Lepas AMAG, Saham PNIN Bergerak Stagnan

Saham Panin Financial (PNLF) dan saham AMAG justru turun
Bareksa • 12 Oct 2016
cover

Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bareksa.com – Aksi korporasi PT Paninvest Tbk (PNIN) dengan sebagian besar saham di PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG), belum menjadi katalis positif bagi pergerakan sahamnya. Pada perdagangan hari ini (Selasa, 11 Oktober 2016), saham PNIN bergerak stagnan pada level Rp640 per saham.

Kemarin (Senin, 10 Oktober 2016) Paninvest bersama anak usahanya yakni PT Panin Geninholdco, masing-masing melepas 2,59 miliar saham dan 64,93 juta saham AMAG pada harga Rp540 per saham. Melalui aksi ini, Paninvest meraup dana Rp1,39 triliun, sementara Geninholdco mendapat dana Rp35,05 miliar.

Paska transaksi tersebut, Paninvest hanya akan memiliki saham AMAG sebanyak 3,8 persen dari sebelumnya 55,61 persen sehingga Paninvest tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali AMAG.

Grafik: Pergerakan saham PNIN intraday

Sumber: Bareksa.com

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Paninvest menyatakan, pelepasan saham AMAG akan berpengaruh terhadap target pencapaian pendapatan perseroan. “Namun, perseroan meyakini bahwa dengan diterimanya dana tunai hasil penjualan saham AMAG, perseroan akan memiliki keleluasaan untuk menempatkan dana tersebut pada instrumen investasi lainnya yang menguntungkan sehingga akan meningkatkan pendapatan dari hasil investasi,” tulis keterangan Paninvest.

Dalam laporan keuangan hingga 30 Juni 2016, Paninvest meraup hasil investasi neto senilai Rp423,66 miliar. Catatan itu naik tipis 2,6 persen dari periode sama tahun lalu Rp412,92 miliar.

Begitu pula dengan saham PT Panin Financial Tbk (PNLF). Panin Financial juga melepas kepemilikannya di AMAG sebanyak 806,1 juta atau 16,1 persen. Melalui aksi ini, Panin Financial meraup dana Rp435,16 miliar.

Aksi Panin Financial melepas AMAG juga tak menjadikan katalis positif bagi pergerakan sahamnya. Saham PNLF justru turun 2 poin atau 1,04 persen dari Rp192 menjadi Rp190, setelah menyentuh level Rp194 per saham.

Penurunan lebih tajam, justru terjadi pada saham AMAG. Hari ini, saham AMAG ditransaksikan turun 4,69 persen. Kemarin, harga saham AMAG ditutup Rp384 per saham, dan hari ini turun ke level Rp366 per saham.

Manajemen Asuransi MAG menyatakan, keberadaan Fairfax Asia sebagai pengendali saham baru diharapkan dapat meningkatkan kegiatan operasional perseroan, terutama dalam hal peningkatan terhadap produk asuransi yang berkualitas tinggi dan dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan konsumen. “Selain itu, juga akan meningkatkan produktivitas beragam jaringan distribusi, dan memperkenalkan praktik terbaik dalam hal manajemen risiko,” tulis keterangan Asuransi MAG.

Hingga Juni lalu, perusahaan asuransi beraset Rp2,96 triliun ini membukukan pendapatan Rp397,11 miliar dengan laba bersih Rp94,82 miliar.