BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

Penguatan Harga Obligasi Tunjukan Respons Rencana BI Ganti Acuan BI Rate

Bareksa13 April 2016
Tags:
Penguatan Harga Obligasi Tunjukan Respons Rencana BI Ganti Acuan BI Rate
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5). BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 7,50 persen sejalan dengan kebijakan moneter guna menjaga inflasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Harga obligasi naik 1-2% dalam sepekan

Bareksa.com - Seminggu terakhir ini perdagangan obligasi terpantau mulai meningkat terkait dengan adanya rencana penguatan operasi moneter yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia.

Dari penelusuran Bareksa diketahui Bank Indonesia pada Senin lalu mengumpulkan sejumlah analis dan membahas lebih dalam adanya potensi BI mengganti acuan suku bunga, bahkan beberapa analis sudah memperoleh informasinya dari minggu lalu. Namun, sampai saat ini Bank Indonesia masih belum mau memberi konfirmasi atas hal tersebut. Padahal aktivitas tersebut sudah mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.

(Baca juga: Tidak Benar BI Rate Akan Dihapus? Begini Penjelasannya)

Promo Terbaru di Bareksa

Sejak dua pekan lalu, yield obligasi benchmark 10 tahun terus menyusut menjadi 7,55 persen dari sebelumnya 7,90 persen. Turunnya yield menandakan terjadinya peningkatan harga obligasi.

Peningkatan ini salah satunya dikonfirmasi oleh Institutional Sales PT Mega Capital Indonesia Nita Amalia. "Ada kenaikan harga (obligasi) sekitar 1-2 persen sampai sekarang," ujarnya kepada Bareksa melalui pesan singkat.

Grafik: Yield Obligasi Benchmark 10 Tahun

Illustration

sumber: Bareksa.com

Hingga perdagangan obligasi kemarin (Selasa, 12 April 2016) sejumlah obligasi pemerintah masih membukukan kenaikan. Obligasi Pemerintah Tahun 2002 Seri VR0025 naik 0,10 persen, diikuti dengan peningkatan harga Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12170106 sebesar 0,06 persen. Sementara di segmen korporasi, Obligasi Berkelanjutan I Mitra Adi Perkasa Tahap II 2014 Seri B mencatatkan peningkatan harga tertinggi, yakni 0,18 persen.

Selain itu, lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan pemerintah pada perdagangan kemarin juga kebanjiran peminat. Pemerintah membukukan permintaan yang masuk mencapai Rp 32,03 triliun, hampir tiga kali lipat dari target indikatif yang ditetapkan Rp 12 triliun.

Apa Arti Pergantian Acuan Suku Bunga?

Selama ini BI Rate tidak secara langsung memiliki fungsi dalam operasi moneter-- transaksi di pasar uang yang dilakukan BI kepada pihak ketiga untuk menyerap maupun menggenjot likuiditas dalam rangka mengendalikan kebijakan moneter. BI Rate hanya merupakan bentuk sikap atau stance kebijakan moneter BI.

Dalam operasi moneter pasar terbuka, BI mengacu pada penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), FASBI (Fasilitas Simpanan Bank Indonesia), SWBI (Sertifikat Wadiah Bank Indonesia) dan Reserve Repo Surat Utang Negara (RR SUN) untuk menyerap likuiditas. Sementara untuk menggenjot likuiditas BI menggunakan instrumen repurchase agreement SBI (SBI Repo).

Menurut beberapa sumber yang diperoleh Bareksa, BI akan mengganti acuan suku bunga dari BI Rate menjadi FASBI overnight atau Reserve Repo SUN. Data Bank Indonesia, per 13 April 2016 menunjukan FASBI overnight berada di angka 4,5 persen, sementara RR SUN untuk jangka waktu satu minggu di angka 5,5 persen.

Jika ini dijadikan acuan, artinya angka acuan saat ini lebih rendah dari BI Rate yang per Maret 2016 berada di angka 6,75 persen. Rendahnya suku bunga acuan tentunya membuat penilaian obligasi menjadi menarik dan mendorong investor membeli obligasi.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.209,41

Up0,32%
Up4,73%
Up0,25%
Up9,44%
Up19,71%
Up10,85%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.189,87

Up0,44%
Up4,08%
Up0,43%
Up8,97%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.161,61

Up0,57%
Up4,44%
Up0,55%
Up8,96%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.048,72

Up0,14%
-
Up0,11%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua