BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Harga Batu Bara Terus Melonjak, Tiga Saham Tambang Ini masih Murah?

05 Juni 2018
Tags:
Harga Batu Bara Terus Melonjak, Tiga Saham Tambang Ini masih Murah?
Seorang petugas lapangan tengah mengawasi pengangkutan batubara milik Adaro Energy di anak sungai Mahakam, Kalimantan (Company)

Harga batu bara ICE Newcastle kontrak berjangka Juni ditutup menguat signifikan 2,03 persen ke level US$113,03 per ton

Bareksa.com - Harga batu bara ICE Newcastle kontrak berjangka Juni ditutup menguat signifikan 2,03 persen ke level US$113,03 per ton pada perdagangan Senin, 4 Juni 2018.

Hal itu masih didorong oleh kuatnya permintaan komoditas ini untuk sumber energi pembangkit listrik di China. Dengan capaian tersebut, harga batu bara telah berhasil mencetak rekor tertingginya sejak pertangahan Juli 2016 lalu.

Pergerakan Harga Batu Bara ICE Newscastle

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration
Sumber: barchart.com

Mengutip data China Coal Resource, stok batu bara per 25 Mei 2018 di enam pembangkit listrik utama China menurun ke kapasitas 16 hari penggunaan, atau setara dengan 12,41 juta ton. Angka itu merupakan level terendah sejak 9 Februari 2018 lalu.

Stok yang semakin menipis tersebut dipicu oleh penggunaan batu bara di enam pembangkit listrik utama China yang sudah meningkat 26 persen secara year on year (YoY), per Jumat (25/05/2018) lalu.

Hal ini disebabkan oleh datangnya periode heatwave (cuaca panas) yang lebih panas dari biasanya di dataran China, sehingga meningkatkan intensitas penggunaan listrik yang menggunakan sumber enegeri batu bara untuk alat pendingin ruangan.

"Konsumsi batu bara harian dari enam pembangkit listrik terbesar (di China) saat ini berada di angka 800.000 ton, pada pekan ini. Angka itu sangatlah tinggi, dan cenderung tidak biasa, untuk bulan ini," kata salah seorang trader yang berbasis di Beijing, seperti dikutip dari Reuters, pada Selasa (22/5/2018).

Saham Pertambangan Menarik untuk Dicermati

Melihat kondisi harga batu bara yang masih memanas, tentu saham-saham yang bergerak dalam sektor pertambangan batu bara akan semakin menarik untuk dicermati.

Saham-saham yang masih murah dalam sektor ini dapat menjadi pilihan yang cukup tepat untuk dibeli. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menilai saham dalam kondisi mahal atau murah dapat menggunakan rasio harga saham terhadap laba per saham (price earning ratio/PER).

Sekedar informasi, PER adalah suatu metode valuasi sederhana yang paling umum digunakan untuk menilai harga suatu saham apakah tergolong mahal atau murah. PER yang semakin kecil, menandakan harga saham yang semakin murah, begitupun sebaliknya.

Perhitungan PER dilakukan dengan cara membagi harga saham saat ini (current price of the stock) dengan keuntungan tahunan per saham (annual earnings per share-EPS). Hasil ini mengindikasikan berapa besar investor bersedia membayar setiap rupiah atas pendapatan perusahaan tersebut.

Beberapa saham sektor pertambangan batu bara yang masih cukup murah dengan PER di kisaran 10 kali antara lain :

1. PT Adaro Indonesia Tbk. (ADRO)

Illustration
Sumber : Bareksa

Berdasakan penutupan perdagangan kemarin, saham ADRO saat ini memiliki PER di level 10,04 kali.

Secara fundamental, ADRO mencatatkan kinerja kurang memuaskan pada kuartal I 2018 yang tercermin dari capaian laba bersihnya sepanjang Januari hingga Maret 2018 turun 23,37 persen dari sebelumnya US$ 97,13 juta menjadi US$74,43 juta.

Secara teknikal, saham ADRO juga masih bergerak positif dengan RSI yang bergerak naik serta diiringi net buy asing senilai Rp7,58 miliar.

Saham ADRO saat ini berpotensi menguji resisten terdekat di level Rp1.980 dan jika berhasil breakout level tersebut, ada potensi menguat dengan target berikutnya di level Rp2.290 per saham.

2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)

Illustration
Sumber : Bareksa

Berdasakan penutupan perdagangan kemarin, saham ITMG saat ini memiliki PER di level 8,63 kali.

Secara fundamental, ITMG mencatatkan kinerja cenderung flat namun masih tercatat tumbuh tipis yang tercermin dari pertumbuhan laba bersihnya pada kuartal I 2018 sebesar 1,67 persen dari sebelumnya US$ 57,17 juta menjadi US$ 58,13 juta.

Secara teknikal, saham ITMG secara perlahan masih bergerak merangkak naik dengan indikator MA 5 yang berpotensi golden cross dengan MA 60 mengindikasikan sinyal uptrend yang terbuka.

Volume juga mulai mengalami peningkatan menandakan adanya aksi akumulasi beli. Saat ini, ITMG masih berpotensi menguji resisten terdekat di level Rp27.725 yang didukung oleh RSI yang masih bergerak positif.

3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Illustration
Sumber : Bareksa

Berdasakan penutupan perdagangan kemarin, saham PTBA saat ini memiliki PER di level 9,02 kali.

Secara fundamental, PTBA mencatatkan kinerja sangat solid pada kuartal I 2018 yang tercermin dari lonjakan laba bersihnya yang mencapai 66,64 persen dari sebelumnya Rp 870,83 miliar menjadi Rp 1,45 triliun.

Secara teknikal, saham PTBA kemarin bergerak positif dengan mampu menembus resisten di level Rp3.950 disertai volume perdagangan yang meningkat mengindikasikan aksi beli yang cukup kuat.

Selain itu, investor asing tampak masih terus memborong saham ini dengan mencatatkan net buy senilai Rp98,93 miliar. RSI juga masih bergerak naik meskipun mulai mendekati area jenuh beli. (AM)

DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua