Ancaman Serangan Rusia ke Ukraina Buat Emas Tambah Berkilau

Harga emas telah didorong oleh keadaan geopolitik Eropa timur, sehingga minat pelaku pasar terhadap aset berisiko menjadi berkurang dan lebih memilih membeli aset lindung nilai
Bareksa • 23 Feb 2022
cover

Ilustrasi harga emas batangan atau emas logam mulia yang meroket akibat sentimen rencana serangan Rusia ke Ukraina. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menilai ketegangan geopolitik di Eropa Timur menjadi penopang pergerakan harga emas. Dengan adanya tensi tersebut, pelaku pasar mulai mengincar aset lindung nilai seperti emas.

Berdasarkan riset ICDX, harga emas dunia meningkat ke zona US$1.909 per troy ons. Harga emas mengalami tren positif dengan meningkat 0,21 persen dari harga sebelumnya.

"Faktor yang menyebabkan harga emas meningkat adalah pergerakan pasukan militer Rusia ke wilayah di Ukraina timur," tulis ICDX dalam risetnya, Selasa (22/2).

Adapun perkembangan geopolitik saat ini, Presiden Vladimir Putin telah menandatangani perjanjian dengan para pemimpin separatis. Rusia memperoleh hak untuk membangun pangkalan militer di wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur.

Kepala NATO Jens Stoltenberg mengingatkan bahwa pasukan Rusia terus mempersiapkan serangan potensial ke Ukraina setelah Moskow mengakui dua wilayah separatis di Ukraina timur sebagai wilayah merdeka.

"Harga emas telah didorong oleh keadaan geopolitik Eropa timur, sehingga minat pelaku pasar terhadap aset berisiko menjadi berkurang dan lebih memilih membeli aset lindung nilai," lanjut ICDX.

Dengan melihat hal itu, harga emas akan meningkat dengan support beralih ke area US$1.870 dan resistance terdekat berada di area US$1.923. Support terjauh berada di area US$1.858 hingga ke area US$1.827, sementara untuk resistance terjauh berada di area US$1.958 hingga ke area US$2.000.

Sentimen The Fed

Adapun tahun ini,  PT Panin Sekuritas menilai, harga emas akan terkoreksi karena kebijakan moneter dari The Fed yang bersifat hawkish. Equity Analyst Panin Sekuritas Timothy Wijaya menjelaskan, tahun ini, The Fed diperkirakan akan menerapkan kebijakan yang bersifat hawkish karena tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) yang menembus level tertinggi sejak 1982 di level 7,5 persen.

"Kami memperkirakan peningkatan suku bunga akan terjadi hingga 6-7 kali tahun ini," tulis Timothy dalam risetnya, Kamis (17/2).

Peningkatan suku bunga pertama, menurut Timothy akan terjadi pada Maret 2022 sebesar 25-50 basis poin (bps). Peningkatan suku bunga ini diharapkan bisa meredam laju inflasi yang bertranslasi pada penguatan dolar AS yang akan memberikan tekanan terhadap harga emas.

"Maka dari itu, kami memperkirakan harga emas rata-rata akan bergerak di level US$1.700 per troy ons (oz) atau menurun dari 2021 yang mencapai US$ 1.799 per oz," tulis Timothy.

Investasi Paling Populer

Di tengah fluktuasi harga, emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang menarik. Founder dan CMO IndoGold, Indra Sjuriah mengatakan, di dalam dunia investasi, emas sudah dikenal sebagai pilihan instrumen yang paling populer karena dianggap sebagai aset yang lebih aman (safe haven).

Investasi emas juga mudah dimengerti karena cukup menyimpannya dalam jangka waktu yang panjang sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jualnya. Selain itu, emas juga memiliki likuiditas yang tinggi karena bisa dengan mudah ditukarkan menjadi uang tunai dengan tetap mempertahankan nilainya.

Kendati banyak keuntungan dalam berinvestasi emas, namun Indra tetap menyarankan investor untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai investasi emas, terutama dalam bentuk logam mulia. Pasalnya, harga jual emas perhiasan cenderung lebih rendah dari harga belinya,.

Lalu, investor sebaiknya berinvestasi untuk jangka panjang. Dalam investasi emas, terdapat harga jual dan harga beli atau disebut sebagai spread. Karena itu sebaiknya investasi emas dijadikan sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk kebutuhan dana pendidikan atau dana pensiun.

Berinvestasi emas juga sebaiknya dilakukan dengan menabung secara rutin. Menurut dia, apabila tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli emas setara 1 gram, saat ini terdapat opsi berinvestasi emas dengan cara memiliki tabungan emas di platform digital.

(K09/AM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di emas logam mulia yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin.