BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Berita Hari Ini : Laba BBRI Naik 11,4 Persen, CDB Biayai Kereta Cepat

Bareksa03 Mei 2018
Tags:
Berita Hari Ini : Laba BBRI Naik 11,4 Persen, CDB Biayai Kereta Cepat
Foto udara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung di perkebunan teh Maswati, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Selasa (6/2). Presiden Joko Widodo meminta pembangunan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung dipercepat serta memerintahkan Kementerian terkait untuk mempertimbangkan perpanjangan rute hingga Yogyakarta - Solo. (ANTARA FOTO/Raisan)

JP Morgan temui Jokowi, MNC Studio dikabarkan batal IPO, BBKP ungkap masalah lapkeu 2016, ZINC optimistis capai target

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 03 Mei 2018 :

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Bank dengan kode saham BBRI ini meraup laba Rp7,4 triliun per 31 Maret 2018. Catatan laba secara konsolidasi itu naik 11,44 persen ketimbang periode yang sama tahun 2017 Rp6,64 triliun. Keterangan ini tertuang dalam publikasi laporan keuangan perseroan di media massa, hari ini (Kamis, 3 Mei 2018).

Promo Terbaru di Bareksa

Selain merupakan hasil kenaikan pendapatan bunga dan syariah bersih serta pendapatan premi yang mencapai Rp18,87 triliun, laba BRI juga mendapat dukungan dari pos komisi/provisi/fee dan administrasi yang naik dari Rp2,55 triliun menjadi Rp2,69 triliun. BRI mencatat pendapatan lainnya naik dari Rp1,3 triliun menjadi Rp1,75 triliun.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Perseroan dan konsorsium dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akhirnya memperoleh kepastian pencairan dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) hingga US$1 miliar.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih menjelaskan tahap pertama, konsorsium akan mencairkan fasilitas CDB senilai US$170 juta atau Rp2,38 triliun.

Dana tersebut akan digunakan oleh emiten berkode saham WIKA ini dan konsorsium sebagai uang muka kontraktor proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “WIKA akan menangani sekitar 30 persen dari kontrak sipil milik PT Kereta Cepat Indonesia China [KCIC],” ujarnya.

JP Morgan

Petinggi JP Morgan Chase Bank N.A., Jamie Dimon menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Pertemuan ini berlangsung setelah bank investasi asal Amerika Serikat itu ditunjuk oleh pemerintah Indonesia sebagai dealer utama surat utang negara (SUN).

Hubungan Pemerintah Indonesia dan JP Morgan sempat terputus selama 1 tahun gara-gara riset bernada negatif dari lembaga keuangan internasional itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Jamie Dimon membahas sejumlah hal, seperti perekonomian dunia, kebijakan hingga regulasi.

“Pembahasannya mengenai peranan perbankan JP Morgan di internasional dalam melihat prospek ekonomi dunia dan bagaimana membangun infrastruktur,” ujar Sri Mulyani.

MNC Studio

Kabar burung menghinggapi MNC Group. Salah satu entitas usahanya, MNC Studio International, dikabarkan bakal menunda rencana menggelar perhelatan initial public offering (IPO).

Ada dua hal yang menyebabkan IPO perusahaan yang 99,99 persen sahamnya masih dimiliki oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) ini ditunda.

Pertama, kondisi pasar saat ini tengah mengalami gejolak. Hal ini dikhawatirkan membuat perolehan dana hasil IPO menjadi kurang optimal. Penyebab kedua, minat investor menyerap saham perusahaan ini ternyata rendah.

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP)

Manajemen PT Bank Bukopin Tbk akhirnya buka suara soal heboh revisi laporan keuangan tahun 2016 yang signifikan. Manajemen Bukopin menjelaskan bahwa perubahan angka di laporan keuangan 2016 dipicu pencatatan tak wajar dari pendapatan bisnis kartu kredit.

Direktur Bank Bukopin Rivan A. Purwanto menjelaskan ketidakwajaran tersebut pertama kali ditemukan manajemen pada Juli 2017 silam ketika melakukan review bisnis untuk membuat target bisnis ke depan.

Hitung-hitungan data penerimaan pendapatan dari kartu kredit yang tercatat di sistem Bank Bukopin tidak masuk dengan jumlah kartu kredit eksisting dan jumlah nasabah pemilik kartu kredit.

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC)

Emiten dengan kode saham ZINC mencatatkan pertumbuhan triple untuk top line maupun bottom line selama kuartal I 2018. Berkaca dari pencapaian tersebut, mereka yakin, target penjualan Rp1,1 triliun dan laba setelah pajak Rp280 miliar sepanjang tahun ini semakin realistis. Dari Januari-Maret 2018, Kapuas Prima mencetak penjualan Rp185,91 miliar.

Padahal pada periode yang sama 2017, penjualan hanya Rp61,56 miliar. Sementara laba bersih triwulan I tahun lalu Rp16,94 miliar, naik menjadi Rp54,36 miliar per triwulan I tahun ini.

Mayoritas kontributor penjualan Kapuas Prima berupa zinc hingga Rp101,24 miliar. Sisanya adalah penjualan galena dan timbal sebesar Rp84,66 miliar. (AM)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.331,25

Up0,46%
Up3,99%
Up0,04%
Up4,94%
Up18,47%
-

Capital Fixed Income Fund

1.784,34

Up0,60%
Up3,37%
Up0,03%
Up6,89%
Up16,80%
Up42,83%

STAR Stable Income Fund

1.935,03

Up0,56%
Up3,02%
Up0,03%
Up5,97%
Up28,80%
Up59,36%

I-Hajj Syariah Fund

4.847,5

Up0,62%
Up3,15%
Up0,03%
Up6,14%
Up21,96%
Up40,60%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.144,09

Up0,41%
Up2,77%
Up0,03%
Up4,98%
Up14,35%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua