Ini Alasan Harus Segera Investasi Emas

Emas merupakan instrumen investasi yang biasanya tidak terpengaruh inflasi
Abdul Malik • 28 Jul 2021
cover

Ilustrasi pencetakan emas di salah satu fasilitas smelter produsen emas. (Shutterstock)

Bareksa.com - ​Emas telah menjadi aset berharga di seluruh bagian dunia. Selama berabad-abad, masyarakat memilih emas karena nilainya yang tidak tergerus zaman. Mengutip Reuters, emas telah ditemukan di kuburan di samping sisa-sisa peninggalan kuno lainnya yang berasal dari 4.500 SM. Hal ini menunjukkan stabilitas emas dan daya tariknya dari waktu ke waktu.

Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, salah satu dampak yang paling dirasakan tentu adanya kontraksi ekonomi yang terjadi di berbagai negara. Hal tersebut pada akhirnya membuat para investor berhati-hati dalam menentukan pilihan investasinya guna terhindar dari tergerusnya nilai aset mereka.

Jenis investasi yang dianggap aman dan menjadi pilihan banyak orang salah satunya adalah emas. Alasannya, emas merupakan instrumen investasi yang biasanya tidak terpengaruh inflasi. Dengan demikian, harga emas cenderung stabil dan jarang mengalami penurunan signifikan.

Meski mengalami fluktuasi secara harian, harga emas terus mengalami kenaikan jika dilihat dalam jangka panjang. Hal inilah yang membuat emas menjadi instrumen primadona saat ketidakpastian ekonomi terjadi.

Sumber: Logammulia.com

Sebagai contoh, berdasarkan situs logammulia.com milik PT Aneka Tambang Tbk., sepanjang tahun 2020 harga logam mulia Antam terlihat dalam tren kenaikan saat resesi ekonomi terjadi di Indonesia.

Pada awal tahun, harga 1 gram logam mulia Antam masih berada di level Rp771.000. Namun pada akhir tahun, harganya telah dibanderol mencapai Rp965.000 per 1 gram. Artinya sepanjang tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 25,16 persen, angka yang tentu terbilang fantastis untuk sebuah aset yang tergolong rendah risiko.

Bahkan pada tahun lalu juga logam mulia Antam berhasil menembus level Rp1 juta, tepatnya Rp1.065.000 pada 7 Agustus 2020 yang menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

Kondisi tersebut tentu menggambarkan bahwa para investor menganggap emas sebagai salah satu produk investasi yang paling aman, karena nilainya yang cepat pulih apabila terjadi kemerosotan ekonomi.

Bahkan, harganya pun sering berlawanan dengan pasar saham atau perubahan ekonomi. Lihat saja kinerja pasar saham sepanjang tahun 2020 yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami pertumbuhan negatif, tepatnya -5,09 persen.

Bagi Anda yang mulai tertarik untuk berinvestasi emas, berikut beberapa alasan yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk memulai investasi logam mulia tersebut, sebagaimana dilansir dari Industry Today dan Investopedia:

• Memiliki Permintaan Tinggi
• Tahan Terhadap Inflasi
• Memiliki Nilai Universal
• Likuiditas yang Tinggi
• Memberikan Privasi
• Dapat Diwariskan
• Aman dari Risiko Geopolitik

Investasi emas memberi banyak manfaat tidak hanya di masa pandemi seperti sekarang, tapi juga untuk masa depan. Jangan terlalu memikirkan keuntungan yang akan didapatkan, tapi anggaplah emas sebagai aset pelindung saat terjadi krisis ekonomi global.

Selain itu, investasi emas tidak eksklusif untuk kalangan tertentu saja, seperti investasi properti misalnya. Berbagai kalangan bisa berinvestasi emas, sekalipun mereka tidak memiliki banyak pengetahuan tentang investasi ataupun kemampuan menganalisis pasar secara detail.

Pada dasarnya, untuk mendapatkan keuntungan saat berinvestasi emas, Anda cukup memantau pergerakan harga emas setiap harinya. Di saat harga emas sudah tinggi dan melebihi harga di saat Anda membeli, Anda bisa menjualnya.

Tapi kalau tidak ada keperluan yang terlalu mendesak, Anda bisa menyimpannya. Karena selain mendapat keuntungan, emas batangan bisa menjadi penyimpan nilai dalam portofolio aset yang paling aman dan stabil.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.