BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Saham BIRD Naik 14%, Apa Faktor Pendorongnya?

01 Maret 2017
Tags:
Saham BIRD Naik 14%, Apa Faktor Pendorongnya?
Pengemudi Taksi Blue Bird menunggu penumpang di Jakarta, Senin (21/3). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Harga saham operator taksi Blue Bird ini ditutup di Rp3.990 hari ini

Bareksa.com - Saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) hari ini, Selasa 28 Februari 2017 masuk di peringkat ke-8 dalam daftar saham yang naik terbesar secara persentase (top gainer) di Bursa Efek Indonesia. Harga saham operator taksi ini ditutup meningkat 14 persen pada perdagangan hari ini.

Harga saham BIRD ditutup di Rp3.990 hari ini, dibandingkan level penutupan sebelumnya di Rp3.500. Nilai transaksi saham BIRD yang harganya sedang meroket ini telah mencapai Rp16,7 miliar hari ini.

Terpantau, broker yang melakukan beli bersih (net buy) terbesar saham BIRD adalah Mandiri Securities (CC) senilai Rp2 miliar atau sebanyak 5.177 lot. Adapun broker yang mencatat jual bersih (net sell) terbesar saham BIRD hari ini adalah Ciptadana Securities (KI) senilai Rp1,4 miliar atau sebanyak 3.648 lot.

Promo Terbaru di Bareksa

Grafik: Pergerakan Harga Saham BIRD Intraday

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Peningkatan harga saham ini ternyata didukung oleh sejumlah faktor fundamental. Menurut riset dari Trimegah Sekuritas Indonesia yang sudah dibagikan kepada nasabah, saham BIRD akan diuntungkan dengan meningkatnya popularitas pemesanan kendaraan secara online. Pasalnya, operator taksi ini baru saja meresmikan kerja sama dengan aplikasi Gojek, yang berpengaruh baik pada utilisasi kendaraan Blue Bird, sekaligus menuntaskan konflik antar karyawan dari kedua pihak.

Selain itu, Trimegah juga sadar bahwa pada tahun 2016 laba Blue Bird mengalami perbaikan, yang tidak sebanding dengan penurunan harga saham BIRD. Laba BIRD kembali meningkat 45 persen di kuartal 3 (dibandingkan kuartal sebelumnya), setelah anjlok 30,4 persen dan 34 persen di kuartal 1 dan 2. Namun, harga saham BIRD tetap menurun di kuartal 3 sampai Rp2.950 per lembar.

Divisi riset Trimegah juga mempercayai bahwa Fransetya Hutabarat, direktur marketing baru BIRD yang mempunyai latar belakang keterlibatan dengan FMCG, memiliki pengaruh yang besar dalam strategi jangka panjang perusahaan transportasi tersebut, karena keahliannya dalam merangkul potensi anak muda.

Dengan riset yang menggunakan metode PEG, Trimegah menegaskan bahwa target harga saham BIRD adalah Rp5.350 atau akan naik sebanyak 53 persen dari saat ini. Oleh karena itu, BIRD direkomendasikan 'beli' sebagai saham pilihan untuk investasi. (hm)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua