Membedakan Obligasi Pemerintah & Korporasi, Apa Saja Keuntungan dan Risikonya?

Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dapat dikatakan sebagai instrumen yang bebas risiko
Bareksa • 28 Feb 2019
cover

Ilustrasi Surat Utang Negara (SUN) - (AntaraFoto)

Bareksa.com – Bagi yang mulai berminat untuk investasi pada instrumen obligasi, maka kamu harus tahu dua jenis obligasi yang paling sering terbit. Dua jenis obligasi itu yakni obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.

Dari dua jenis itu, pengertian yang paling sederhana bisa dilihat dari penerbitnya. Penerbit obligasi korporasi adalah perusahaan, sementara obligasi pemerintah diterbitkan pemerintah.

Sementara berdasarkan website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Obligasi merupakan salah satu investasi Efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga, dibandingkan dengan saham.

Obligasi pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah/ Sukuk Negara.

Obligasi korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi yang telah diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.

Keuntungan membeli efek bersifat utang

Tertuang di website Bursa Efek Indonesia, setidaknya ada empat keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari berinvestasi pada instrumen obligasi alias efek bersifat utang.

Berikut ulasannya;

  1. Mendapatkan kupon/fee/nisbah secara periodik dari efek bersifat utang yang dibeli. Pada umumnya tingkat kupon/fee/nisbah berada di atas bunga Bank Indonesia (BI Rate).
  2. Memperoleh capital gain dari penjualan efek bersifat utang di pasar sekunder.
  3. Memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen lain seperti saham, di mana pergerakan harga saham lebih berfluktuatif dibandingkan harga efek bersifat utang. Pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dapat dikatakan sebagai instrumen yang bebas risiko.
  4. Banyak pilihan seri efek bersifat utang yang dapat dipilih oleh investor di pasar sekunder.   

Kenali risiko

Setiap investasi tentu saja punya risikonya masing-masing. Begitu juga jika kamu berinvestasi baik di obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. Risiko yang ada ini pun biasanya akan sejalan dengan return yang bisa kamu dapatkan.

Mengutip HD Capital, obligasi korporasi memiliki peringkat risiko yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan obligasi pemerintah. Risiko ini tergantung pada jenis perusahaan, kondisi pasar dan pemerintahan yang digunakan sebagai pembanding dan peringkat perusahaan penerbit.

Risiko ini dapat dihitung dengan menggunakan analisis secara luas, guna menetapkan perbedaan imbal hasil dengan obligasi pemerintah yang bebas risiko.

Sementara, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dijamin dalam Undang – Undang No.24 tahun 2022 Tentang Surat Utang Negara. Dalam Undang – Undang disebutkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia menjamin pembayaran bunga dan pokoknya sesuai dengan masa berlakunya.

(AM)

* * *

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, surat utang negara ritel online terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran Sukuk Tabungan ini tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.