BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Berita Hari Ini: PTPP akan Rilis Obligasi Rp3 Triliun, CMNP Ajukan Tiga Ruas Tol

Bareksa01 Februari 2018
Tags:
Berita Hari Ini: PTPP akan Rilis Obligasi Rp3 Triliun, CMNP Ajukan Tiga Ruas Tol
Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri), Komisaris PT PP (Persero) Tbk, Sumardi (kiri), Direktur Utama PTPP Tumiyana (kedua kiri), meninjau ground breaking Transit Oriented Development di Stasiun Juanda, Jakarta (10/10). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)

MKNT bidik pendapatan naik 60 persen, SUGI perbaiki keuangan, IPCM bidik laba Rp170 miliar

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 1 Februari 2018 :

PT PP (Persero) Tbk (PTPP)

Perusahaan konstruksi pelat merah ini berencana melakukan penggalangan dana melalui penerbitan obligasi Rp3 triliun pada tahun ini. Bahwa saat ini rencana penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi tersebut masih dalam proses. Dana dari hasil penerbitan obligasi akan digunakan sebagai modal investasi di sektor infrastruktur dan refinancing obligasi.

Promo Terbaru di Bareksa

Adapun, salah satu obligasi PTPP yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat, tepatnya pada 19 Maret 2018 adalah Obligasi Berkelanjutan I PT PP (Persero) Tbk Tahap I Tahun 2013 senilai Rp700 miliar.

Surat utang itu memiliki tingkat bunga tetap 8,375 persen dengan tenor 5 tahun. Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III 2017, PTPP memiliki utang obligasi Rp1,6 triliun. Jumlah tersebut berasal dari sejumlah emisi yang dilakukan oleh perseroan sebelumnya.

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

Tiga ruas tol prakarsa yang sebelumnya diajukan perseroan kepada pemerintah belum menjadi prioritas untuk diteruskan seiring dengan langkah perseroan mengajukan perpanjangan ruas tol Antasari—Depok menjadi Antasari—Salabenda.

Emiten berkode CMNP tersebut mengajukan tiga ruas tol prakarsa kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ketiga ruas tol tersebut yakni Bojonggede—Dramaga— Caringin, Bojonggede—Yasmin—Ciawi dan Citeureup—Bojonggede—Legok.

Seiring dengan perkembangan rencana bisnis, CMNP memutuskan untuk memperpanjang ruas tol Antasari—Depok yang memiliki nilai investasi Rp7 triliun menjadi Antasari—Salabenda.

Izin perpanjangan ruas tol Antasari—Salabenda telah diajukan CMNP pada 2017. Direktur Independen CMNP, Suarmin Tioniwar, mengatakan penambahan trase Bojonggede—Salabenda dalam perpanjangan ruas tol Antasari—Salabenda membuat rencana perseroan terhadap ruas tol prakarsa berubah.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)

Emiten ritel bidang perdagangan pulsa isi ulang, smarthphone, dan gadget ini membidik pertumbuhan pendapatan 50-60 persen pada tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp9 - 10 triliun dari capaian 2017 sekitar Rp6 - 6,5 triliun.

Sementara itu, perseroan menargetkan laba bersih tahun ini sekitar Rp90 - 100 miliar. Hingga September 2017, perseroan mencatat laba bersih senilai Rp37 miliar, naik 569 persen secara year on year. Secara umum margin bisnis perseroan sangat tipis, yakni hanya sekitar 0,7 hingga 2 persen.

PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

Emiten tambang minyak dan gas ini fokus membenahi permasalahan finansial untuk dapat memaksimalkan operasional tahun ini. Saat ini, perusahaan memiliki utang US$170 juta di tataran holding, dan US$15 juta di anak usaha. Karena itu, manajemen akan mengadakan pertemuan dengan pemegang saham mayoritas untuk meminta dukungan.

Bila semua berjalan lancar, hasil pengoperasian tambang migas bisa untuk membayar utang sekaligus alokasi belanja modal. Perseroan belum bisa menyebutkan berapa target kenaikan produksi migas perusahaan karena masih dalam proses pengajuan ke SKK Migas.

Namun, produksi minyak di Blok Lemang akan ditingkatkan. Pada 2017, Blok Lemang mendapat rekomendasi produksi dari SKK Migas sejumlah 1.500 barel per hari (bph). Namun, dari 6 sumur yang ada, hanya 1 yang dioperasikan, yakni Alkatara B2 (AKT-B2) karena operasional yang sulit.

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)

Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II tersebut membidik laba bersih Rp170 miliar pada 2018 atau naik 43 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang tercatat Rp118,55 miliar.

Perolehan laba bersih bakal ditopang oleh proyeksi pendapatan sebesar Rp1,1 triliun atau naik 43 persen secara year-on-year. Sementara itu, lonjakan pendapatan disumbang dari ekspansi usaha, terutama di segmen ship to ship.

Salah satu rute yang sudah dilayani PT Jasa Armada Indonesia Tbk, yakni jasa pemanduan kapal di perairan Teluk Jakarta dan Tanjung Jabung. Emiten berkode saham IPCM ini mengincar kontrak jasa pemandian di tiga lokasi, yaitu Muara Musi, Karawang Timur, dan Luwuk.

Fintech

Pelaku usaha financial technology Indonesia menggandeng asosiasi di Australia untuk mendorong perkembangan bisnis fintech di dalam negeri. Di antara fokus kerjasama adalah perbaikan infrastruktur untuk sistem pembayaran digital serta pertukaran sumber daya manusia (SDM). Tantangan utama yang saat ini dihadapi oleh industri dalam negeri adalah sistem payment yang masih sangat terfragmentasi.

Kondisi tersebut, berbeda dengan di Australia yang sudah matang dalam sistem pembayaran serta produk turunannya. Di Indonesia, siapa yang bisa membangun, menguasai, dan mengendalikan infrastruktur di bidang payment inilah yang dapat mendorong inovasi dan inklusi keuangan.

Hingga saat ini Indonesia berkembang menjadi pusat fintech dan usaha rintisan (startup) ke-2 terbesar di wilayah Asa tenggara. Hal ini, ditandai dengan kehadiran 53 proyek investasi di industri ini.

PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI)

Perseroan akan melakukan penawaran saham terbatas atau rights issue pada Maret 2018 untuk memperkuat permodalan. Rencana tersebut sempat tertunda dari rencana tahun lalu.

Dalam rights issue tersebut perseroan mengincar dana segar Rp100 miliar. Dana tersebut, diharapkan mampu menyokong pertumbuhan kredit sekitar 15 persen pada tahun ini.

Penawaran saham terbatas itu juga untuk mendorong terwujudnya cita-cita perseroan untuk naik ke bank umum kelompok usaha (BUKU) II pada 2021. Saat ini posisi modal Bank Harda baru Rp400 miliar. Bank Harda membuka diri untuk mitra strategis yang ingin menyuntikkan modal. (AM)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.338,94

Up0,58%
Up3,68%
Up0,04%
Up4,66%
Up18,55%
-

Capital Fixed Income Fund

1.794,02

Up0,54%
Up3,35%
Up0,04%
Up6,96%
Up16,43%
Up40,17%

I-Hajj Syariah Fund

4.874,98

Up0,57%
Up3,21%
Up0,04%
Up6,16%
Up22,01%
Up40,69%

STAR Stable Amanah Sukuk

Produk baru

1.048,43

Up0,51%
Up3,59%
Up0,04%
---

Reksa Dana Syariah Syailendra Tunai Likuid Syariah

1.147,24

Up0,28%
Up2,62%
Up0,03%
Up4,97%
Up14,24%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua