BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Cashflow Adhi Karya Semester I Negatif Rp 2,2 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bareksa07 September 2017
Tags:
Cashflow Adhi Karya Semester I Negatif Rp 2,2 Triliun, Apa Penyebabnya?
Ratusan kendaraan melintas di samping proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Akhir tahun ini pemerintah ditargetkan membayar proyek LRT untuk progress hingga September 2017 sekitar Rp 4 triliun

Bareksa.com – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memastikan kondisi arus kas (cashflow) operasi perseroan saat ini dalam kondisi sehat. Semua pembayaran dari proyek yang tengah digarap tidak tersendat.

Direktur Keuangan Adhi Karya, Harris Gunawan, mengatakan bahwa persoalan perseroan untuk cashflow saat ini berasal dari proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT). Sebab pembayaran dari proyek tersebut masih belum ada.

“Makanya cashflow kita negatif Rp 2,2 triliun per semester I 2017,” kata dia di Jakarta, Rabu, Agustus 2017. Menurut dia, hingga akhir semester I 2017, perseroan telah mencapai progress proyek pembangunan LRT lebih dari Rp 2 triliun.

Promo Terbaru di Bareksa

Harris menyatakan bahwa akhir tahun ini pemerintah ditargetkan akan membayar proyek LRT untuk progress hingga September 2017 atau sekitar Rp 4 triliun. Setelah pembayaran proyek LRT tersebut cashflow perseroan bisa positif.

Timeline Pembangunan LRT (per Juni 2017)

Illustration

Sumber : ADHI

Menurut ADHI, proses pembangunan LRT hingga Agustus 2017 sudah mencapai 18 persen. Komposisinya antara lain, Cawang - Cibubur sebesar 35,9 persen, Cawang - Bekasi Timur (19,3 persen), dan Cawang - Kuningan - Dukuh Atas (4,4 persen).

Tender Proyek Air Minum

Sementara itu, Adhi Karya bakal menyiapkan dana sebesar Rp 200 miilar untuk penyertaan modal proyek instalasi pengolahan air minum di Bandar Lampung. Saat ini konsorsum Adhi Karya tengah menjalani proses tender pengolahan air minum tersebut.

Dalam konsorsium tersebut, Adhi Karya berkongsi dengan dua perusahaan lain, yakni PT Adaro Tirta Mandiri dan Suez Water. Adaro Tirta Mandiri bakal menjadi pemegang saham mayoritas dalam konsorsium itu.

Nilai investasi proyek sistem pengolahan air mium (SPAM) Lampung diperkirakan mencapai Rp 700 miliar.

Selain proyek pengolahan air bersih di Bandar Lampung, Adhi Karya membidik proyek pengolahan air bersih di Banten yang nilai investasinya diperkirakan sebesar Rp 4-5 triliun.

Adhi Karya menggandeng perusahaan pengolahan air minum asal Korea Selatan untuk menggarap proyek tersebut, yakni K-Water. Harris mengaku perusahaan patungan (joint venture/ JV) antara perseroan dan K-Water belum terbentuk.

Perseroan mash berdiskusi terkait kepemilikan saham. Masing-masing perusahaan ingin mejadi pemegang saham mayoritas dalam JV tersebut.

Target Kontrak Baru Adhi Karya 2017

Illustration

Sumber : ADHI

Rencana IPO Adhi Persada Gedung

Harris menuturkan perseroan bakal melepas sebagian saham anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung (APG) ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham pada semester I 2018. Waktu IPO saham APG molor dari rencana sebelumnya kuartal IV tahun ini.

Menurut Harris, APG akan menggunakan buku Desember 2017 untuk melangsungkan IPO saham. Mundurnya waktu go public APG diharapkan dapat meningkatkan perolehan dana perseroan dari IPO, karena perseroan memiliki waktu untuk meningatkan modal APG.

“Harapan kita proceed bisa lebih besar lagi, makanya kita pakai buku Desember,” ujar dia.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.202,9

Down- 0,85%
Up0,12%
Down- 0,29%
Up5,58%
Up18,20%
Up11,60%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.160,86

Down- 0,79%
Up0,76%
Up0,49%
Up5,28%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.193,29

Down- 0,75%
Up0,99%
Up0,72%
Up6,03%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.016,14

Down- 2,72%
Down- 2,95%
Down- 3,00%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua