Harga Emas Kian Murah Tertekan Kebijakan The Fed, Namun Permintaan Meroket 34 Persen

Harga emas hari ini di pasar spot turun 0,1 persen di US$1.885,06 per ounce merupakan level terendah 10 pekan terakhir
Abdul Malik • 28 Apr 2022
cover

Ilustrasi korelasi antara harga emas logam mulia dibandingkan dolar AS. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga emas hari ini turun ke level terendah dalam 10 pekan terakhir dan semakin murah pada Kamis (28/4/2022) akibat kenaikan nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (AS), sehingga menekan permintaan terhadap emas batangan. 

Selain itu rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan depan juga mengurangi daya tarik emas sebagai alat lindung nilai dari inflasi. 

Dilansir Reuters (28/4), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen di US$1.885,06 per ounce pada pukul 15.05 WIB dan merupakan level terendah sejak 17 Februari 2022. Emas berjangka AS tergelincir 0,1 persen menjadi US$1,885,9.

Brian Lan, direktur pelaksana di dealer GoldSilver Central menyatakan emas telah mampu bertahan dengan baik di atas level US$1.900 per ounce dalam beberapa waktu terakhir, meskipun akhirnya harus tertekan kenaikan dolar AS. Perkasanya mata uang Negara Paman Sam tersebut didasari ekspektasi kenaikan bunga acuan The Fed (Fed Rate) 50 basis poin (bps) pekan depan. 

Indeks dolar AS berada di level tertinggi dalam lima tahun dan mendapatkan dorongan kenaikan lebih lanjut di atas level 103,82. Dolar AS diprediksi bisa terus naik ke level tertinggi sejak akhir 2002. 

Dolar AS yang lebih kuat membuat emas yang diperdagangkan dengan mata uang dolar ASmenjadi lebih mahal bagi negara lain dengan mata uang selain dolar AS. Dengan begitu emas menjadi kurang menarik bagi investor yang memiliki mata uang selain dolar AS. 

Selain itu, imbal hasil acuan Obligasi Pemerintah AS 10 tahun juga menguat karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter yang lebih ketat The Fed yang rencananya akan diumumkan minggu depan. Upaya The Fed itu untuk memerangi lonjakan inflasi AS, namun di sisi lain juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi Negara Adidaya tersebut. 

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga jangka pendek AS dan imbal hasil yang lebih tinggi. Namun, emas juga dipandang sebagai aset lindung nilai yang aman selama krisis ekonomi dan politik.

Jika harga emas mengalami penurunan lebih lanjut, Yeap Jun Rong, ahli strategi pasar di IG memperkirakan level harga emas berikutnya yang harus diperhatikan ada di US$1.850  per ounce. 

Permintaan Emas di Kuartal I 2022

Dilansir Kitco News (27/4), pasar emas memulai tahun 2022 dengan awal yang kuat. Menurut penelitian terbaru World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas fisik mencapai 1.234 ton, meroket 34 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021.

Laporan tersebut mengatakan permintaan emas mengalami lonjakan kuartalan terbesar sejak kuartal keempat 2018, di mana pada saat yang sama, permintaan emas juga naik 19 persen di atas rata-rata lima tahun.

"Lingkungan yang tidak nyaman dari inflasi yang terus-menerus tinggi dan risiko geopolitik yang tinggi mendorong investor berinvestasi emas, membantu mendorong harga lebih tinggi," kata para analis dalam laporan itu.

Salah satu penopang melonjaknya pasar emas di triwulan pertama 2022 adalah meningkatnya exchange traded fund (ETF) emas global yang kepemilikannya tumbuh 269 ton, yang merupakan arus masuk triwulanan tertinggi sejak kuartal III 2020.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Seiring penurunan harga emas global, harga beli emas Pegadaian hari ini, Kamis di fitur Bareksa Emas juga tercatat menurun di Rp916.000 per gram, dibandingkan Rabu di Rp922.000 per gram. Harga emas Pegadaian hari ini merupakan level terendah sejak 1 Maret 2022 yang saat itu seharga Rp912.000 per gram. 

Dibandingkan level tertinggi tahun ini yakni pada 9 Maret 2022 yang senilai Rp965.000 per gram, maka harga beli emas Pegadaian hari ini sudah anjlok atau lebih murah Rp49.000. 

Menurunnya harga emas, bagi investor yang jeli justru jadi kesempatan untuk mengoleksi logam kuning ini di harga murah. Emas juga dinilai bakal semakin berkilau seiring kondisi makin tidak pasti ihwal penyelesaian konflik Rusia - Ukraina dan lonjakan inflasi dunia. 

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjualnya, hanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas. 

​Pengen dapat cuan dari kilaunya emas? Yuk cuss segera investasi!

Investasi Sekarang

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.