Harga Emas Hari Ini : UOB Naikkan Prediksi Logam Mulia Jadi US$2.200 di Akhir 2022

Meningkatnya permintaan tidak hanya datang dari investor di produk emas fisik dan ETF emas, melainkan bank sentral juga terus memborong emas untuk memperkuat cadangannya
Abdul Malik • 24 Mar 2022
cover

Ilustrasi emas logam mulia yang sedang proses pendulangan dari tambang. (Shutterstock)

Bareksa.com - United Overseas Bank Limited (UOB) merevisi naik prediksinya atas harga emas jadi US$2.200 per troy ounce pada akhir 2022. Salah satu bank Singapura ini sebelumnya menargetkan harga emas di 2022 sekitar US$1.900 - US$2.000 per troy ounce.

Secara lebih rinci, dalam prediksi harga emas terbarunya, UOB memproyeksi logam kuning akan berada di level US$2.100 pada kuartal II 2022, kemudian US$2.150 per troy ounce pada kuartal III dan US$2.200 per troy ounce pada kuartal IV. 

Menurut UOB, penggerak utama untuk emas di antaranya akibat kekhawatiran soal lonjakan angka inflasi, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan, serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. 

"Ketakutan stagflasi yang meningkat ini, ditambah dengan arus masuk safe haven yang kuat, kini telah mengambil alih sebagai pendorong dominan untuk harga emas, meredam dampak negatif dari antisipasi kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve," kata Kepala Strategi Pasar UOB, Heng Koon How dilansir Kitco News (23/3/2022).

Dua pekan lalu, harga emas mencapai rekor tertinggi dengan menguji area US$2.070 per troy ounce. Lonjakan harga emas terjadi setelah AS mengumumkan sanksi tambahan terhadap Rusia, termasuk larangan impor minyak.

"Di tengah reli yang sedang berlangsung pada harga energi dan komoditas sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, ada ketakutan stagflasi yang meningkat di antara investor global," kata Heng.

Menurut dia, investor juga lebih cenderung mengalokasikan lebih banyak investasinya ke emas. Peningkatan permintaan logam mulia terlihat baik dalam bentuk exchange traded fund (ETF) maupun emas fisik.

"Ada arus dana masuk baru ke ETF emas. Pembelian perhiasan emas dari investor individu kemungkinan akan meningkat, diversifikasi bank sentral global dari cadangan mereka menjadi emasjuga meningkat," tulis Heng. 

"Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, emas diperdagangkan sekitar US$1.900. Sejalan dengan sentimen yang mendukung penguatan harga emas, ada aliran dana masuk yang jelas ke ETF emas maupun emas fisik."

Selain itu, kenaikan harga emas juga karena akan lebih banyak permintaan dari bank sentral atas logam mulia untuk cadangannya. 

"Berbagai bank sentral, khususnya di negara berkembang terus mendiversifikasi kepemilikan cadangan mereka ke emas. Kemungkinan timbulnya risiko geopolitik baru akibat konflik Rusia - Ukraina ini akan memperkuat tren diversifikasi ini."

Harga Emas Hari Ini

Berdasarkan data investing.com, harga emas berjangka untuk pengiriman April 2022 pada hari ini, Kamis (24/3/2022) di level US$1.941,15 per troy ounce, bertambah US$3,85 atau 0,2 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di US$1.937 per troy ounce. 

Sumber : investing.com

Senada harga beli emas Pegadaian di fitur BareksaEmas juga melesat dari Rp918.000 pada Rabu, naik jadi Rp929.000 per gram pada Kamis (23/3), melonjak Rp11.000 per gram.

Sumber : Bareksa

Tidak berbeda, harga beli emas Indogold di fitur BareksaEmas juga meroket dari Rp911.129 per gram pada Rabu, jadi Rp919.704 per gram pada Kamis, atau naik sekitar Rp8.000 per gram. 

Sumber : Bareksa

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjualnya, hanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas. 

​Pengen dapat cuan dari kilaunya emas? Yuk cuss segera investasi!

Investasi Sekarang

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin.