BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Empat Faktor Pendorong JSMR Rilis Project Bond Pertama Senilai Rp 1,5 Triliun

Bareksa31 Agustus 2017
Tags:
Empat Faktor Pendorong JSMR Rilis Project Bond Pertama Senilai Rp 1,5 Triliun
Sejumlah kendaraan roda empat mengantre di gerbang Tol Jagorawi Cibubur, Jakarta Timur. PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mulai memberlakukan sistem transaksi terbuka di Jalan Tol Jagorawi per Juni 2017. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

Project bond akan dibayar menggunakan cash flow ruas tol Ulujami-Kebon Jeruk

Bareksa.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) segera meluncurkan obligasi berbasis proyek (project bond) pertama senilai Rp 1,5 triliun. Project bond tersebut akan dibayar menggunakan cash flow ruas tol milik Jasa Marga, yakni Ulujami-Kebon Jeruk. Perseroan telah menyerahkan dokumen ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bakal mendaftarkan rencana tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Selasa, 5 September 2017.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal, mengatakan bahwa project bond telah mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Dia berharap project bond tersebut menjadi contoh untuk emisi sejenis di masa depan. “Rating project bond sama dengan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) kita, jadi diharapkan kuponnya kurang lebih sama,” kata Donny di Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017.

Jasa Marga telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter) obligasi tersebut. Ketiga perusahaan sekuritas itu adalah Mandiri Sekuritas, CIMB Sekuritas Indonesia dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Promo Terbaru di Bareksa

Perseroan bakal menawarkan emisi project bond dalam lima tenor. Tenor yang ditawarkan perseroan adalah 3,5,7,10 dan 12 tahun. Nantinya kupon project bond akan menyesuaikan tenor.

Empat Tujuan Penerbitan Project Bond

Menurut Donny, Jasa Marga menerbitkan project bond dengan empat tujuan. Pertama, mendapatkan pendanaan jangka panjang melalui pasar modal. Kedua, bunganya tetap (fixed) dan pembayarannya memanfaatkan cashflow.

Ketiga, perseroan tidak perlu membayar installment apabila belum mampu. Sedangkan keempat, project bond merupakan recycling sumber pendanaan sehingga bank bisa menggunakan dananya untuk membiayai proyek infrastruktur lainnya. “Project bond adalah likuiditas baru untuk proyek infrastruktur,” ujar Donny.

Dia berharap project bond tersebut akan menjadi contoh bagi pihak-pihak yang membutuhkan alternatif dana jangka panjang untuk menggarap proyek infrastruktur.

Ruas tol Ulujami - Kebon Jeruk merupakan ruas diamond Jasa Marga. Perolehan Ebitda ruas tol tersebut sudah mampu membayar biaya bunga. Ebitdanya telah mencapai 1,4x dibandingkan bunga.

Hari ini, Jasa Marga merealisasikan penerbitan produk sekuritisasi. Produk ini berupa KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) bernilai Rp 2 triliun.

Pencatatan produk hasil kerjasama dengan Mandiri Manejemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tersebut dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis, 31 Agustus 2017 dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.331,09

Up0,86%
Up4,09%
Up0,04%
Up5,01%
Up18,33%
-

Capital Fixed Income Fund

1.782,74

Up0,56%
Up3,37%
Up0,03%
Up6,88%
Up16,40%
Up43,31%

STAR Stable Income Fund

1.933,42

Up0,53%
Up3,01%
Up0,03%
Up6,01%
Up28,62%
Up59,38%

I-Hajj Syariah Fund

4.842,85

Up0,57%
Up3,14%
Up0,03%
Up6,13%
Up21,92%
Up40,58%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.143,46

Up0,39%
Up2,79%
Up0,03%
Up4,97%
Up14,35%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua