Fintech Tidak Bisa Hidup Tanpa Bank, Tapi Bisa Dorong Inklusi Keuangan

Dengan kehadiran fintech, inklusi keuangan bisa lebih dari 75 persen
Bareksa • 23 Sep 2019
cover

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Niki Santo Luhur

Bareksa.com – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menegaskan, keberadaan fintech melengkapi industri keuangan di Indonesia. Bahkan, Aftech yakin kehadiran fintech akan membantu regulator melampaui target inklusi keuangan 75 persen.

“Dengan kehadiran fintech, mudah-mudah inklusi keuangan lebih dari 75 persen,” ujar Ketua Umum Aftech Niki Santo Luhur di Indonesia Fintech Summit 2019, Jakarta, Senin, 23 September 2019.

Niki menuturkan, fintech bukan pesaing bank. Bahkan dia menilai, tidak ada satu pun fintech yang bisa hidup tanpa bank. Keberadaan fintech di Indonesia, selalu ada sisi kerja sama dengan lembaga keuangan baik dari sisi perbankan, khususnya rekening.

Terlebih, Niki bilang, value added kehadiran fintech lebih kepada channelling untuk memanfaatkan digital channel yang terbaru, baik itu web maupun mobile.

“Sehingga kita punya infrastruktur yang borderless untuk menjangka semua pelosok, termasuk di daerah terpencil yang kadang-kadang infrastruktur fisik dan konvensional cukup berat untuk masuk,” tutur Niki.

Niki berharap, kehadiran fintech bisa mendorong efisiensi. Sehingga, katanya, keuangan inklusif bisa diciptakan tidak sampai 10 tahun, tapi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Niki ingin ada sinergi antara fintech khususnya dalam hal-hal terkait pencegahan fraud. Untuk isu ini, Niki menilai perlu ada semacam databased fraud untuk bisa menghindari banyak beban dan biaya yang seharusnya tidak ada.

Fraud ini harus dilawan secara bersama-sama,” jelasnya.

Selain itu, ada beberapa proses yang infrastruktur belum dimanfaatkan 100 persen oleh fintech. Niki menyontohkan, infrastruktur identitas digital. Menurut Niki, ini masih perlu diterapkan lebih jelas lagi, agar dari sisi nasabah untuk fintech tidak harus datang ke cabang cukup dari HP bisa validasi dengan cara yang aman untuk memastikan perlindungan data pribadi juga.

Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyelenggarakan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 pada 23-24 September 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC). Gelaran bertema Innovation for Inclusion ini juga didukung Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Penyelenggaran Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 ini merupakan upaya regulator dalam hal ini OJK dan Bank Indonesia, yang didukung AFTECH untuk lebih mendorong industri fintech berkembang di Tanah Air dan semakin berperan dalam peningkatan inklusi keuangan masyarakat.

(AM)