Ada 4 Jenis Reksadana Syariah, Pilih Mana?

Prinsip operasional yang digunakan pada reksadana syariah adalah prinsip mudharabah
Bareksa • 05 Apr 2019
cover

Ilustrasi sejumlah orang pebisnis investor syariah berpakaian ala Arab sedang bersalaman melakukan kesepakatan perjanjian akad sesuai prinsip-prinsip Islam.

Bareksa.com - Salah satu produk Pasar Modal Syariah adalah reksadana syariah. Reksadana syariah adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal (shahibul mal) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh manajer investasi sebagai wakil shahibul mal menurut ketentuan dan prinsip syariah.

Prinsip operasional yang digunakan pada reksadana syariah adalah prinsip mudharabah. Prinsip mudharabah ini diartikan sebagai sebuah ikatan atau sistem di mana seseorang memberikan hartanya kepada orang lain untuk dikelola dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh dari hasil pengelolaan tersebut dibagi antara kedua pihak sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak. Namun, akad atau perjanjian yang digunakan adalah wakalah atau mewakilkan pengelolaan modal.

Prinsip mudharabah di Reksadana syariah ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

1. Pemodal sebagai shahibul mal ikut menanggung risiko kerugian yang dialami manajer investasi sebagai amil/wakil shahibul mal.

2. Manajer investasi tidak menanggung risiko kerugian atas investasi jika kerugian tersebut bukan disebabkan karena kelalaian yang disengaja.

3. Keuntungan dibagi antara pemodal dengan manajer investasi sesuai dengan proporsi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

4. Akad yang digunakan adalah wakalah atau mewakilkan pengelolaan modal.

Berdasarkan komposisi portofolionya, seperti halnya reksadana konvensional, reksadana syariah sendiri secara umum terbagi menjadi empat jenis.

Reksadana Syariah Saham

Reksadana ini menanamkan sebagian besar investasinya pada instrumen saham yang termasuk ke dalam saham syariah. Pada umumnya, 80 persen dana kelolaan akan ditempatkan di saham, serta maksimal 20 persen akan ditempatkan pada instrumen pasar uang berbasis syariah. Adapun saham dan pasar uang yang dijadikan portofolio investasi akan mengacu pada Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh OJK.

Imbal hasil (return) reksadana ini termasuk yang paling tinggi, rata – rata di atas 10 persen sampai dengan 20 per tahun. Namun, return yang tinggi tersebut diiringi dengan risiko yang tinggi pula.

Oleh sebab itu, Reksadana syariah saham lebih cocok untuk Anda yang punya target keuangan yang ingin dicapai dalam waktu 5 tahun atau lebih. Sebagai contohnya, dana pendidikan anak yang akan digunakan 10 tahun kemudian, dana pensiun yang akan digunakan 15 tahun kemudian, dan kebutuhan lain yang menuntut tingkat kenaikan di atas inflasi.

Reksadana Syariah Campuran

Reksadana ini didesain bagi investor yang khawatir akan risiko fluktuasi saham tetapi juga tidak ingin return pendapatan tetap yang terlampau rendah. Menghadapi ini, pengelola reksadana menawarkan pengelolaan kombinasi, campuran antara saham dan pendapatan tetap.

Reksadana ini menempatkan investasi secara menyebar pada instrumen saham, sukuk, dan pasar uang. Return reksadana campuran biasanya berada di tengah-tengah antara saham dan pendapatan Tetap. Risikonya pun berada di antara kedua instrumen tersebut.

Perlu diingat bahwa reksadana ini memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan tetap, sehingga sebaiknya digunakan untuk target tujuan keuangan menengah (3-5 tahun).

Reksadana Syariah Pendapatan Tetap

Reksadana ini menempatkan mayoritas dana investasi di instrumen sukuk yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia maupun korporasi yang memiliki peringkat minimum BBB (investment grade) atau yang setara, yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek.

Sukuk adalah jenis bukti kepemilikian bersama atas suatu aset dasar (underlying asset) yang menjadi dasar penerbitan sukuk. Sukuk memberikan imbal hasil tetap kepada reksadana  selama jangka waktu yang telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, return reksadana jenis ini sudah pasti, tidak sefluktuatif reksadana saham. Kepastian return tersebut berimplikasi pada tingkat imbal hasil yang tidak setinggi reksadana saham. Reksadana jenis ini lebih cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek dan menengah (1-3 tahun) yang membutuhkan kepastian dan risiko rendah.

Reksadana Syariah Pasar Uang

Reksadana ini berinvestasi 100 persen di instrumen pasar uang berbasis syariah dalam negeri, seperti sukuk dan deposito syariah. Jenis reksadana ini menempatkan dana di instrumen keuangan jangka pendek yang risikonya paling rendah.

Keunggulan reksadana ini adalah faktor keamanan serta likuiditas. Reksadana ini paling aman di antara jenis yang lainnya. Namun, karena paling aman, return jenis reksadana ini paling kecil. Oleh karena itu, reksadana ini lebih cocok jika Anda ingin investasi dalam jangka pendek atau sekitar 1 tahun.

(KA01/hm)

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.