Punya Saham BRPT dan TPIA, Pertumbuhan Reksa Dana Ini Lampaui IHSG

Sejak LQ45 berubah, saham BRPT meroket 20 persen dan TPIA 17,6 persen
Bareksa • 31 Jan 2018
cover

Pekerja memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar monitor di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (26/1). Pergerakan IHSG pada penutupan akhir pekan terkoreksi tipis 0,16 poin di posisi 6.615,32. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Bareksa.com -  Bursa Efek Indonesia (BEI) rutin mengganti daftar saham penghuni LQ45 sebanyak dua kali yang berlaku efektif pada Februari dan Agustus setiap tahun.

Indeks saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia tersebut akan kedatangan empat anggota baru, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Baca : Ini Perkembangan Kinerja Reksa Dana di DOKU Sepanjang Januari 2018)

Sejak daftar LQ45 yang baru dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis 25 Januari 2018, saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bergerak menguat masing-masing 17,6 persen dan 20 persen hinga jeda sesi I perdagangan hari ini.

Menariknya, sekitar 41,5 persen kepemilikan saham TPIA dimiliki oleh BRPT. (Lihat : Mau Umroh Bareng Tim Bali United? Yuk Ikut Nabung Reksa Dana Syariah di Bareksa)

Penopang Reksa Dana Henan Putihrai

Saham BRPT merupakan salah satu aset saham yang dipegang oleh reksa dana HPAM Ultima Ekuitas 1 dan HPAM Syariah Ekuitas, yang dikelola oleh manajer investasi PT Henan Putihrai Asset Management. (Baca : Yield Treasury Tertinggi 4 Tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap Masih Positif)

Mengacu pada fund fact sheet per Desember 2017, reksa dana saham ini mempunyai saham BRPT sebagai salah satu alokasi efek terbesar (top holding). Tak hanya BRPT, produk HPAM Ultima Ekuitas 1 juga mempunyai saham TPIA sebagai salah satu alokasi efek terbesar (top holding) per Desember. (Lihat : Reksa Dana Sepekan : Jelang Rilis Inflasi, Reksa Dana Pendapatan Tetap Tertekan)

Tak heran jika pertumbuhan HPAM Ultima Ekuitas 1 secara year to date mencapai 6,7 persen atau mempunyai performa di atas IHSG yang sepanjang 2018 bertumbuh 4,1 persen. (Baca : Parodi Film Dilan 1990 : Inflasi Itu Berat, Kamu Nggak akan Kuat, Investasi Saja)

Namun, meski sama-sama mempunyai BRPT, produk lainnya yakni HPAM Syariah Ekuitas masih mempunyai performa negatif 2,95 persen.

Hingga Desember 2017, total dana kelolaan (AUM) HPAM Ultima Ekuitas 1 mencapai Rp1,89 triliun sedangkan HPAM Syariah Ekuitas mempunyai AUM Rp546,8 miliar. (AM) (Lihat : Lampaui IHSG, Ini Top 5 Reksa Dana Saham Return Tertinggi dalam Sebulan)

**

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana..