Kaum Muda Dongkrak Jumlah Investor Reksadana Hampir Tembus 1 Juta SID

Hingga 26 Desember 2018, investor reksadana tercatat mencapai 988.946 SID
Bareksa • 28 Dec 2018
cover

Jajaran Direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tengah memaparkan pencapaiannya sepanjang tahun 2018 di Jakarta, Kamis (27/12/2018)

Bareksa.com – Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memprediksi, tren pertumbuhan investor reksadana masih akan mendominasi pertumbuhan investor di pasar modal. Hal ini terkait dengan jaringan distribusi reksadana yang lebih banyak ketimbang instrumen saham maupun surat utang.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi di sela pemarapan pencapaian KSEI sepanjang 2018 di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018. Wanita dikenal dengan sapaan Kiki itu menerangkan sebenarnya secara pertumbuhan daftar investor saham maupun reksadana seimbang.

“Tapi karena jaringan distribusinya lebih banyak, pertumbuhan investor reksadana terlihat lebih tinggi,” ujar Kiki.

Di sisi lain, lanjut Kiki, baik KSEI maupun self regulatory organization (SRO) serta berbagai pihak lain kerap terlebih dahulu memperkenalkan reksadana ketimbang saham bagi para calon investor. Selain itu, pertumbuhan jumlah investor reksadana juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor muda.

“Sosialisasi bagi pemula pasti disarankan reksadana dulu,” imbuhnya.

Hingga 26 Desember 2018, KSEI mencatat jumlah investor mencapai 1.613.165 single investor identification (SID). Jumlah itu merupakan SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara, dan efek lain yang tercatat di KSEI.

Dari jumlah itu, komposisi SID yang memiliki aset saham mencapai 851.662, memiliki aset reksadana 988.946, dan memiliki aset surat berharga negara sebanyak 195.119 SID.

Adapun secara total, pertumbuhan jumlah investor di pasar modal itu mencapai 44,06 persen dari posisi akhir 2017 yang sebanyak 1.122.668 SID.

Pertumbuhan SID

Sumber: KSEI

Pada tahun depan jumlah, Kiki berharap, investor pasar modal bisa bertumbuh setidaknya 44 persen dari posisi saat ini.

Inovasi Kenyamanan Transaksi

Kiki menambahkan, pertumbuhan jumlah investor di 2018 merupakan hasil dari inovasi terkait penambahan jumlah investor yang dilakukan KSEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan para pelaku pasar modal.

"Kami terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi. Pada pertengahan tahun ini KSEI telah melakukan pengembangan sistem utama The Central Depository and Book-entry Settlemen System Next Generation (C-BEST Next-G)," papar Kiki

Dia menjelaskan, C-BEST Next-G merupakan satu dari berbagai inisiatif strategis rencana jangka panjang pengembangan infrastruktur yang dicanankan KSEI sejak 2016. Kiki menyatakan, tujuan tersebut untuk membangun kapasitas dan kapabilitas perusahaan yang setara dengan lembaga penyimpanan dan penyelesaian di tingkat regional.

Kiki menambahkan, KSEI juga telah bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) terkait fungsi KSEI sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal. "BI melakukan pembukaan rekening di KSEI untuk penatausahaan agunan obligasi atau pun sukuk korporasi dalam rangka pinjaman likuiditas jangka pendek," katanya.

Di sisi lain, perubahan siklus penyelesaian transaksi menjadi dua hari (T+2), menurut Kiki, KSEI mengambil peranan penting saat penerapan T+2 pada 26 November 2018. Karena, penyelesaian transaksi pada 28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas dua transaksi pada 23 November 2018 dan 26 November 2018.

KSEI juga baru saja melakukan soft launching website AKSes KSEI. Direktur KSEI Supranoto Prajogo menjelaskan, pembaruan fasilitas AKSes Next –G akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Pengembangannya meliputi proses log-in yang mudah cukup dengan menggunakan email, tidak terbatas pada investor saja tetapi masyarakat secara umum, perubahan laman beranda/home yang lebih dinamis, adanya informasi aktivitas pasar modal, dan headline berita/artikel pasar modal.

“Investor juga bisa memantau portofolio, hingga mendapat data terkait pasar modal pada pusat informasi,” ungkap Supranoto.

Jumlah Investor Reksadana di Bareksa

Marketplace reksadana online, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), mengumumkan telah berhasil mendapat 300.000 investor reksadana per 12 Desember 2018. Sejumlah kerja sama dan inovasi telah mendorong pencapaian yang merupakan lonjakan 1,5  kali lipat dalam 4 bulan terakhir.

Dengan angka itu, maka Bareksa menyumbang sekitar 30,3 persen terhadap total jumlah investor reksadana. 

Sebelumnya, per 6 Agustus 2018, jumlah investor reksadana di Bareksa mencapai 200.000 investor. Bahkan bila dibandingkan dengan akhir 2017 yang hanya 63.500 investor, jumlah nasabah Bareksa saat ini meningkat 372 persen atau lebih dari 4 kali lipat.

Seiring kenaikan jumlah investor, Bareksa juga membukukan kenaikan jumlah dana yang dinvestasikan oleh nasabah menjadi Rp1,7 triliun per 12 Desember 2018. Angka itu melonjak 277 persen dibandingkan dana yang diinvestasikan Rp450 miliar per Desember 2017. Pertumbuhan jumlah dana yang diinvestasikan di reksadana (subscription) melalui Bareksa seiring dengan pertumbuhan industri.

“Kenaikan jumlah investor Bareksa didorong oleh kenaikan jumlah investor melalui Bareksa sendiri, maupun ditopang oleh kemitraan dengan beberapa perusahaan terkemuka yakni Tokopedia, Bukalapak, Doku, dan Mandiri e-Cash,” kata Co Founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra.

(AM)