Jelang Pencatatan Obligasi dan Sukuk, Saham BMTR Melonjak 5,85 Persen

Perseroan akan mencatatkan obligasi Rp 250 miliar dan sukuk Rp 150 miliar di BEI pada 20 September 2017
Bareksa • 19 Sep 2017
cover

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibyo (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Bareksa.com – Saham milik Grup MNC, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menguat pada perdagangan Selasa, 19 September 2017. Dalam setengah hari perdagangan, saham BMTR menguat 5,85 persen menuju level Rp 525 per saham.

Penguatan berlanjut pada saat memasuki perdagangan sesi II. Hingga Pukul 14:01 WIB, saham BMTR tengah berada pada level Rp 540 atau naik 8,87 persen.

Sebenarnya, saham BMTR sempat menyentuh level terendah hari ini pada level Rp 494 dari hari sebelumnya Rp 496. Namun dorongan beli dari MNC Sekuritas membuat saham BMTR sempat menyentuh level tertinggi Rp 545.

Sejauh ini, broker dengan kode EP tersebut menjadi pembeli terbanyak saham BMTR dengan volume 225.994 saham pada harga rata-rata Rp 503. MNC Sekuritas juga bertindak sebagai broker penjual saham BMTR terbanyak dengan volume 244.595 pada harga rata-rata Rp 501.

Pergerakkan saham BMTR secara umum terjadi atas transaksi sebanyak 453.640 lot dengan frekuensi 3.274 kali atau senilai Rp 23 miliar. Investor asing tercatat melakukan net buy lebih dari Rp 2 miliar.

Grafik: Intraday Saham BMTR Hingga Pukul 13:54 WIB, Selasa, 19 September 2017

Sumber: Bareksa.com

Merujuk informasi terakhir, hari ini merupakan tanggal distribusi secara elektronik obligasi dan sukuk perseroan sebelum pada 20 September 2017 akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menawarkan obligasi tahap I Rp 250 miliar dengan tingkat bunga tetap 11 persen yang akan jatuh tempo pada 19 September 2020.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan Global Mediacom dengan target dana Rp 1,1 triliun.

Bersamaan dengan itu, perseroan juga menawarkan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap II dengan nilai Rp 150 miliar. Sukuk yang menawarkan cicilan imbalan ijarah Rp 9,6 miliar per tahun ini merupakan bagian dari penawaran umum sukuk ijarah berkelanjutan I dengan target dana Rp 400 miliar.