analisis Bareksa.

Perusahaan tambang yang salah satu pemegang sahamnya adalah grup Northstar – yang juga memiliki saham di Go-Jek ini– membukukan penjualan sebesar US$8 juta atau Rp104 miliar (asumsi Rp13.000/US$) pada kuartal II 2016. Angka ini turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan jika ditinjau sejak 2012, jumlah penjualan perusahaan terus menurun.

Di sisi lain, perseroan diketahui memberikan diskon kepada pelanggan di tahun 2016 ini karena industri batubara yang tertekan. Peningkatan harga batu bara, bahkan belum cukup bagi perseroan untuk melakukan negosiasi ulang dengan pelanggan dan renegosiasi hanya dapat jika harga batubara mencapai US$60 per ton. Harga batubara sendiri tercatat telah menembus US$72,19 per ton pada Agustus. (Baca juga: Saham Batu Bara Dominasi Return Tertinggi, Emiten Ini Dapat Rekomendasi)

Promo Terbaru di Bareksa

Meski pendapatan perseroan cenderung menurun, laba neto perseroan yang diatribusikan ke pemilik induk meningkat menjadi US$8 juta dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami rugi bersih US$10 juta. Laba yang positif ini ternyata dikontribusikan dari laba selisih kurs yang mencapai US$4,6 juta. Risiko kurs kerap menyeret kinerja perusahaan sejak 2011. Hal ini mengindikasikan bisnis batu bara belum bisa menyumbang keuntungan yang signifikan.

Grafik: Kinerja Keuangan DOID Periode 2012 - 2016

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Sementara itu, tingginya utang Delta Makmur telah menjadi perhatian para investor sejak lama. Sejak masuknya Northstar dan perubahan haluan bisnis dari properti ke kontraktor tambang pada 2008-2009, perusahaan memiliki utang yang relatif cukup besar. Pada 2009, rasio utang terhadap ekuitas perseroan mencapai 31,79 kali.

Namun sejak 2013, rasio ini cenderung turun dimana pada semester pertama 2016 berada di level 7,68 kali. Manajemen Delta Makmur pernah menyatakan, bahwa perusahaan akan berfokus mengurangi jumlah utang.

Grafik: Rasio Total Utang Terhadap Ekuitas Periode 2012 – 2016 (x)

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Meskipun secara keseluruhan kinerja keuangan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, harga saham DOID terus melonjak. Sepanjang 2016, DOID telah mengalami kenaikan 463 persen dan setahun terakhir meningkat 305,88 persen. Return ini jauh di atas IHSG yang hanya 20,55 persen dan melebihi indeks tambang yang naik 25,62 persen setahunnya.

Kenaikan fantastis saham ini sepanjang 2016 membuat DOID pernah masuk kategori perdagangan tidak biasa alias unusual market activity (UMA) pada Februari lalu dan selang sebulan kemudian pada 22 Maret 2016, saham ini dihentikan sementara perdagangannya selama satu hari.

Grafik: Perbandingan Kinerja DOID dengan IHSG dan Indeks Tambang

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,41

Up0,12%
Up1,32%
Up0,66%
Up7,18%
Up19,39%
Up14,10%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.169,65

Down- 0,31%
Up1,77%
Up1,25%
Up6,64%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,28

Up0,40%
Up2,19%
Up1,64%
Up7,49%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,68

Down- 1,17%
Up0,32%
Down- 1,04%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua