Begini Cara Kelola THR untuk Tunjang Impian

Investasi THR di reksadana menjadi pilihan yang paling baik karena bisa disesuaikan profil risiko, tenor dan kebutuhan
Bareksa • 24 May 2019
cover

Ilustrasi investor syariah wanita cantik muda modis modern sedang memegang uang rupiah sambil mencatat menghitung dengan pulpen dan kertas di depan celengan tabungan uang koin hasil menabung investasi

Bareksa.com - Sebagian dari kita mungkin saat ini sudah ada yang menerima tunjangan hari raya (THR), dan sebagian mungkin sedang menanti tunjangan di luar gaji pokok tersebut. Terlepas dari THR sudah diperoleh atau belum, hal yang terpenting adalah bagaimana mengelola THR tersebut agar bisa memberikan efek lanjutan, bukan hanya untuk dihabiskan.

Sharia Financial and Business Coach Reny K. Azhuri menjelaskan, dana THR yang diperoleh sebenarnya bisa dipergunakan untuk menunjang impian. Maksudnya, apabila kita bermimpi ingin keluar negeri, menikah atau beribadah umroh, kita bisa menggunakan dana dari THR tersebut.

Namun kemudian timbul pertanyaan, bagaimana cara untuk membiayai kebutuhan hari raya, termasuk hidangan, mudik dan keperluan lainnya yang biasanya dananya diambil dari THR tersebut? Reny mengungkapkan, kita bisa menabung setiap bulan selama setahun untuk membiayai kebutuhan hari raya tahun berikutnya.

"Jadi, biaya untuk kebutuhan hari raya tahun depan bisa dicicil setiap bulan dari sekarang," ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Apabila kita tidak bisa menabung atau menginvestasikan seluruh dana THR yang dimiliki, menurut Reny, kita bisa melakukan evaluasi pengeluaran yang dilakukan pada hari raya dan Ramadan sebelumnya. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan menu selama puasa, menghindari acara buka bersama yang tidak mendesak, tidak berutang, memilih menu yang sesuai dengan seluruh anggota keluarga serta menyimpan bahan-bahan makanan sederhana untuk keperluan sahur.

Selain itu, untuk keperluan hari raya, kita harus memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan saja dan tidak lapar mata. Kemudian sebisa mungkin untuk mudik dengan budget tersedia dan hindari berhutang selama mudik.

"Segera buat perencanaan untuk THR tahun depan," ucap dia.

Reny juga mengingatkan agar segera menyisihkan setidaknya 20 persen untuk investasi setelah menerima THR, apabila tidak mungkin untuk menggunakan seluruh THR untuk investasi. Pasalnya, apabila menyisihkan di akhir, kecenderungannya dana yang disisihkan akan jauh lebih kecil sehingga tidak bisa menunjang impian.

Setelah menyisihkan dana THR untuk investasi, kita harus menentukan tenor waktu, tujuan dan risiko yang bisa ditoleransi sebelum berinvestasi. Misalnya, kita ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek, maka instrumen yang bisa kita pergunakan adalah instrumen pasar uang. Sedangkan apabila tenor waktunya di atas 5 tahun, kita bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi di saham.

Namun di antara semua instrumen itu, reksadana bisa menjadi pilihan yang baik. Pasalnya, reksadana memiliki portofolio yang bisa disesuaikan dengan tenor dan tujuan investasi. Misalnya, kita ingin berinvestasi dalam kurun waktu 2 tahun, kita bisa mempergunakan reksadana pasar uang.

Kemudian apabila ingin berinvestasi dalam kurun waktu 3-5 tahun, kita bisa berinvestasi di reksadana campuran. Sedangkan apabila ingin berinvestasi di atas 5 tahun, reksadana saham bisa menjadi pilihan.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. (hm)

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.