Tambah Alat Berat, United Tractors Siapkan Capex Tahun Depan US$550 Juta
Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex untuk meningkatkan kapasitas produksi anak usahanya, Pamapersada

Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex untuk meningkatkan kapasitas produksi anak usahanya, Pamapersada
Bareksa.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal menyiapkan belanja modal (capital expenditures/ capex) sekitar US$500-550 juta pada 2018, kurang lebih sama dengan target tahun ini. Perseroan akan menggunakan sebagian besar capex tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi anak usahanya di bidang kontraktor batu bara, PT Pamapersada Nusantara.
Direktur Keuangan United Tractors, Iwan Hadiantoro mengatakan, perseroan cenderung konservatif dalam menetapkan proyeksi capex tahun depan. Menurut dia, harga batubara sangat volatil sehingga sulit memprediksi harganya tahun depan.
"Tahun depan kita harapkan harganya bertahan di level sekarang, jika bertahan seperti sekarang pengeluarannya juga kurang lebih sama," ujar Iwan di Cianjur, Kamis, 9 Oktober 2017.
Promo Terbaru di Bareksa
Komposisi penggunaan capex tahun depan kurang lebih akan sama dengan tahun ini, yakni sebagian besar untuk Pamapersada. Tahun ini, Pamapersada menyerap capex sebesar US$450 juta dari total capex perseroan sebesar US$550 juta.
Perseroan ingin meningkatkan kapsitas produksi Pamapersada tahun depan sekitar 10 persen. Saat ini kapasitas produksi batu bara Pamapersada adalah 115 juta ton sedangkan kapasitas overburden removal sebesar 178 juta bank cubic meter (bcm).
Iwan menuturkan, sebenarnya sejak tahun ini kebutuhan perseroan terhadap alat berat Komatsu untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun overburden cukup besar. Akan tetapi supply alat berat dari Komatsu lebih kecil dari demand-nya, sehingga ada backlog kebutuhan yang dialihkan tahun depan.
Tahun ini perseroan telah menambah sebanyak 300 alat berat untuk menningkatkan kapasitas Pamapersada. Sehingga jumlah alat berat UNTR tahun ini sebanyak 3.300 unit.
Tahun depan United Tractors akan menambah 300 alat berat lagi untuk Pamaperada. "Dengan penambahan alat berat, produksi dan overburden kita bisa meningkat 10 persen," katanya.
Perseroan akan menggunakan kas internal untuk memenuhi kebutuhan capex. Dia mengungkapkan bahwa kas internal perseroan masih cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut.
Sementara itu, Iwan mengatakan bahwa demand alat berat nasional tahun ini dapat mencapai 9.500 unit. Dari jumlah tersebut, perseroan memproyeksikan 3.500 unit penjualan alat berat akan berasal dari United Tractors.
Hingga kuartal III-2017, United Tractors telah menjual 2.700 alat berat, sesuai dengan target tahun ini. Akan tetapi terdapat kendala dalam penjualan alat berat tersebut.
Principle perseroan, produsen alat berat merk Komatsu, tidak dapat memenuhi demand alat berat nasional. Oleh sebab itu, perseroan berupaya bekerja sama dengan Komatsu agar secepatnya dapat meingkatkan kapasitas produksinya.
"Kita kejar-kejaran dengan momentum," terangnya.
Dia berharap tahun depan produksi Komatsu dapat seimbang dengan demand di pasar. Tahun ini saja Komatsu sudah meningkatkan kapasitas produksinya secara global sebesar 20 persen. (hm)
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.209,11 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.186,2 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.156,68 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.055,03 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.