BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Pemerintah Pangkas Harga Gas, Laba ARNA Bisa Melonjak 20%

Bareksa31 Mei 2016
Tags:
Pemerintah Pangkas Harga Gas, Laba ARNA Bisa Melonjak 20%
Fasilitas produksi keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA). (Company)

Rendahnya harga gas menjadi katalis dan pendorong utama marjin laba dan pendapatan perusahaan.

Bareksa.com - Pada pertengahan bulan Mei 2016, pemerintah sudah mengumumkan akan memangkas harga gas untuk delapan industri utama demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang mendapat manfaat ini adalah industri keramik, yang menggunakan gas sebagai bahan bakar utama.

Berpotensi menikmati paket kebijakan ini, emiten keramik berkapitalisasi pasar terbesar yang tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia adalah PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA). Emiten ini bertumpu pada penjualan ubin keramik bermerek UNO dan Arwana di Indonesia dengan pangsa pasar nasional sekitar 20 persen.

Berdasarkan riset CIMB yang sudah dibagikan kepada nasabah, biaya energi mencakup sekitar 40 persen dari beban pokok penjualan ARNA pada tahun lalu. Adapun bahan bakar gas mencakup 80 persen dari total biaya energi perusahaan keramik itu.

Promo Terbaru di Bareksa

"Setiap penurunan harga gas sebesar US$1 per mmBTU, perkiraan laba bersih tahun 2016 ARNA akan naik sebesar 20 persen, dengan asumsi kondisi lain tetap sama," demikian tertulis dalam riset CIMB tersebut.

Tabel: Perkiraan Peningkatan Laba ARNA 2016 seiring Penurunan Harga Gas

Illustration

Sumber: Riset CIMB

Meskipun demikian, CIMB memperkirakan ARNA akan meneruskan penghematan biaya tersebut kepada para pelanggannya, mengingat kondisi permintaan sedang lemah saat ini. Dengan penurunan harga, perusahaan diperkirakan dapat meningkatkan pangsa pasarnya.

"Bersamaan dengan peningkatan operasional setelah dibukanya pabrik baru, ARNA akan dapat meningkatkan laba di masa depan. Harga gas yang rendah menjadi katalis dan pendorong utama marjin laba dan pendapatan, bila ARNA tetap menjadi produsen yang efisien dan hemat biaya," demikian CIMB.

CIMB pun memberikan rekomendasi 'add' atau menambah saham ARNA dengan target harga Rp770 dengan laba per saham (EPS) sekitar Rp24,95 pada akhir tahun ini.

Harga saham ARNA sempat melonjak 7,56 persen menjadi Rp640, setelah Presiden Jokowi mengumumkan pemangkasan harga gas tersebut.

Senada dengan CIMB, Citi Group juga menilai pemangkasan harga gas memberikan dampak positif terhadap pendapatan ARNA, meskipun tidak memberikan rating terhadap saham keramik ini. ARNA diperkirakan mencatat pertumbuhan penjualan 25% pada tahun ini menjadi Rp1,6 triliun, seiring dengan penambahan kapasitas pabrik dan peningkatan utilisasi.

"Perusahaan mendapat untung dari penurunan harga gas meskipun sulit untuk menaikkan harga jual rata-ratanya. Perusahaan sedang menunggu keputusan pemerintah untuk memangkas harga gas yang dapat mendorong profitabilitas perseroan dengan sensitifitas pemangkasan sebesar US$1 dapat menaikkan marjin kotor 3%," demikian tertulis dalam riset Citi Group.

Presiden Joko Widodo melalui Perpres No. 40/2016 memberikan mandat kepada Kementerian ESDM untuk mengatur harga di tujuh sektor industri utama dengan harga gas melampaui US$6 per MMBTU. Penetapan harga ini menjadi dasar kontrak antara pemasok gas hulu dan para pembeli, yaitu industri. Sebelumnya, harga gas ditetapkan oleh kesepakatan kontrak yang disetujui SKK Migas.

Meskipun demikian, regulasi teknis di tingkat menteri masih sedang dalam proses untuk melengkapi Perpres tersebut dan diperkirakan baru akan ditandatangani pada kuartal III 2016 mendatang. (kd)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.331,25

Up0,46%
Up3,99%
Up0,04%
Up4,94%
Up18,47%
-

Capital Fixed Income Fund

1.784,34

Up0,60%
Up3,37%
Up0,03%
Up6,89%
Up16,80%
Up42,83%

STAR Stable Income Fund

1.935,03

Up0,56%
Up3,02%
Up0,03%
Up5,97%
Up28,80%
Up59,36%

I-Hajj Syariah Fund

4.847,5

Up0,62%
Up3,15%
Up0,03%
Up6,14%
Up21,96%
Up40,60%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.144,09

Up0,41%
Up2,77%
Up0,03%
Up4,98%
Up14,35%
-
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua