Saham Teknologi AS Tertekan, Bitcoin Uji Support US$75.000 Jelang Data NFP
Aksi jual saham teknologi AS menekan kripto. Simak arus dana ETF, data on-chain, dan level teknikal Bitcoin serta Ethereum jelang rilis data NFP.

Aksi jual saham teknologi AS menekan kripto. Simak arus dana ETF, data on-chain, dan level teknikal Bitcoin serta Ethereum jelang rilis data NFP.
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Bitcoin (BTC) berada di sekitar US$75.580 (5/11/2026) dan tengah menguji area support, setelah saham teknologi Amerika Serikat (AS) mengalami aksi jual terdalam sejak 2020. Meski begitu, sejumlah analis menilai sebagian besar tekanan jual dipicu mekanisme teknis, bukan perubahan fundamental, dan arus Bitcoin keluar dari bursa kripto justru mendominasi sepekan terakhir.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (06/11/2026), pasar kripto memasuki akhir pekan dalam tekanan. Indeks Fear and Greed kripto turun ke 32 atau kembali ke zona fear, sementara pelaku pasar bersiap menghadapi rilis data tenaga kerja AS, Nonfarm Payrolls (NFP), pada Jumat malam (6/11) waktu Indonesia sebagai petunjuk arah suku bunga.
Promo Terbaru di Bareksa
Research Supported by CryptoWave |
Ringkasan Penting untuk Investor
Yang terjadi: Nasdaq 100 turun 6,6% dan menghapus nilai pasar sekitar US$2,3 triliun, terbesar sepanjang sejarah, dipicu kekhawatiran regulasi pusat data AI setelah pemilu sela AS.
Dampak ke kripto: ETF kripto mencatat arus keluar bersih dan Bitcoin tertekan ke kisaran US$75.580, karena kerap bergerak searah dengan saham teknologi.
Yang perlu dicermati: data NFP Oktober dan sinyal suku bunga The Fed untuk Desember.
Yang dapat dipertimbangkan: riset menilai pasar sedang dalam fase defensif jangka pendek, sehingga porsi aset kripto dapat disesuaikan dengan profil risiko.
Ringkasan Data Pasar (6/11/2026)
Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
|---|---|---|
Nasdaq 100 | Turun 6,6% | Nilai pasar hilang sekitar US$2,3 triliun |
S&P 500 | Turun 4,4% | Terdalam sejak April 2025, 11 sektor melemah |
Laba emiten S&P 500 | 84% di atas perkiraan | Dari emiten yang sudah melapor |
Fear and Greed Index kripto | 32 (fear) | Sebulan lalu 67 (greed) |
Harga Bitcoin (5/11) | ±US$75.580 | Support US$75.071–76.432 |
Harga Ethereum (6/11) | ±US$2.229 | Support US$2.171–2.233 |
Arus Bitcoin di bursa | Keluar ±14.500 BTC (1/11) | Sempat masuk ±13.000 BTC (3/11) |
Sumber: Bloomberg, CoinMarketCap, CryptoQuant, CryptoWave x TRIV Research (6/11/2026), diolah Bareksa
Aksi Jual Saham Teknologi Terdalam sejak 2020
Selain Nasdaq 100, indeks S&P 500 turun 4,4%, penurunan harian terdalam sejak April 2025, dengan seluruh 11 sektornya melemah. Tekanan terberat terjadi di saham semikonduktor, yang indeksnya merosot 12%, penurunan harian terburuk sejak awal pandemi pada Maret 2020.
Pemicunya adalah kekhawatiran terhadap perdagangan AI setelah pemilu sela. Sejumlah pemilih menunjukkan penolakan terhadap pembangunan pusat data, dan gubernur terpilih Texas, negara bagian dengan pusat data terbanyak di AS, menyerukan moratorium pembangunan pusat data. Pasar pun mulai memperhitungkan kemungkinan regulasi yang dapat menghambat pertumbuhan produsen chip dan pemasok pusat data. Kenaikan harga minyak Brent ke kisaran US$99 per barel ikut menambah tekanan.
Meski begitu, analis menilai aksi jual ini belum tentu mencerminkan perubahan fundamental. Barclays memperkirakan dana sistematis berbasis volatilitas akan menjual sekitar US$135 miliar futures saham AS dalam satu hingga dua hari, penyesuaian terbesar sejak Desember 2018. JPMorgan juga menilai pergerakan ini lebih didorong penyesuaian posisi. Data ekonomi pun masih solid, dan menurut Goldman Sachs, S&P 500 rata-rata naik 15,5% dalam 12 bulan setelah pemilu sela sejak 1954.
Menanti Data Tenaga Kerja AS
Survei Bloomberg memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 65.000 lapangan kerja pada Oktober, dua kali lipat dari September, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,2%. Rentang perkiraan ekonom cukup lebar, yaitu 26.000 hingga 125.000 lapangan kerja, dan pertumbuhan upah tahunan diperkirakan kembali melambat.
Menurut riset tersebut, data yang jauh di atas perkiraan berpotensi menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, apalagi Presiden Fed Cleveland Beth Hammack menegaskan suku bunga perlu tetap ketat. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat meredakan tekanan suku bunga dan memberi ruang pemulihan bagi aset berisiko. Namun, pelemahan yang terlalu tajam justru bisa memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
Arus Dana ETF dan Data On-Chain
Arus dana ETF kripto mencatat tekanan jual, didominasi arus keluar bersih (net outflow) pada ETF spot Bitcoin dan Ethereum, dengan arus keluar harian terbesar sepekan terakhir sekitar US$769 juta pada 30 Oktober. Meski begitu, laju penjualan dari manajer aset besar seperti IBIT dan FBTC mulai melambat, dan volume perdagangan ETF spot Bitcoin meningkat di area koreksi.
Di sisi lain, data CryptoQuant menunjukkan arus Bitcoin di bursa didominasi arus keluar, terbesar sekitar 14.500 BTC pada 1 November. Arus keluar yang dominan berpotensi mengurangi suplai siap jual. Namun, pada 3 November sempat tercatat arus masuk sekitar 13.000 BTC, sementara Ethereum mencatat arus masuk sekitar 110.000 ETH pada hari yang sama, sehingga tekanan jual dinilai belum sepenuhnya mereda.
Analisa Teknikal Bitcoin dan Ethereum
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (06/11/2026), berikut level harga yang dicermati analis:
Bitcoin, harga terakhir: sekitar US$75.580 pada 5/11, di bawah garis EMA 34 dan EMA 50 harian, setelah tertolak dari zona US$80.702–81.800.
Bitcoin, batas bawah (support): US$75.071–76.432, dengan level penentu momentum di US$74.934.
Bitcoin, analisis: bertahan di atas area support dan merebut kembali EMA harian membuka peluang menuju US$80.702–81.800. Sebaliknya, penembusan di bawah US$74.934 meningkatkan risiko koreksi ke area US$70.000–73.860.
Ethereum, harga terakhir: sekitar US$2.229 pada 6/11, bergerak mendatar di antara support US$2.171–2.233 dan resistance US$2.335–2.402, dengan RSI di kisaran 39 atau belum masuk area jenuh jual.
Ethereum, analisis: penutupan harian di atas US$2.358 lalu US$2.480 membuka peluang ke US$2.679–2.737. Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$2.222 meningkatkan risiko koreksi ke area US$2.005–2.158.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan. Riset juga mencermati saham Alphabet (GOOG) yang diperdagangkan di sekitar US$281,74 setelah tertolak dari area US$332–359, dengan area US$236–256 dan support kuat US$184–207 sebagai level yang dicermati.
Apa Artinya bagi Investor?
Tekanan jangka pendek: pergerakan kripto masih mengikuti sentimen saham teknologi dan data ekonomi AS, sehingga volatilitas bisa tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pahami dulu risiko investasi kripto sebelum mengambil keputusan.
Pantau level penentu: US$74.934 untuk Bitcoin dan US$2.171 untuk Ethereum sebagai batas bawah yang dicermati analis.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel. Simak panduan porsi kripto yang ideal dalam portofolio.
Faktor Risiko
Data ekonomi AS: hasil NFP yang jauh dari perkiraan dapat menggeser ekspektasi suku bunga dan memicu pergerakan tajam.
Arus dana institusi: arus keluar ETF yang berlanjut dapat menahan pemulihan harga.
Sentimen saham teknologi: kekhawatiran regulasi pusat data AI dan harga minyak yang tinggi masih membayangi pasar.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat.
Kesimpulan
Aksi jual saham teknologi AS menekan pasar kripto, dengan Bitcoin menguji area support US$75.071–76.432 dan Ethereum bergerak mendatar di kisaran US$2.171–2.402. Namun, menurut riset CryptoWave x TRIV Research, sebagian tekanan dinilai bersifat teknis, data ekonomi AS masih solid, dan arus Bitcoin keluar dari bursa mendominasi. Rilis data NFP menjadi penentu arah berikutnya, sehingga perkembangan ini dapat dipantau sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Profil Penulis

Cryptowave adalah media crypto Indonesia yang menyajikan berita kripto hari ini, harga kripto, blockchain & Web3, serta edukasi mata uang kripto. Afiliasi dari TRIV Group.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.254,28 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.208,60 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.222,34 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.018,02 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
