Sudah Melemah 18,9 Persen YTD, Bagaimana Prospek Saham UNVR?

Asian Games serta kampanye Pilkada dan Pilpres diharapkan akan mendongkrak kinerja Unilever
Bareksa • 03 Jul 2018
cover

Pekerja memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar monitor di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (26/1). Pergerakan IHSG pada penutupan akhir pekan terkoreksi tipis 0,16 poin di posisi 6.615,32. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Bareksa.com - Prospek pertumbuhan ekonomi yang akan terus meningkat tahun ini yang didorong oleh beberapa momen seperti event olahraga Asian Games, dan kampanye untuk pemilihan presiden masih menjadi harapan bagi semua pelaku bisnis, khususnya perusahaan yang berada pada sektor bisnis consumer goods. Salah satu produsen barang consumer juga tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah PT Unilever Indonesia Tbk, dengan ticker UNVR.

Berdasarkan pada penutupan perdagangan Senin (2 Juli 2018), harga saham UNVR mengalami koreksi sebesar 1,62 persen ke level Rp45.350. Saham UNVR sendiri ditransaksikan sebanyak 2.510 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp47,5 miliar hingga penutupan perdagangan Senin.

Adapun menurut pantauan terhadap aktivitas broker summary pada data perdagangan Senin, penurunan harga saham UNVR ini didorong oleh transaksi yang dilakukan oleh beberapa top seller, antara lain Citi Group Sekuritas Indonesia sebagai penjual terbanyak, yang menjual sebanyak 2.708 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,3 miliar. Kemudian, JP Morgan Sekuritas Indonesia menjual sebanyak 2.508 lot saham dengan nilai transaksi Rp11,4 miliar, dan juga Credit Suisse Sekuritas Indonesia menjual sebanyak 926 lot saham dengan nilai transaksi Rp4,2 miliar.

Selain itu, pembeli terbanyak, seperti Indopremier Sekuritas membeli sebanyak 2.661 lot saham dengan nilai transaksi Rp12,1 miliar. Kemudian, CLSA Sekuritas Indonesia membeli sebanyak 2.029 lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,3 miliar, dan Citi Group Sekuritas Indonesia membeli sebanyak 1.647 lot saham dengan nilai transaksi Rp7,6 miliar.

Meskipun pada pekan lalu menguat sebesar 3,47 persen, tetapi secara year to date hingga penutupan perdagangan Senin, saham UNVR telah terkoreksi sebesar 18,9 persen.

Analisa Fundamental

Harapan akan meningkatnya permintaan dan kemampuan daya beli masyarakat didukung oleh kepercayaan konsumen yang masih relatif tinggi, serta kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk-produk baru akan menjadi kunci outlook kinerja Unilever. Meskipun demikian, pada 2017 lalu memang telah terjadi pergeseran pola belanja, dalam artian konsumen kelas menengah ke bawah mengubah skala prioritas dalam berbelanja karena tingkat upah yang rendah serta meningkatnya biaya hidup. Sementara itu, segmen menengah ke atas cenderung memilih untuk menabung dan membelanjakan uangnya pada sisi lifestyle, seperti hiburan dan liburan.

Hal tersebut sepertinya masih terbawa hingga tahun 2018 ini dan memberi dampak negatif bagi pertumbuhan pasar secara umum, tercermin pada pendapatan Unilever sepanjang kuartal 1 2018 (Q1 2018) yang turun tipis 0,91 persen menjadi Rp10,7 triliun dari Rp10,8 triliun pada Q1 2017. Diperparah dengan kenaikan beban dari harga pokok penjualan sebesar 0,7 persen menjadi Rp5,3 triliun yang membuat laba kotor Unilever turun tipis 2,4 persen menjadi Rp5,5 triliun. Kemudian, berdampak pada laba bersih Unilever yang juga turun 6,2 persen menjadi Rp1,9 triliun.

Akan tetapi, diperkirakan dengan adanya event dan moment seperti perhelatan olahraga Asian Games serta kampanye Pilkada dan Pilpres diharapkan akan mendongkrak kinerja Unilever ke depannya.

Analisa Teknikal

Secara teknikal, terlihat pergerakan UNVR sedang berada dalam trend bearish (penurunan). Harga UNVR saat ini sudah berada pada area classic support-nya dan dapat dilihat pola candle pada penutupan perdagangan Senin adalah small black candle, yang mengindikasikan potensi terjadinya koreksi harga dengan kecenderungan pembalikan arah menjadi bullish.

Sementara itu, harga saham UNVR masih berada di bawah indicator exponential moving average (EMA) 21 dan 34. Adapun indicator relative strength index (RSI) masih netral dan berada di level 47 persen. Sementara, volume belum meningkat terlalu besar.

Diperkirakan harga saham UNVR masih akan mengalami koreksi tipis dengan kecenderungan pembalikan arah menjadi bullish dan diperdagangkan dalam rentang harga Rp44.675 sampai dengan Rp48.225 per lembar saham. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.