Harga Emas Hari Ini Tertekan Dolar AS, Namun Diprediksi Bakal Tembus US$2.000

Emas dinilai memiliki kemampuan untuk mengatasi kekuatan dolar AS
Abdul Malik • 19 Apr 2022
cover

Ilustrasi lonjakan inflasi di Amerika Serikat yang membuat The Fed akan menaikkan suku bunganya lebih agresif, sehingga berdampak pada pasar keuangan global, termasuk IHSG, reksadana dan SBN, hingga emas. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga emas hari ini, Selasa (19/4/2022) bergerak lebih rendah dari level tertinggi lebih dari sebulan, akibat tertekan penguatan dolar Amerika Serikat. Namun logam mulia diprediksi segera menembus resistensi harga US$2.000 pekan depan, karena emas dinilai memiliki kemampuan mengatasi kekuatan dolar AS. 

Dilansir Reuters (19/4/2022), harga emas di pasar spot  hari ini melemah 0,1 persen di US$1.976,18 per ounce pada pada pukul 16.47 WIB. Emas berjangka di pasar Amerika Serikat (AS) tergelincir 0,4 persen menjadi US$1.979. 

Emas diperdagangkan di bawah harga US$1,998,1, yang merupakan tertinggi lebih dalam dari satu bulan terakhir, akibat indeks dolar naik ke level tertinggi dalam dua tahun. Menguatnya indeks dolar AS karena ekspektasi imbal hasil Obligasi Pemerintah Negeri Paman meningkat karena Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya.

Penguatan dolar membatasi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai yang aman dari inflasi dan gejolak pasar akibat krisis Ukraina. 

"Kami sedikit terkejut bahwa emas tetap bertahan mengingat dolar cukup kuat, imbal hasil obligasi AS yang tinggi, dan semua kebisingan datang dari The Fed mengenai kenaikan suku bunga yang lebih tinggi," ungkap Analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Briesemann meyakini emas masih mampu mempertahankan reputasinya sebagai tempat berlindung yang aman dari dampak konflik Rusia - Ukraina dan juga diminati sebagai lindung nilai dari tingginya inflasi di banyak negara di dunia, 

Presiden The Fed St. Louis James Bullard pada Senin mengulangi pernyataannya soal rencana Bank Sentral AS menaikan suku bunga acuannya jadi 3,5 persen pada akhir 2022, guna mengendalikan inflasi yang sudah di level tertinggi dalam 40 tahun.

Prediksi Harga Emas Pekan Depan

Meskipun emas dinilai cocok sebagai aset lindung nilai dari lonjakan inflasi, namun penguatan dolar mengakibatkan harga emas jadi lebih mahal bagi negara-negara dengan mata uang selain dolar AS. 

"Emas memiliki kemampuan untuk mengatasi kekuatan dolar AS dan akan mampu menembus di atas US$2.000 mungkin sekitar minggu depan," kata Analis pasar senior City Index Matt Simpson.

Senada dengan harga emas di pasar global, harga beli emas Pegadaian di fitur Bareksa Emas hari ini, Selasa (19/4) juga turun jadi Rp943.000 per gram dibandingkan Senin yang seharga Rp947.000 per gram. 

Sumber : Bareksa

Menurunnya harga emas, bagi investor yang jeli justru jadi kesempatan untuk mengoleksi logam kuning ini, seiring harga logam mulia diprediksi bakal naik lagi pekan depan. Emas juga dinilai bakal semakin berkilau seiring kondisi makin tidak pasti ihwal penyelesaian konflik Rusia - Ukraina dan lonjakan inflasi dunia. 

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjualnya, hanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas. 

​Pengen dapat cuan dari kilaunya emas? Yuk cuss segera investasi!

Investasi Sekarang

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.