Empat Hal Ini Bakal Dorong Harga Emas Terus Cetak Rekor

RBC Capital dalam sebuah laporan menyebut emas sebagai star asset 2020
Bareksa • 06 Aug 2020
cover

Ilustrasi emas batangan logam mulia dengan tumpukan koin dan kertas berisikan grafik menampilkan harga emas

Bareksa.com - Harga emas di pasar internasional diperkirakan akan terus menorehkan rekor baru. Prediksi terbaru, harga emas bersiap-siap ke level US$4.000 per ons troi. Kenaikan harga emas di pasar dunia, akan diikuti harga emas di dalam negeri.

Melansir Kontan.co.id, harga emas di pasar internasional meningkat 34,5 persen sepanjang tahun ini dan diperkirakan bakal terus naik. Sementara itu data yang dihimpun Reuters, menyebutkan pada Kamis (6/8/2020) pukul 08.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke US$2.041,29 per ons troi. Nilai itu setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di posisi US$2.055,10 per ons troi pada perdagangan Rabu (5/8/2020), namun kemudian ditutup pada level US$2.038,12 per ons troi.

Tidak berbeda, harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember juga naik 0,3 persen menjadi US$2.055 per ons troi. Pada sesi sebelumnya, harga kontrak emas ini melonjak 1,4 persen ke US$2.049,3 per ons troi.

Mengutip sumber yang sama, ada empat hal yang dinilai menjadi pendorong terus meningkatnya harga emas. Pertama, pelemahan dolar AS. Laju harga emas mendapat angin segar dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan harapan akan lebih banyak stimulus yang digelontorkan untuk mengerek ekonomi yang tertekan virus corona.

Kemarin (5/8/2020), indeks dolar AS turun 0,2 persen ke level terendah dalam dua tahun. Ini membuat harga emas yang diperdagangkan dalam the greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu melansir CNN, Goldman Sachs memperkirakan dolar AS akan melemah lagi 5 persen lagi selama 12 bulan ke depan. Dinilai, sebagian karena kembalinya ekonomi yang lebih kuat dari bencana Covid-19 di luar Amerika Serikat.

Kedua, imbal hasil surat utang AS kian meningkat. Kurva imbal hasil surat utang pemerintah AS semakin meningkat karena harganya jatuh setelah prospek peningkatan pasokan utang bertambah seiring dengan rencana stimulus tambahan.

Sejumlah investor juga khawatir triliunan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dari bank sentral dapat memberi tekanan inflasi yang sudah lama tidak aktif, sehingga mereka beralih ke emas untuk perlindungan. Soal hal itu, Goldman meramal imbal hasil obligasi pemerintah diharapkan tetap rendah karena bank sentral mempertahankan dukungan untuk perekonomian AS.

Penyebab ketiga kasus virus corona masih meningkat. Berdasarkan perhitungan Reuters, lebih dari 18,66 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona secara global dengan korban tewas lebih dari 700.000 kasus. Bahkan kemarin, AS, Brazil, India, dan Meksiko memimpin peningkatan kematian.

Tingginya kasus corona dinilai menyebabkan situasi masa depan ekonomi global yang tidak pasti. Kebijakan pembatasan pergerakan atau bahkan lockdown suatu wilayah, menyebabkan roda bisnis di banyak negara tersendat. Makanya, investor banyak yang melirik emas sebagai investasi alternatif.

Keempat, suku bunga rendah. The Federal Reserve mengumumkan pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman ekonomi dalam jangka menengah. Itu sebabnya, bank sentral AS tersebut akan mempertahankan suku bunga rendah sampai mereka meyakini perekonomian telah melewati fase terburuknya.

Star Asset

CNBC Indonesia menyebutkan kendati harga emas sudah sentuh level tertinggi sepanjang masa, stop level untuk emas selanjutnya diramal beragam oleh berbagai pihak. Tercatat, stop level terdekat setelah level US$2.000 berhasil ditembus adalah US$2.200. Selanjutnya ada Bank of America (BoA) dan RBC Capital yang meramal harga emas bakal melambung ke US$3.000 per ons troi.

"Dengan harga emas yang meroket ke level tertinggi sepanjang masa, membuat emas menjadi 'star asset' di 2020'," tulis RBC Capital dalam sebuah laporan. Mereka menilai, dengan latar belakang ini, base case scenario sekarang menjadi low scenario, high scenario sebelumnya kini menjadi base scenario dan memperkirakan skenario tertinggi baru dengan harga emas bakal sentuh US$3.000 per ons troi, dengan asumsi situasi saat ini benar-benar akan semakin memburuk.

Dalam laporan tersebut sebagaimana dikutip Kitco News juga disebutkan faktor-faktor yang dapat memicu kenaikan harga yang fantastis akan terjadi dengan lanjutan stimulus moneter yang tak pernah terjadi sebelumnya, potensi asset bubbles, hingga inflasi yang susah dikontrol.

"Inilah mengapa kami berharap apa yang tak pernah diharapkan seputar risiko yang akan datang," disebutkan dalam laporan.

CEO U.S. Global Investors, Frank Holmes menyampaikan ramalan yang lebih bullish lagi bahkan. Holmes memperkirakan akhir dari siklus bullish emas ini akan berada di angka US$4.000 per ons troi. Tapi, koreksi harga bisa terjadi kapan saja dan investor harus membeli saat itu terjadi.

Dari sisi perekonomian, Holmes memperkirakan inflasi bakal naik tetapi suku bunga akan tetap rendah sehingga membuat suku bunga riil menjadi negatif. "Semakin negatif suku bunga riil, maka semakin tinggi harga emas" kata Holmes.

Harga di Dalam Negeri

Kunto Hendrapawoko, SVP Corporate Secretary PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, menjelaskan harga emas keluaran Antam baik harga beli maupun harga jual, setiap harinya memang berbeda. "Penentuan harga emas Antam mengacu kepada harga emas global," kata Kunto kepada Bareksa, Kamis (6/8/2020).

Sebagai gambaran. Sejurus dengan kenaikan harga emas di pasar global pada pagi tadi, harga emas batangan keluaran Antam pada hari ini naik Rp6.000 per gram menjadi Rp1.054.000, dari harga kemarin yang tercatat Rp1.048.000 per gram. Sementara itu jika dibandingkan harga pada 31 Juli 2020 atau tujuh hari lalu, harga emas Antam telah naik Rp38.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp1.016.000 per gram.

Bareksa Emas

Logam mulia emas kini tersedia dalam fitur Bareksa Emas di aplikasi Bareksa. Emas yang dijual di Bareksa Emas berkadar kemurnian 99,99 persen alias 24 karat, yang diproduksi Antam dan UBS.

Saat ini Bareksa Emas sedang ada program Upgrade Your Asset di mana dengan membeli logam mulia emas, bisa berhadiah emas lagi! Ada cashback emas senilai Rp50.000, Rp200.000 dan Rp500.000 untuk pembelian emas di Bareksa Emas selama periode promo 3-21 Agustus 2020. Berikut syarat ketentuannya ya.

Hadiah Bareksa Emas Rp50.000

1. Membeli emas di Bareksa Emas senilai minimal Rp 2 juta
2. Promo berlangsung mulai tanggal 3 - 21 Agustus 2020
3. Menggunakan kode promo: UPGRADEEMAS50
4. Nasabah yang memenuhi persyaratan di atas akan mendapat hadiah voucher Bareksa Emas Rp 50.000.
5. Pemenang akan diumumkan pada 3 September 2020
6. Keputusan penyelenggara tidak dapat diganggu gugat

Syarat Ketentuan Hadiah Bareksa Emas Rp200.000

1. Membeli emas di Bareksa Emas senilai minimal Rp 5 juta
2. Promo berlangsung mulai tanggal 3 - 21 Agustus 2020
3. Menggunakan kode promo: UPGRADEEMAS200
4. Nasabah yang memenuhi persyaratan di atas akan mendapat hadiah voucher Bareksa Emas Rp 200.000.
5. Pemenang akan diumumkan pada 3 September 2020
6. Keputusan penyelenggara tidak dapat diganggu gugat

Syarat Ketentuan Hadiah Bareksa Emas Rp500.000

1. Membeli emas di Bareksa Emas senilai minimal Rp 10 juta
2. Promo berlangsung mulai tanggal 3 - 21 Agustus 2020
3. Menggunakan kode promo: UPGRADEEMAS500
4. Nasabah yang memenuhi persyaratan di atas akan mendapat hadiah voucher Bareksa Emas Rp 500.000.
5. Pemenang akan diumumkan pada 3 September 2020
6. Keputusan penyelenggara tidak dapat diganggu gugat

Ayo segera beli emas di Bareksa Emas. Hanya yang cepat bisa mendapat, karena kuota terbatas untuk 120 peserta pertama yang memenuhi syarat.

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.